Inspektorat Periksa Camat Kota Raja, Begini Kata Wawali Herman Man | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Inspektorat Periksa Camat Kota Raja, Begini Kata Wawali Herman Man


Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Inspektorat Periksa Camat Kota Raja, Begini Kata Wawali Herman Man


Terkait Rekaman Viral Kota Kupang akan Terapkan PSBB

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Viralnya rekaman suara salah seorang camat di Kota Kupang yang menyebutkan adanya rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menutup aktifitas perkantoran, termasuk di kecamatan dan seluruh kelurahan serta rencana menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Kupang berbuntut panjang. Rekaman yang viral ini sempat membuat warga Kota Kupang panik.

Menyikapi hal ini, Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man pun angkat bicara. Saat diwawancarai di Balai Kota Kupang, Kamis (14/1), Herman Man mengatakan, untuk kasus rekaman suara yang diduga milik Camat Kota Raja, Rudi Abubakar ini, sudah ditindaklanjuti Pemkot Kupang yang memiliki kewenangan untuk memeriksa persoalan ini, yakni Inspektorat Daerah (Itda) Kota Kupang.

“Kemarin (Rabu, 13/1, Red), Kepala Bagian Protokol Setda Kota Kupang, Ernest Ludji sudah memberikan keterangan, dan sudah ada klarifikasi, bahwa keterangan itu tidaklah benar. Karena ini kasusnya terkait ASN, maka akan diperiksa terlebih dahulu. Wali Kota dan saya akan memeriksa terlebih dahulu, tidak serta-merta memberikan teguran, harus dicek kebenarannya,” ungkapnya.

Herman mengaku, dirinya sudah memerintahkan Itda Kota Kupang untuk memeriksa kasus ini, apa tujuannya, dan apakah benar itu rekaman milik salah satu camat di Kota Kupang, dan bagaimana bisa tersebar? Semuanya akan diperiksa oleh inspektorat.

“Jadi untuk kasus ini, tidak serta-merta kita berikan hukuman dan sanksi, kita cek lagi. Semuanya harus sesuai prosedur, kalau memang hanya untuk keluarga, bagaimana sampai tersebar, prinsipnya hal ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk pimpinan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pegawai Terpapar Korona, 3 OPD di Pemkot Kupang Tutup Sementara

Dia mengatakan, perilaku seorang ASN haruslah lebih bertanggung jawab, dan bisa menjadi panutan masyarakat.

Sementara itu, Camat Kota Raja, Rudi Abubakar, saat dikonfirmasi, menjelaskan, rekaman suara itu dikirimkan ke grup whatsapp keluarga, dan dipertegas hanya untuk keluarga sendiri.

“Saya juga tidak mengetahui bagaimana sampai bisa tersebar ke luar, bisa didengar rekaman itu, saya menyebutkan bahwa kakak, adik dan keponakan, tujuannya memang untuk keluarga saja,” terangnya.

Dia menjelaskan, untuk pernyataan yang menyatakan bahwa Kantor Camat Kota Raja juga ditutup, itu memang hanya untuk membuat keluarga terus taat dengan protokol kesehatan. Jadi memang postingan rekaman suara itu bukan untuk masyarakat umum, tetapi hanya untuk keluarga saja.

“Pelayanan di Kantor Kecamatan Kota Raja tetap dibuka, dan untuk semua masyarakat yang menerima rekaman suara tersebut, dapat dijelaskan bahwa rekaman itu murni hanya untuk keluarga, dan tidak ada maksud apa pun,” kata Rudi Abubakar. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top