Tak Menolong Korban yang Jatuh Dalam Sumur, Eda Selan Terancam Penjara | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tak Menolong Korban yang Jatuh Dalam Sumur, Eda Selan Terancam Penjara


EVAKUASI. Jasad Kornelius Tampani usai dievakuasi dari dalam sumur milik Yakob Selan, Sabtu (16/1). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Tak Menolong Korban yang Jatuh Dalam Sumur, Eda Selan Terancam Penjara


Jasad Kornelius Tampani Dievakuasi dari Sumur Milik Yakob Selan

SOE, TIMEXKUPANG.com-Eda Selan, 50, warga RT 09/08, Desa Nule, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terancam hukuman penjara akibat tidak melakukan upaya pertolongan terhadap korban Kornelius Tampani, 68, yang jatuh ke dalam sumur dan meninggal dunia.

Eda diganjar dengan Pasal 181 KUHP tentang menyembunyikan kematian orang lain dengan ancaman hukuman penjara 9 bulan penjara dan Sup Pasal 531 KUHP tentang kewajiban menolong yang membutuhkan pertolongan dengan ancaman 3 bulan.

Demikian disampaikan Kapolres TTS, AKBP Andre Librian melalui Kasat Reskrim Polres TTS, IPTU Hendrick Bahtera di Mapolres TTS, Selasa (19/1).

Dikatakan sejak pengakuan tersangka atas inseden jatuhnya koban ke dalam sumur sedalam 15 meter, pihaknya langsung mengamankan Eda Selan di Mapolres TTS guna dimintai keterangannya.

“Kami sudah lakukan pemeriksaan dan dia mengaku melihat korban saat jatuh ke dalam sumur. Bahkan korban sempat meminta tolong namun ia tidak menolong korban,” katanya.

Sebelumnya, korban menghilang dari rumah sejak tanggal 18 Desember 2020 sekitar pukul 10:00 wita dan baru mendapat informasi jelas terkait keberadaan korban di dalam sumur tanggal 12 Januari 2021.

BACA JUGA: Tidak Temukan Jasad dalam Sumur, Basarnas Hentikan Pencarian

BACA JUGA: Muncul Aroma Tak Sedap dari Sumur, Ternyata Ada Jasad di Dalam

Melalui laporan warga, Basarnas Kupang pun diterjunkan untuk mengevakuasi korban yang dipastikan dalam sumur milik Yakob Selan tersebut karena sudah mengeluarkan aroma tak sedap yang diperkuat dengan keterangan tersangka.

Tim Basarnas yang beranggotakan sebanyak 9 orang itu membutuhkan waktu 3 jam untuk mencari korban di dalam sumur namun tidak berhasil menemukan korban. Basarnas memutuskan untuk berhenti mencari korban karena menurut mereka tidak ada dalam sumur.

Tim Basarnas hanya menemukan sejumlah potongan pakaian, zak semen serta belatung yang diduga belatung dari jasad manusia. Belatung itu kemudian diserahkan kepada dokter untuk diperiksa pada laboratorium agar memastikan belatung dari jasad manusia atau bukan.

Sambil menanti hasil, tiga hari berselang tepatnya pada Sabtu (16/1), keluarga dan warga sekitar didampinggi anggota polisi serta Babinsa kembali mencari korban di dalam dasar sumur. Alhasil jasad Kornelius Tampani berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Kondisi jasad Kornelius yang terkubur dari lumpur dan pasir yang diduga sengaja dimasukan tersangka itu tidak utuh lagi. Tangan dan kepala sudah terpisah dari tubuhnya.

Terhadap jasad ayah yang diketahui sebagai sosok pekerja keras itu kemudian dilakukan visum oleh dokter dibantu tim identifikasi dari Polres TTS, kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top