10 Tokoh di Kupang Jalani Vaksinasi Tahap I, Ini Ajakan Pemkot | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

10 Tokoh di Kupang Jalani Vaksinasi Tahap I, Ini Ajakan Pemkot


VAKSIN PERTAMA.Kasdim 1604/Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin saat menerima vaksin Covid-19 tahap pertama di RSUD S. K. Lerik, kemarin (15/1). Tampak menyaksikan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Wawali Kupang, Herman Man. Penyuntikan vaksin tahap pertama ini diberikan pada 10 orang yang terdiri dari unsur Forkopimpda, pejabat lingkup Pemkot Kupang, dan unsur tokoh pemuda. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

10 Tokoh di Kupang Jalani Vaksinasi Tahap I, Ini Ajakan Pemkot


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Setelah Pemerintah Pusat dan Provinsi NTT melakukan vaksinasi Covid-19, Jumat (15/1) giliran Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melaksanakan pencanangan program vaksinasi tahap I termin I.

Dalam pencanangan kemarin, 10 tokoh, baik itu unsur Forkopimda dan tokoh pemuda di Kota Kupang menjadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin produksi Sinovac, Tiongkok ini.

Kegiatan pencanganan dengan tagline ‘Vaksin Covid-19, Aman dan Halal’ itu digelar di halaman depan RSUD S. K. Lerik yang merupakan rumah sakit milik Pemkot Kupang.

Wali Kota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore, Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man, dan Sekretaris Daerah, Fahrensy P. Funay hadir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak 10 orang tenaga kesehatan serta tokoh masyarakat mendapat kesempatan sebaggai penerima pertama vaksin tahap I tersebut. Diantaranya Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.IK, Kasdim 1604/Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr.Hanla., Kepala BNN NTT, Isnaeni Ujiarto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP., M.Si., Asisten Administrasi Umum Sekda, Yanuar Dally, S.H., M.Si., Sekretaris Dinkes Kota Kupang, Rudy Priyono, S.KM., M.Kes., Kabag Prokompim Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., dan Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boymau. Sementara mewakili tenaga kesehatan yang divaksi pertama, ada dr. Jessie Julian Mila Meha, dan dr. Joanita Tukan.

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man dalam sambutannya memberi apresiasi dan terima kasih kepada para pihak yang telah hadir dan bersedia divaksin sebagai contoh bagi masyarakat.

Dia mengakui bahwa program vaksinasi ini masih mengundang pro dan kontra oleh berbagai kalangan, namun Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meyakini keamanan dan kehalalan vaksin itu. Pasalnya Presiden Jokowi sendiri telah menjamin, dengan menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin pada Rabu (13/1) di Istana Negara. Dan itu disaksikan seluruh masyarakat Indonesia melalui siaran langsung media-media nasional.

“Bapak ibu yang menerima vaksin perdana hari ini (15/1) merupakan show windows di Kota Kupang agar menjadi contoh bagi masyarakat terutama mereka yang masih meragukan vaksin ini. Dengan bersedianya bapak/ibu, telah turut membantu dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kota Kupang. Selain itu negara sudah menjamin keamanan dan kesucian vaksin ini karena sudah bersertifikat halal oleh MUI dan jaminan aman oleh Kemenkes. Apalagi BPOM sendiri telah mengeluarkan hasil uji tahap 3 dengan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen,” jelas Wawali Herman Man.

Herman Man mengatakan bahwa dirinya bersama Wali Kota Jefri Riwu Kore tidak ikut divaksin pada tahap I ini karena tidak memenuhi syarat dari segi usia.

“Salah satu syarat penerima vaksin tahap pertama ini adalah mereka yang berusia 15 sampai dengan 59 tahun. Kami berdua sudah 60 lebih. Selain itu mereka yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes juga tidak turut divaksin pada tahap ini,” sambung Herman Man.

Lebih lanjut, dr. Herman menyebutkan bahwa, hingga kemarin (15/1) Kota Kupang telah mencatat 1.290 kasus positif Covid-19, dengan tingkat kesembuhan paling rendah se-NTT, yaitu sebanyak 485 orang. Sedangkan jumlah penderita meninggal 43 orang. “Saat ini, ada 762 pasien yang melakukan isolasi mandiri,” bebernya.

