Anak Muda Lintas Agama Gelar Diskusi Online, Ini yang Dibahas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Anak Muda Lintas Agama Gelar Diskusi Online, Ini yang Dibahas


Tangkapan layar peserta diskusi online anak muda lintas agama dan narasumber Rm. Siprianus Senda, dan Vikaris Asaria Bara Lawing, S.Th., kemarin (19/1). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Anak Muda Lintas Agama Gelar Diskusi Online, Ini yang Dibahas


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Komunitas Solidaritas Misericordia Kupang yang terdiri dari anak muda lintas agama menyelenggarakan diskusi online dalam rangka Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani, Selasa (19/1).

Diskusi ini bertema “Pekan Doa Sedunia dan Lima Tugas Gereja”. Hadir sebagai narasumber pada diskusi online ini, Rm. Siprianus Senda, Ketua Komisi Kitab Suci KAK sekaligus pastor pendamping komunitas Solidaritas Misericordia, serta Vikaris Asaria Bara Lawing, S.Th., calon Pendeta GMIT yang sedang melaksanakan praktik vikaris di GMIT Tarus.

Romo Sipri menjelaskan materi tentang pekan doa sedunia, sedangkan vikaris Aris menjelaskan panca tugas gereja yaitu Koinonia, Liturgia, Diakonia, Kerygma, dan Martyria.

Dalam paparan materi, kedua narasumber menjelaskan kehadiran gereja-gereja yang berdoa untuk persatuan dan karya pelayanan ekumenis sebagai implementasi lima tugas gereja.

Vikaris Aris menjelaskan dengan rinci kelima tugas tersebut dan mengaitkannya dengan kehadiran komunitas solidaritas Misericordia yang ekumenis disertai contoh-contoh praktis dari kelima tugas tersebut.

Misalnya memberi kesaksian iman atau martyria melalui medsos dengan cara komunikasi yang membangun persaudaraan, bukannya mem-bully sesama. Contoh lain adalah bagaimana kehadiran gereja-gereja termasuk anggota solidaritas Misericordia sebagai anggota gereja, dalam menyikapi bersama masalah-masalah kemanusiaan seperti Covid-19, kerusakan lingkungan, HIV, human trafficking, intoleransi, bunuh diri, dll.

“Sebagai anggota gereja, kita mengemban kelima tugas gereja untuk berjuang bersama mengatasi masalah kemanusiaan yang menerpa kehidupan kita bersama. Maka penting sekali kita membangun kerjasama lintas agama, lintas gereja untuk melaksanakan misi perutusan kita sebagai Tubuh Kristus,” tandas vikaris kelahiran Alor ini.

Dalam sesi diskusi, beberapa peserta bertanya tentang bagaimana sikap gereja terhadap pelbagai persoalan seperti human trafficking, korupsi, pelecehan seksual, tantangan sebagai minoritas di daerah tertentu, peran pemimpin agama yang diskriminatif dan ekslusif terhadap agama lain.

Semua pertanyaan itu ditanggapi oleh kedua nara sumber dengan penjelasan yang menekankan pentingnya menghayati ajaran Tuhan Yesus yakni cinta kasih, sikap inklusif, menghargai perbedaan, mengembangkan pemberdayaan masyarakat lokal, pendidikan ekumene, dll.

Semua peserta menyatakan antusiasme dan apresiasi yang tinggi atas kegiatan positif seperti ini di tengah pandemi Covid-19. Semua berharap agar diskusi yang mencerahkan ini dapat dilakukan lagi pada kesempatan lain. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top