Petani Sulit Dapat Pupuk, Ini Perintah Bupati Sikka untuk Kadis Pertanian | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Petani Sulit Dapat Pupuk, Ini Perintah Bupati Sikka untuk Kadis Pertanian


Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat memimpin rapat koordinasi bersama instansi teknis, Senin (18/1). Salah satu yang jadi fokus pembahasan adalah menyelesaikan persoalan pupuk bagi para petani. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Petani Sulit Dapat Pupuk, Ini Perintah Bupati Sikka untuk Kadis Pertanian


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menyikapi serius keluhan petani di wilayah itu terkait kesulitan mendapatkan pupuk.

Saat rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Sikka, kemarin (18/1), Bupati yang akrab disapa Robi Idong itu meminta Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) untuk segera menyelesaikan administrasi petani di Sikka agar permasalahan memperoleh pupuk bisa dituntaskan.

Bupati Robi menegaskan hal itu karena Ia mendapatkan informasi mengenai kesulitan para petani untuk mendapatkan pupuk, termasuk kesulitan petani untuk pengurusan administrasi dalam urusan mendapatkan pupuk. Hadir dalam rapat koordinasi itu salah seorang distributor tunggal, Budi Gomel.

Bupati Robi meminta Kadistan untuk tidak main-main dalam urusan administrasi untuk mendapatkan pupuk bagi para petani di Sikka. Menurut Bupati Robi, dimasa pandemi Covid-19 ini, perlu dilakukan pemulihan ekonomi, karena itu sektor yang harus diperkuat adalah bidang pertanian. Oleh karena itu tanggung jawab utama urusan pupuk ini adalah Dinas Pertanian.

“Saya mengunjungi sejumlah petani, disetiap kebun yang saya kunjungi, masalah yang disampaikan petani yakni kesulitan untuk mengakses agar mendapatkan pupuk, sebab sistemnya hanya melalui satu pintu. Apalagi sistem administrasi yang kurang maksimal. Petani harus bolak balik hanya untuk mengurus administrasi,” kata Robi.

Bupati Robi menuturkan, petani di Sikka rata–rata memiliki keterbatasan, karena itu apabila ada persoalan mestinya tidak boleh lengah. Dinas Pertanian harus mengurusnya. Pasalnya, dengan keterbatasan pendidikannya, para petani bisa putus asa. Bahkan bisa nekad tidak mau mengurus lahannya lagi. Jika hal ini terjadi maka akan berdampak buruk bagi para petani lantaran produksi pertaniannya menurun.

“Banyak petani yang memiliki keterbatasan dari sisi pendidikannya, karena itu dinas pertanian tidak boleh lengah, harus cepat tanggap dan harus segera mengambil langkah untuk membantu para petani,” tegas Bupati Robi.

Bupati Robi meminta Dinas Pertanian agar segera mengambil langkah-langkah strategis. Memanfaatkan seluruh personil di Dinas Pertanian untuk membantu para petani dalam pengurusan administrasi. “Saya tegaskan agar para petani tidak boleh ada yang tidak memiliki kartu tani,” tandasnya.

Robi juga meminta Dinas Pertanian agar RDKK diisi, sesuai kondisi faktual. Berapa total lahan petani, berapa jumlah petani, dan berapa kelompok tani yang terdata. Selain itu, bagi petani yang belum masuk dalam kelompok harus segera dimasukkan dalam kelompok tani.

“Para petani harus difasilitasi, hitung berapa jumlah kelompok tani, jumlah petani, bagi petani yang belum masuk kelompok maka harus dimasukkan. Ini semua merupakan peran utama PPL,” pinta Robi. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top