Mengendap 4,5 Tahun, Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur Akhirnya P21 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mengendap 4,5 Tahun, Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur Akhirnya P21


Kasi Intel Kejari Sikka, Cornelis S. Oematan, SH. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Mengendap 4,5 Tahun, Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur Akhirnya P21


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dengan korban berinisial EDJ, warga Dusun Welakiro, Kecamatan Paga yang mengendap selama lebih kurang 4,5 tahun akhirnya sampai pada tahap P21. Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka kini tinggal menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti untuk proses menuju persidangan.

Kajari Sikka, Fahmi, SH., MH melalui Kasi Intel Kejari Sikka, Cornelis S. Oematan, SH., di Maumere, Selasa (12/1) lalu menjelaskan, berkas tersangka pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur sudah memenuhi syarat formil maupun materiil sehingga dinyatakan P21 atau lengkap.

“Berkas tersangka sudah P21, ini artinya sudah memenuhi syarat formil maupun materil. Kami tinggal menunggu kapan pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan,” kata Cornelis.

Cornelis menegaskan, dengan status P21 ini, publik tidak perlu ragu lagi terkait kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang sempat menyita waktu 4,5 tahun lamanya. Kini pelaku sudah ditangkap dan ditahan serta berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejari Sikka. Proses ini kata Cornelis pihak kejaksaan sudah bekerja sangat maksimal.

“Jika tersangka sudah dilimpahkan bersama barang buktinya, maka akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Maumere untuk disidangkan,” tandas Cornelis.

BACA JUGA: Kasus Perkosaan 4,5 Tahun Silam Direka Ulang, Ini 3 Permintaan Tim Kuasa Hukum

Cornelis menambahkan, jika tersangka sudah diserahkan, pihak penuntut umum Kejari Sikka akan menyiapkan dakwaan untuk segera dilimpahkan ke PN Maumere.

Sebagaimana diketahui, kasus perkosaan anak di bawah umur dengan korban berinisial EDJ ini sempat mengendap selama 4,5 tahun. Kasus ini sukses ditindaklanjuti dengan tertangkapnya pelaku Jhon oleh pihak Polres Sikka.

Pengusutan kasus ini menjadi atensi setelah sebanyak 13 pengacara di Sikka dipimpin Dominikus Tukan, SH menggugat Polres Sikka atas mandeknya penanganan kasus pemerkosaan terhadap EDJ.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus EDJ ditangani dua pengacara atas nama Paulus Hendry Caesario Lameng, SH, dan Agustinus Haryanto Jawa, SH.

Akibat gugatan 13 pengacara di Sikka ini, pihak Polres Sikka kemudian melakukan reka ulang kasus tersebut di Dusun Welakiro, Jumat (23/10/2020). Rekosntruksi di TKP itu dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Wahyu Agha Ary Septyan S.SIK, Kamis (22/10/2020). (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top