Listyo Sigit: Hukum Tidak Boleh Tajam ke Bawah tapi Tumpul ke Atas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Listyo Sigit: Hukum Tidak Boleh Tajam ke Bawah tapi Tumpul ke Atas


Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

NASIONAL

Listyo Sigit: Hukum Tidak Boleh Tajam ke Bawah tapi Tumpul ke Atas


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo saat ini tengah menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI.

Dalam paparannya, Listyo mengatakan jika nanti dirinya menjadi Kapolri, maka hukum haruslah adil. Tidak boleh hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

“Ke depan tidak boleh lagi ada hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, tidak boleh ada kasus Nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum,” ujar Listyo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/1).

“Tidak boleh ada lagi seorang ibu melaporkan anaknya kemudian ibu tersebut di proses dan sekarang sedang berlangsung prosesnya dan akan masuk persidangan,” tambahnya.

Menurut Listyo penegakan hukum kedepannya harus dengan rasa keadilan bagi masyarakat. Bukan hanya dalam rangka kepastian hukum. Sehingga tidak lagi terjadi ibu yang melaporkan anaknya. Termasuk juga kasus Nenek Minah ini.

BACA JUGA: Calon Kapolri, Trimedya: Listyo Sigit Sudah Dipanggil Jokowi

“Betul penegakan hukum harus dilakukan secara tegas namun humanis. Saat ini masyarakat perlu penegakan hukum yang menegakan rasa keadilan bagi masyarakat, bukan penegakan hukum bukan dalam rangka untuk kepastian hukum,” katanya.

Jika dirinya menjadi Kapolri ini adalah fokus utama yang akan diperbaiki. Hukum berdasarkan rasa keadilan bukan dalam rangka kepastian hukum.

“Sehingga mampu ubah wajah Polri menjadi Poliri yang penuhi harapan masyarakat Polri yang penuhi harapan rakyat dengan orientasi pada kepentingan masyarakat berbasis hukum berkeadilan dan hormati HAM serta mengawal proses demokrasi,” ungkapnya.

Listyo juga menegaskan pihaknya terbuka dengan masukan-masukan dari masyarakat. Hal itu dilakukan agar Polri semakin baik ke depannya. Sehingga bisa mewujudkan harapan masyarakat dalam bidang penegakan hukum.

“Tentunya banyak hal yang kami dapat, ada saran masukan ada kritik dan harapan tentang Polri ke depan. Bagaimana untuk tetap wujudkan rasa keadilan transparan dan tentunya potret lain tentang kondisi saat ini yang harus diperbaiki,” pungkasnya. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top