Covid-19 Merebak, Uskup Ruteng Tiadakan Misa di Gereja | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Covid-19 Merebak, Uskup Ruteng Tiadakan Misa di Gereja


Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Covid-19 Merebak, Uskup Ruteng Tiadakan Misa di Gereja


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Kasus Covid-19 merebak luas di wilayah Keuskupan Ruteng. Banyak yang terpapar virus ini, termasuk imam dan suster. Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat langsung mengambil sikap dengan mengeluarkan instruksi. Salah satu poin dari instruksi itu, yakni meniadakan misa di gereja.

Instruksi Uskup Ruteng ini diterima TIMEXKUPANG.com, Jumat (15/1). Instruksi Uskup dengan Nomor 014/1.1/1/2021 itu tentang pembatasan sosial pelayanan gereja dalam masa pandemi Covid-19. Pembatasan sosial pelayanan gereja dilingkungan Keuskupan Ruteng itu berlaku sejak 16 – 31 Januari 2021. Ditujukan kepada seluruh imam, biarawan/wati, dan seluruh umat Allah di Keuskupan Ruteng.

Dalam instruksi Uskup Mgr. Siprianus, ditulis sesuai data dari monitor harian Covid-19 untuk kabupaten Manggarai per 13 Januari 2021, menunjukkan sudah ada 102 terkonfirmasi reaktif rapid antigen. Juga 101 terkonfirmasi positif test PCR. Untuk Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) per 14 Januari 2021, tercatat 275 terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabupaten Manggarai Timur (Matim) data Covid-19 masih relatif rendah, namun tetap perlu waspada. Tentu disini gereja Keuskupan Ruteng dipanggil untuk terlibat aktif dengan semua pihak dalam membendung dan mengatasi penyebaran wabah Covid-19 ini.

Sambil memperhatikan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 01 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, dan berkomunikasi dengan Pemda Manggarai, Mabar dan Matim, Keuskupan Ruteng menyampaikan sejumlah pedoman pastoral.

Ada sejumlah poin pedoman pastoral tersebut, yakni pertama, sejak 16 sampai 31 Januari 2021, tidak dilaksanakan misa umat pada hari Minggu dan harian di gereja paroki/stasi dan biara. Dalam kurun waktu ini, umat dapat mengikuti misa secara daring (online) lewat live streaming Komsos Keuskupan Ruteng, maupun lewat radio milik Keuskupan Ruteng.

Kedua, pemberkatan jenazah dengan misa atau ibadat sabda di tengah keluarga, dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Maksimal peserta 10 orang dengan aturan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

Ketiga, misa untuk peringatan arwah, tidak dilaksanakan di rumah keluarga berduka. Tetapi dapat dirayakan oleh Pastor Paroki di Gereja hanya dengan keluarga inti. Keempat, pemberkatan nikah yang sudah direncanakan dalam kurun waktu di atas dapat dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Maksimal 30 peserta dengan aturan 5M.

“Untuk itu kami juga menghimbau umat untuk merayakan resepsi pernikahan sesederhana mungkin, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” tulis Uskup Siprianus dalam instruksi tersebut.

Kelima, semua pelayanan sakramen lainnya ditunda. Kecuali pelayanan sakramen minyak suci. Keenam, semua kegiatan pastoral tatap muka umat di Paroki, Stasi dan KBG ditunda. Ketujuh, gereja juga mengimbau umat untuk terlibat secara aktif dalam proses vaksinisasi Covid-19 yang sedang dijalankan saat ini. Tetap berdisiplin berperilaku 5M.

Kedelapan, instruksi ini berlaku sampai tanggal 31 Januari 2021. Setelah itu diberlakukan kembali instruksi pastoral Uskup Ruteng No 071/11. 1/V1/2020 tentang Pastoral dalam Normatlitas Baru. Seluruhnya diajak untuk menyerahkan harapan dan keselamatan kepada Tuhan yang maha pengasih dan maha pelindung.

Pasien Covid-19 Meninggal

Sementara Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lody Moa, dalam keterangan pers yang diterima TIMEXKUPANG.com, Jumat (15/1) menyembutkan, kemarin ada penambahan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.

Pasien tersebut, kata Lody, meninggal setelah 11 hari dirawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, dengan hasil pemeriksaan Rapid Antigen dan TCM, terkonfirmasi Positif Covid-19. Pasien tersebut sudah dimakamkan ditempat pemakaman keluarga dengan mengikuti protokol Covid-19.

Dengan demikian, lanjut Lodu, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Manggarai berjumlah tiga orang.

“Sampai dengan hari ini, Jumat (15/2) jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 hasil test rapid antigen dan test PCR di Kabupaten Manggarai berjumlah 239 orang,” ungkapnya.

Rinciannya, sambung Lodu, pasien Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng sebanyak 2 orang, pasien yang menjalani isolasi dan karantina di Wisma Atlet Stadion Golodukal 11 orang, pasien isolasi mandiri atau karantina mandiri di rumah berjumlah 138 orang. Sedangkan pasien yang sudah sembuh berjumlah 86 orang.

Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Manggarai ini, Lody berpesan kepada keluarga dan warga masyarakat yang pernah melakukan kontak erat dengan semua pasien yang terkonfirmasi Covid-19, agar dengan kesadaran dalam waktu 1×24 jam melaporkan diri ke petugas Satgas Covid-19. “Agar dilakukan pemeriksaan rapid antigen dan test PCR,” harapnya. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top