Bupati Janji segera Bangun Ruas Jalan Alternatif | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Janji segera Bangun Ruas Jalan Alternatif


TINJAU LOKASI BENCANA. Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo meninjau lokasi bencana banjir bandang tepatnya di lokasi jembatan Koro Bhera yang terputus akibat diterjang banjir Minggu (17/1). Bupati meninjau lokasi itu Senin (18/1) pagi. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Janji segera Bangun Ruas Jalan Alternatif


Pasca Putusnya Jembatan Koro Bhera

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo langsung terjun ke lapangan memeriksa jembatan Koro Bhera yang runtuh pasca diterjang banjir bandang pada Minggu (17/1).

Bupati yang akrab disapa Robi Idong itu datang ke lokasi bencana Senin pagi (18/1) sekira pukul 06.30 Wita. Kepada media ini Senin (18/1) siang, Bupati Robi mengaku telah mengunjungi lokasi bencana putusnya jembatan Koro Bhera. Setelah melihat kondisi wilayah itu, Bupati Robi berjanji segera mengerjakan jalan alternatif menggunakan dana tanggap darurat.

“Saya sudah pantau langsung ke Desa Koro Bhera untuk melihat jembatan gantung yang putus diterjang banjir bandang. Kondisinya memprihatinkan sehingga saya minta untuk segera kerjakan jalan alternatif menggunakan dana tanggap darurat,” ungkap Bupati Robi.

BACA JUGA: Banjir Terjang Jembatan Koro Bhera, Aktifitas Warga Lumpuh

BACA JUGA: Ruas Jalan Manu Kako-Wolo One Rusak Berat, Warga Gera Tunggu Janji Bupati

Menurut Bupati Robi, pembangunan jalan alternatif itu bertujuan agar masyarakat desa setempat dapat beraktifitas secara normal.

“Jalan alternatif harus dikerjakan karena masyarakat di Desa Koro Bhera tidak punya akses lain sebagai jalan alternatif. Selama ini aktifitas masyarakat hanya mengandalkan jembatan gantung itu,” kata Robi.

Kepala Desa Koro Bhera, Darius Weu kepada media ini menjelaskan bahwa banjir bandang tahun 2021 ini merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan banjir tahun-tahun sebelumnya. Akibat banjir bandang itu, selain jembatan putus, sejumlah areal persawahan warga juga rusak berat.

“Banjir tahun ini merupakan yang terbesar kalau dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain jembatan putus, areal persawahan juga rusak berat akibat diterjang banjir,” kata Darius. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top