Banjir Terjang Jembatan Koro Bhera, Aktifitas Warga Lumpuh | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Banjir Terjang Jembatan Koro Bhera, Aktifitas Warga Lumpuh


AMBRUK. Aparat Polres Sikka berdiri di tepi kali tempat Jembatan Koro Bhera di Kecamatan Mego putus akibat diterjang banjir. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Banjir Terjang Jembatan Koro Bhera, Aktifitas Warga Lumpuh


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Jembatan Gantung Desa Koro Bhera yang menghubungkan Desa Paga dan sejumlah desa di sekitarnya ambruk saat diterjang banjir yang mengguyur wilayah itu beberapa hari terakhir. Akibatnya aktifitas masyarakat setempat lumpuh total. Pasalnya jembatan gantung itu merupakan satu-satu penghubung yang bisa dilewati masyarakat Desa Koro Bhera dan sekitarnya.

Kepala Desa Koro Bhera, Darius Weu kepada media ini di Maumere, Minggu (17/1) menjelaskan, akibat terputusnya jembatan tersebut, masyarakat setempat hanya bisa pasrah menunggu bantuan pihak lain agar warga bisa kembali melakukan akses ke desa lain ataupun ke kota.

“Dengan putusnya jembatan Koro Bhera ini, maka tidak ada alternatif jalan lain yang bisa digunakan masyarakat Koro Bhera. Kami berharap ada upaya pihak lain untuk membantu masyarakat Desa Koro Bhera bisa beraktifitas ke desa tetangga atau ke kota,” kata Darius.

Selain menghanyutkan jembatan gantung, menurut Darius, banjir juga menyapu areal persawahan dan tanaman komoditi lainnya milik masyarakat setempat. Sebagai pemerintah desa, lanjut Darius, pihaknya berupaya mencari alternatif lain agar masyarakat bisa melakukan aktifitas keluar desa.

Salah satu warga Paga, Sius Kombe kepada media ini menyebutkan, putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Paga dengan Desa Koro Bhera itu karena bahan bangunan jembatan yang dirancang tidak sesuai kondisi kali yang ada di wilayah Koro Bhera.

“Oleh karena itu kedepannya pembangunan jembatan gantung itu harus menggunakan rangka baja yang kokoh dan harus sesuai dengan kondisi kali tersebut sehingga bila terjadi banjir tidak mudah roboh,” jelas Sius.

Warga Paga lainnya, Alfred Mere menambahkan, ambruknya jembatan gantung tersebut melumpuhkan mobilsasi warga setempat. Jembatan itu menghubungkan desa persiapan Ae Bubu, Kecamatan Paga dan Desa Koro Bhera di Kecamatan Mego. “Hingga saat ini di wilayah Kecamatan Paga dan Mego masih mengalami hujan lebat, sehingga banjir dikali itu belum surut bahkan bertambah besar,” ungkap Alfred. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top