Gegara Hal Ini, ASN Pemkab TTS Polisikan Pansel Pejabat Eselon II | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gegara Hal Ini, ASN Pemkab TTS Polisikan Pansel Pejabat Eselon II


Kasat Reskrim Polres TTS, IPTU Hendrick Bahtera usai memberikan keterangan terkait dugaan tindak pidana kecurangan seleksi pejabat tinggi pratama di Mapolres TTS, Selasa (19/1). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Gegara Hal Ini, ASN Pemkab TTS Polisikan Pansel Pejabat Eselon II


Polres TTS Mulai Selidiki, Kasat Reskrim: Sekda dan Kepala BKD Sudah Beri Klarifikasi

SOE, TIMEXKUPANG.com-Tahapan seleksi pejabat tinggi pratama Esalon II lingkup Pemerintahan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang dilangsungkan pada akhir 2020 berbuntut panjang. Proses yang sementara berlangsung terpaksa dilaporkan ke kepolisian karena diduga terjadi manipulasi dukumen hingga adanya kecurangan yang dilakukan panitia seleksi (Pansel). Laporan tersebut tengah dilakukan penyelidikan oleh penyidik Polres TTS.

Kapolres TTS, AKBP Andre Librian melalui Kasat Reskrim Polres TTS, IPTU Hendrick Bahtera membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurut Hendrick, laporan dugaan tindak pidana pemalsuan dukumen dan kecurangan pada seleksi pejabat pratama Esalon II itu dilaporkan pada 29 Desember 2020 lalu.

Tercatat, sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP), nomor STTLP/313/XII/2020/RESTTS, laporan tersebut dilaporkan oleh Otniel Tallo Tahun, 54, bahwa pada 8 Desember 2020 bertempat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) TTS telah terjadi tindak pidana kecurangan seleksi pejabat tinggi pratama.

“Dengan adanya kejadian tersebut terlapor mendatangi SPKT Mapolres TTS untuk membuat laporan resmi agar bisa proses sesuai aturan hukum yang berlaku. Setiap laporan dari masyarakat kita terima dan akan diproses sesui dengan aturan dan tetap profesional,” ujar Hendrick Bahtera ketika dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com, Selasa (19/1).

Lanjutnya dengan adanya laporan masyarakat tentu ada sebab dan akibat sehingga pihaknya perlu melakukan penelusuran lebih jauh terkait kasus ini.

Status kasus tersebut masih penyelidikan dan terdapat beberapa pihak sudah dimintai klarifikasi terkait laporan tersebut. “Pelapor tidak melapor tindak pidana yang dilakukan perseorangan namun secara umum yakni tim pansel,” katanya.

Dari kurang lebih 20 pihak yang akan dimintai klarifikasi, terdapat dua orang yang sudah memberikan keterangan atau klarifikasi yakni Sekda TTS, Marthen Selan, dan Kepala BKD.

“Sekda sebagai Ketua Tim seleksi pejabat tinggi pratama dan Kepala BKD sudah memenuhi undangan klarifikasi kami, dalam waktu dekat akan dijadwalkan untuk pansel yang lain lagi,” ungkapnya.

Otniel Tallo Tahun yang dikonfirmasi sebelumnya enggan memberikan komentar lebih jauh tentang laporannya itu. Ia hanya menyarankan untuk konfirmasi ke penyidik karena ia telah membeberkan semuanya kepada penyidik.

Sementara Sekda TTS, Marthen Selan hingga berita ini di-publish belum bisa dikonfirmasi terkait laporan dugaan tindak pidana kecurangan seleksi pejabat tinggi pratama. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top