6 Jam Diguyur Hujan, Ruas Jalan Pantura Kota Maumere Bak Kolam Renang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

6 Jam Diguyur Hujan, Ruas Jalan Pantura Kota Maumere Bak Kolam Renang


MIRIP KOLAM. Inilah salah satu titik genangan air hujan di jalan utama dalam Kota Maumere, kemarin (18/1). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

6 Jam Diguyur Hujan, Ruas Jalan Pantura Kota Maumere Bak Kolam Renang


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah titik jalan utama dalam Kota Maumere, Kabupaten Sikka, khususnya pada ruas jalan Pantura Senin (18/1) bak kolam renang. Genangan air ini diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur sebagian besar Kabupaten Sikka kemarin (18/1) selama lebih kurang enam jam lamanya.

Seperti disaksikan media ini Senin (18/1) sore sekira pukl 15.30 Wita, ruas jalan pantura di wilayah Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, seluruh badan jalan tergenang air. Titik genangan lainnya juga terlihat di ruas Jalan El Tari, Jalan Soekarno-Hatta, dan ruas Jalan Ahmad Yani.

Tak cuma itu, jalan utama tepatnya di depan rumah jabatan tiga pimpinan DPRD Sikka juga mengalami hal yang sama. Air yang menggenangi seluruh badan jalan membuat mobilitas transportasi menjadi terhambat.

BACA JUGA: Banjir Terjang Jembatan Koro Bhera, Aktifitas Warga Lumpuh

Salah seorang warga Kota Uneng, Adrianus, 52, menuturkan, air yang menggenangi badan jalan itu disebabkan tidak tersedianya drainase yang memadai sehingga ketika terjadi hujan lebat, airnya tergenang. Saluran drainase memang ada, namun dibangun asal-asalan saja sehingga ketika hujan, air tidak mengalir di saluran drainase, namun menggenangi jalanan.

“Air yang menggenangi seluruh badan jalan ini karena tidak tersedianya drainase yang memadai. Kalaupun ada drainase, tidak dapat berfungsi maksimal karena banyak yang tersumbat,” ungkap Adrianus.

Adrianus menyebutkan, genangan air yang memenuhi badan jalan selain di wilayah Kelurahan Kota Uneng, juga terjadi di wilayah lain di Kota Maumere. Contohnya di wilayah perumnas tepatnya ruas jalan menuju Tugu Mof. Di titik ini banyak titik sumbatan di saluran drainase yang ada.

Hal senada juga dikemukakan warga Kota Uneng lainnya, yakni Alimudin. Menurutnya, genangan air itu disebabkan oleh konstruksi drainase yang tidak memadai. Disamping itu kurangnya kesadaran masyarakat yang selalu membuang sampah ke saluran drainase. Akibatnya ketika terjadi hujan deras banyak drainase yang tersumbat. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top