IGD RSUD Atambua Kembali Beroperasi setelah Sepekan Ditutup | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

IGD RSUD Atambua Kembali Beroperasi setelah Sepekan Ditutup


Suasana RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

IGD RSUD Atambua Kembali Beroperasi setelah Sepekan Ditutup


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek Atambua kembali beroperasi melayani pasien. Sebelumnya RSUD ini sempat ditutup sepekan karena ada petugas medis yang reaktif hasil Rapid Antigen. Tak cuma itu, RSUD ini ditutup karena kondisi ruang isolasi Covid-19 yang sudah over kapasitas akibat membludaknya pasien.

Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe saat dikonfirmasi Jumat (15/1) menjelaskan, IGD RSUD Atambua kembali beroperasi untuk melakukan pelayanan seperti biasa. Satu-satunya rumah sakit milik Pemkab Belu harus beroperasi bila tidak masyarakat kesulitan apalagi saat ini bencana Covid-19.

Menurut Frans, IGD RSUD Atambua, sudah disiapkan ruang screaning untuk setiap pasien yang berkunjung. Saat pemeriksaan awal, jika pasien yang diperiksa terindikasi Covid-19 akan diarahkan menuju IGD Covid-19 yang terletak di belakang atau gedung baru. Sedangkan pasien dengan status ringan tentunya diarahkan menuju IGD umum untuk mendapat pelayanan medis.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Bappeda ini, RSUD Atambua sudah siapkan tambahan 20 tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19. Dengan demikian, total tempat tidur yang disiapkan untuk isolasi pasien Covid-19 sebanyak 30 bad. Ini sudah termasuk 10 bad yang disiapkan sebelumnya.

Frans menyebutkan, saat ini Pemkab Belu juga sedang mempersiapkan lokasi khusus untuk karantina pasien Covid-19 dengan memanfaatkan gedung Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kupang di Haliwen. Ruang yang tersedia itu akan ditempatkan sebanyak 23 bad/tempat tidur.

BACA JUGA: Pemkab Belu Siapkan 3 Lokasi Penampungan Pasien Covid-19 dan TPU Khusus

BACA JUGA: Belu Terapkan WFH Mulai Hari Ini, Ada Nakes Reaktif Antigen, Sejumlah Puskesmas Ditutup

BACA JUGA: Satu Warga TTU Reaktif Rapid Test, RSUD Kefamenanu Hentikan Sementara Pelayanan

BACA JUGA: Pasien Reaktif Membludak, Manajemen RSUD SoE Tutup IGD

BACA JUGA: Penataan Selesai, IGD RSUD S. K. Lerik Kembali Beroperasi

“Lokasi ini nantinya khusus untuk menampung pasien Covid-19 yang kategori gejala ringan,” kata Frans.

Selain itu, lanjutnya, juga disiapkan RS Tentara Atambua sebagai rumah sakit secondline, yang juga khusus untuk merawat pasien Covid-19 bergejala ringan. “Ada 15 temat tidur di RS Tentara,” ujarnya.

 

Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe. (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

Frans menambahkan, dinas teknis yang menaganani pasien Covid-19 seperti RSUD, Dinkes dan lainnya sudah diminta untuk segera membuat rincian kebutuhan untuk pengadaan APD, obat-obatan termasuk sarana prasarana yang dibutuhkan terkait penanganan Covid-19.

“Kita sudah siap. Informasi data perkembangan Covid-19 kita juga akan umumkan setiap hari. Beberapa hari belum diumumkan karena kita sedang koordinasi untuk kesiapan ini dan ada juga pembaharuan SK Satgus sehingga butuh penyesuaian,” jelasnya.

Sejak November 2020, lanjut Frans, Bupati Belu, Willy Lay sudah mengeluarkan surat agar tidak memberikan izin keramaian karena saat ini kasus terus bertambah. Selain itu juga dilakukan sosialisasi dan penertiban masker di lokasi umum seperti toko dan pasar.

Frans mengimbau masyarakat Belu agar tetap menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top