Relawan Covid-19 Bongkar Dugaan Kebohongan Pj Kades Gera | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Relawan Covid-19 Bongkar Dugaan Kebohongan Pj Kades Gera


TUNTUT HAK. Para relawan Covid-19 Desa Gera, Kecamatan Mego saat mendatangi kantor desa setempat, Sabtu (16/1). Mereka mempertanyakan jasa mereka sebagai relawan tahun 2020 kepada Pj Kades. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Relawan Covid-19 Bongkar Dugaan Kebohongan Pj Kades Gera


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Kebohongan Penjabat Kepala Desa (Kades) Gera, Kecamatan Mego, Antonius Toni akhirnya terbongkar setelah sejumlah relawan Covid-19 membeberkan perilaku sang kades saat mendatangi kantor desa setempat, Sabtu (16/1).

Sebagaimana diketahui, Pj Kades Gera, Antonius Toni menyatakan telah membayar jasa relawan Covid-19 desa itu tahun 2020 lalu. Faktanya, berdasarkan pengakuan para relawan ternyata apa yang disampaikan Pj Kades Gera tak pernah diwujudkan hingga kini.

Warga yang mendatangi Kantor Desa Gera akhir pekan lalu itu, diantaranya Hidensius Giliardus, Paulus Kame, Gaudensius Gili, dan sejumlah warga lainnya. Mereka menilai Kades Antonius melakukan pembohongan publik dengan maksud menutup perilakunya dari pengawsan masyarakat. Herannya, ketika relawan Covid-19 datang meminta upah mereka, ada relawan yang dipukul. Bahkan Antonius mengaku uang relawan sudah habis. Antonius Toni menyatakan bahwa sudah ada perubahan SK terhadap relawan Covid-19.

“Hari ini kami mau menunggu Pj Desa Gera untuk meminta pertanggungjawabannya atas upah relawan Covid-19 selama awal masa Covid-19 tahun 2020 yang belum dibayar. Sementara kepada media ia mengaku kalau rewan sudah dibayar semuanya,” tegas Paulus Kame.

Paulus menilai, sejumlah relawan Covid-19 yang telah bekerja siang dan malam selama masa Covid-19 tidak pernah dibayar satu sen pun. Ketika warga bertanya, Antonius selalu berdalih dengan argumen yang membuat warga masyarakat resah dan kecewa.

Paulus mencontohkan salah seorang mahasiswa yang bekerja sebagai tenaga relawan tidak pernah dibayar, padahal tengah malam pun diperintahkan untuk bekerja melakukan pengawasan di wilayah Desa Gera.

Hal senada disampaikan Hidensius Giliardus. Ia dengan tegas membeberkan bahwa relawan yang posko Covid-19 berada di depan rumahnya itu, tidak pernah ada absen. Herannya, relawan yang bekerja sejak awal munculnya Covid-19 tahun 2020 lalu, hingga kini belum dibayar.

Mirisnya lagi, kata Hidensius, para ASN di Desa Gera itu justru mendapat jatah dana Covid-19, padahal para PNS itu bukan sebagai relawan. PNS yang merasa tidak bekerja dan mendapatkan jatah itu, merasa kaget dan bertanya soal uang yang diterima tersebut, jawaban Pj kades Gera ini justru membingungkan. Antonius mengaku kalau uang yang diberikan itu karena PNS juga termasuk warga masyarakat yang terpapar.

“Kami warga merasa heran, relawan yang bekerja siang dan malam selama masa Covid-19 tidak dibayar, tetapi para PNS yang tidak bekerja sebagai relawan justru diberi uang. Contohnya salah satu PNS mengaku kaget menerima uang yang diberikan Pj. Ketika ditanya, sang Kades menyatakan uang itu juga bagian untuk ASN sebagai warga masyarakat yang terpapar,” jelas Hidensius.

Warga lainnya, Gaudensius Gili mengungkapkan, selain belum membayar jasa relawan Covid-19, Pj Kades Gera juga belum menuntaskan dana BLT dana desa. Kades beralasan uangnya habis.

Gili menilai jawaban yang disampaikan Pj Kades Gera itu konyol dan memalukan. Formulasi bahasa yang disampaikan Pj itu justru membuat kekecewaan di masyarakat.

“Kami mamsyarakat akan tetap datang meminta hak kami karena ini uang negara yang diberikan kepada masyarakat. Jika Pj Kades tetap tidak memberikan uang itu, maka kami akan melaporkan k pihak kepolisian,” ancam Gili.

Penjabat Kades Gera, Antonius Toni sebelumnya kepada media ini, mengaku jasa relawan Covid-19 sudah dibayar semuanya. Pembayaran itu sesuai kinerja para relawan.

Bagi relawan yang kerjanya hanya satu bulan maka dibayar satu bulan. Demikian halnya jika bekerja penuh maka akan dibayar penuh. Bagi PNS yang mendapatkan uang Covid-19 itu, karena mereka juga sebagai relawan sesuai SK kedua yang ia terbitkan.

“Semua relawan Covid-19 sudah saya bayar semuanya. Hal itu terbukti dengan tanda tangan saat penerimaan uang tersebut. Bukan Cuma itu, saat penerimaan uang relawan itu juga disertai dengan dokumen berupa foto,” ungkap Toni. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top