Ada Penemuan Mayat di Sungai Talau, Polisi Beber Hasil Visum Luar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ada Penemuan Mayat di Sungai Talau, Polisi Beber Hasil Visum Luar


EVAKUASI. Jasad Alarico Da Conceicao, 60, warga yang ditemukan meninggal di Kali Talau, Kampung Talikabas, Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu saat dievakuasi ke RSUD Atambua untuk proses visum, Senin (18/1). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Ada Penemuan Mayat di Sungai Talau, Polisi Beber Hasil Visum Luar


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Sesosok mayat pria ditemukan di Kali Talau, Kampung Talikabas, Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Jasad pria paruh baya ini ditemukan Senin (18/1) sekira pukul 07.00 wita.
Jasad ini pertama kali ditemukan Petrus Leto Mali, 52, ketika hendak menuju ke lokasi kebunnya di seberang sungai. Saat melintas, ia melihat sesosok mayat di dalam Kalau Talau. Korban dalam posisi tidur menyamping mengenakan kaos orange, jaket abu-abu hitam, celana panjang warna abu-abu.

Petrus kemudian melapor kepada aparat Desa Sadi dan Bhabinkamtibmas Desa Sadi yang kemudian diteruskan ke Polres Belu.

Tak lama berselang, unit identifikasi Polres Belu mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat diidentifikasi, korban diketahui bernama Alarico da Conceicao, 60, warga Lesepu, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu. Jasad korban kemudian dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Atambua untuk dilakukan visum.

Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh, saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Wira Satria Yudha, Senin (18/1) membenarkan penemuan mayat di Kali Talau, Desa Sadi.

Sesuai keterangan saksi, kata Wira, korban Alarico Da Conceicao, 60, keluar dari rumah sejak Minggu (17/1) sekitar pukul 11.00 Wita. Saat keluar sempat ditegur oleh Novita Olibeira Martins, 14, dan sempat bertanya kepada korban.

“Saksi Novita sempat tanya Bai (Kakek, Red) mau kemana. Korban menjawab hendak ke rumah keluarga. Tetapi tidak menjelaskan keluarga yang mana,” tandasnya.

Kemudian, lebih Wira, sekitar pukul 18.00 Wita, korban belum juga pulang rumah. Sehingga pihak keluarga melakukan pencarian tetapi tidak mengetahui keberadaan korban. Korban akhirnya ditemukan keesokan harinya dalam kondisi sudah meninggal. Menurut keterangan keluarga, selama ini korban mengalami riwayat sakit stroke ringan dan dalam tahap pengobatan luar.

Dikatakan, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Atambua untuk visum. Sesuai keterangan dr. Robertus Brian Junarli yang melakukan visum luar terhadap jenazah, kata Wira, di tubuh korban terdapat luka di pelipis kanan dan pipi kanan.

Berdasarkan kesimpulan dokter, demikian Wira, luka tersebut bukan dari benda tajam melainkan akibat benturan benda tumpul. Mengenai penyebab kematian korban belum bisa dipastikan.

Wira menuturkan, terhadap kejadian tersebut, pihak keluarga korban tidak menghendaki dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Mereka menerima kematian korban sebagai musibah serta membuat surat pernyataan dan berita acara penolakan otopsi. “Jenazah sudah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top