Kodim 1621 TTS Maksimalkan Sosialisasi Penerapan 3M | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kodim 1621 TTS Maksimalkan Sosialisasi Penerapan 3M


Dandim 1621/TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kodim 1621 TTS Maksimalkan Sosialisasi Penerapan 3M


SOE, TIMEXKUPANG.com-Memasuki tahun 2021, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten TTS terus melonjak. Kodim 1621/TTS pun terus memaksimalkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan dengan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan Menjaga jarak) kepada masyarakat di Timor Tengah Selatan (TTS).

Dengan alat pengeras suara, anggota Kodim 1621/TTS dikerahkan untuk terus memberikan pemahaman dan mengingatkan warga tentang pemanfaatan protokol kesehatan Covid-19.

Dandim 1621/TTS, Letkol CZI Koerniawan Pramulyo mengaku, pihaknya masuk dalam tim percepatan penanganan Covid-19 sempat mendapat kritik terkait pelayanan pasien Covid-19 di IGD RSUD SoE. Mereka dinilai kurang kreatif dalam menangani masalah tersebut. Namun ia menyebut jika dibuka malah lebih membahayakan.

“Kita sudah mendapat petunjuk dari Ketua Satgas (Bupati) untuk membuka tambah ruangan agar bisa menampung pasien reaktif dan probable karena pasien paling banyak adalah probable,” kata Koerniawan Pramulyo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/1).

Selain itu untuk Kodim sendiri telah membentuk dua tim yang bertugas mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19 di dua kecamatan yang masuk zona merah di TTS yakni Nunumeu dan Polen.

“Kita saat ini fokus di dua kecamagan ini tetapi bukan hanya itu saja, semua kecamatan kita lakukan hal yang sama melalui Bhabinsa,” ungkapnya.

Menurutnya gerakan 3M karena lewat hal tersebut bisa melindungi masyarakat.

Terhadap penggunaan gedung UPT BLK Kehutanan sebagai tempat karantina pasien tanpa gejala, Satgas telah berkoordinasi namun upaya satgas itu ditolak maka alternatifnya adalah gedung SMK 1 yang dizinkan untuk digunakan sebagai gedung karantina.

“Gedung ini awalnya kita gunakan sebagai ruang karantina manun diganti menjadi ruang isolasi karena melonjak pasien probable kita arahkan ke sana, tidak lagi di IGD,” kata Dandim yang juga sebagai Wakil Ketua I Satgas Covid-19 TTS itu.

Ia juga berharap kerjasama dari semha pihak dalam penanganan pandemik Covid-19 yang terus merajalela di TTS melalui upaya atau giat-giat pencegahan.

“Di Kota SoE saat ini saja kita sulit tangani apa lagi sudah menular dan tersebar ke desa-desa. Ini makin tak terkendalikan sehingga butuh kerjasama, jangan saling menyalahkan disaat situasi sementara tidak normal apalagi mengantisipasi penyakit yang sering muncul di musim penghujan seperti DBD,” ungkapnya.

Koerniawan juga mengingatkan kenaikan eskalasi jumlah pasien ini tidak hanya terjadi TTS, namun juga terjadi di daerah lain seperti di Kota Kupang, maka persiapan penanganan pasien Covid-19 harus secara mandiri.

“Konsep awalnya pasien Covid-19 di TTS bisa dilarikan ke Kota Kupang untuk mendapat pertolongan karena kita keterbatasan tetapi saat ini Kota Kupang sudah full maka kita disini harus bisa mempersiapkan pelayanan secara mandiri baik disemua tingkatan faskes,” tandas Koerniawan Pramulyo. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top