Keprihatinan oleh tingginya kasus Covid-19 itulah, kata Herman, yang mendorong pemerintah semakin memperketat penegakkan protokol kesehatan.
Menurutnya vaksinasi bukanlah satu-satunya solusi, namun salah satu dari berbagai upaya pemerintah memutus rantai kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

“Protokol kesehatan juga kunci. Selain itu 3T yaitu testing, tracing dan treatment ditambah 1V atau program vaksinasi Covid-19 diharapkan dapat menekan penularan hingga tercapailah zero Covid-19. Untuk itu, edukasi dan sosialisasi berbagai pihak diperlukan agar masyarakat mendukung dan bersedia divaksin. Dan hari ini kita sedang mewujudkannya melalui vaksinasi perdana oleh para pejabat, tokoh masyarakat dan nakes di Kota Kupang,” tegas Herman.

Diakhir sambutannya, Wawali mengajak semua yang hadir untuk tetap memperketat prokes dalam aktivitas sehari-hari melalui 3M, yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan serta membantu pemerintah untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya vaksin, karena vaksin Covid-19 ini aman dan halal.

Sebagaimana disaksikan kemarin, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap I termin I dilaksanakan di halaman RS S. K. Lerik Kupang. Kegiatan itu dimulai pukul 10.00 Wita. Peserta vaksinasi yang datang melakukan registrasi di meja 1, lalu para penerima diskrining di meja 2. Skrining ini dilakukan dengan memeriksa suhu tubuh dan tekanan darahnya serta tes rapid antigen oleh petugas. Setelah memenuhi syarat kesehatan, di meja ke-3, para penerima kemudian divaksin, selanjutnya menuju ke meja 4 untuk proses observasi pasca vaksin.

Menurut laporan panitia yang dibacakan Kabid Pelayanan Medis RS S. K. Lerik, dr. M. Ikhsan, distribusi vaksin di Kota Kupang dari Gudang Farmasi Dinkes Kota Kupang ke lokasi vaksinasi telah memenuhi SOP distribusi vaksin.

Vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac dosis tunggal. Mereka yang divaksin adalah sasaran vaksin yang menerima SMS blast sesuai daftar nama yang diajukan Subdit Imunisasi Kemenkes RI, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) berjumlah 10 dari unsur Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Testimoni Ketua Karang Taruna

Terpisah, Ketua Karang Taruna Kota Kupang, Stenly Boimau, mengaku bersyukur karena dirinya menjadi salah satu orang yang masuk tahap pertama penerima vaksin Covid-19 di Kota Kupang.

“Saya mewakili unsur pemuda di Kota Kupang dan juga sebagai Ketua Karang Taruna Kota Kupang diminta untuk hadir dan menerima vaksin tahap pertama ini. Awalnya memang saya agak ragu, tetapi kemudian saya mencoba untuk membaca beberapa referensi tapi memang ternyata vaksin ini aman dan halal,” ujar Stenly memberi testimoni.

Stenly menjelaskan, masyarakat Kota Kupang juga perlu mengetahui bahwa vaksin ini aman dan halal. Sudah diuji sampai tahap ketiga oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, dan sudah menyatakan bahwa vaksin ini aman untuk diberikan kepada masyarakat.

“Sudah ada uji kelayakan dari organisasi kesehatan dunia yang menyatakan bahwa vaksin ini, sangat layak untuk disuntikkan kepada masyarakat. Di sini Saya ingin mengajak semua masyarakat Kota Kupang agar jangan takut menerima vaksin Karena vaksin ini merupakan salah satu upaya untuk pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Ernest Ludji, Juru Bicara Covid-19 Kota Kupang yang juga menjadi salah satu penerima vaksin pertama di kota Kupang mengatakan, kesempatan pertama yang diberikan kepada dirinya merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi dirinya.

“Kita sudah melihat langsung bahwa Presiden Republik Indonesia dan juga kepala daerah di seluruh Indonesia menjadi yang pertama disuntikan vaksin ini, dan terbukti vaksin ini aman untuk disuntikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, vaksin ini diadakan oleh pemerintah Republik Indonesia dengan tujuan untuk kesehatan dan kesejahteraan warganya, dan sebagai warga negara yang baik, marilah semua masyarakat menerima vaksin ini.
“Mari bersama kita memproteksi diri kita agar jangan menularkan atau terpapar Covid-19. Masyarakat, jangan pernah takut untuk menerima vaksin ini karena saya sendiri sudah merasakannya. Tidak ada gejala apa pun, dan sampai saat ini, saya masih tetap sehat dan saya merasa vaksin ini akan memproteksi saya, tetapi saya juga tidak berhenti sampai di sini saja tetapi akan terus dilanjutkan dengan menerapkan dan taat dengan protokol kesehatan yang ditetapkan,” ujarnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top