Otniel Tahun Beber Dugaan Kecurangan Seleksi Pejabat di TTS, Ketua Pansel Bungkam | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Otniel Tahun Beber Dugaan Kecurangan Seleksi Pejabat di TTS, Ketua Pansel Bungkam


Sekda TTS yang juga Ketua Pansel Seleksi Pejabat Eselon II, Marthen Selan. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Otniel Tahun Beber Dugaan Kecurangan Seleksi Pejabat di TTS, Ketua Pansel Bungkam


SOE, TIMEXKUPANG.com-Kapala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Timor Tengah Selatan (TTS), Otniel Tahun mulai buka-bukaan terhadap dugaan tindak pidana kecurangan yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) Pejabat Tinggi Pratama Esalon II lingkup Pemkab TTS pasca melapor ke Polres TTS.

Kepada TIMEXKUPANG.com, Otniel Tahun mengaku tidak bisa diam ketika melihat adanya dugaan kecurangan yang dilakukan Pansel pejabat esalon II tersebut sehingga ia memilih langkah hukum dengan melapor ke Polres TTS.

Otniel menyebutkan, dugaan kecurangan tersebut berupa adanya rekayasa oleh Pansel terhadap persyaratan pengalaman jabatan administrator dari lima tahun menjadi tiga tahun.

Padahal sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, pada pasal 107 huruf C poin 3 mengamanatkan pengalaman jabatan administrator dalam jabatan pimpinan tinggi pratama secara komulatif paling kurang lima tahun. “Artinya, pengalaman jabatan itu mutlak dan tidak boleh dikurangi,” kata Otniel.

Pansel, lanjut Otniel, dinilai berlaku tidak adil dalam melakukan evaluasi administrasi dimana terdapat peserta yang tidak memenuhi syarat administrasi namun tetap dinyatakan lulus.

“Hal ini bertentangan dengan Peraturan Bupati TTS Nomor 22 Tahun 2017 tentang tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama, khususnya pada pasal 5 poin 2 huruf c,” beber Otniel.

BACA JUGA: Gegara Hal Ini, ASN Pemkab TTS Polisikan Pansel Pejabat Eselon II

Otniel menambahka, Pansel juga diduga telah merekayasa tata cara evaluasi dokumen administrasi peserta yang tidak memenuhi syarat administrasi berkaitan dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan untuk menduduki jabatan tinggi pratama pada Dinas PUPR.

Menurtunya, hal ini bertentangan dengan Keputusan Bupati TTS Nomor 15/KEP/HK/2020 tentang standar kompetensi jabatan tinggi pratama. Pansel melakukan hal tersebut diduga hanya untuk memenuhi syarat jumlah minimal peserta seleksi.

“Ada dugaan kecurangan yang dilakukan panitia seleksi untuk menguntungkan pihak tertentu. Hal ini sudah saya laporkan ke Pak Bupati namun tidak ada tanggapan sehingga jalan terakhir saya melaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya terlapor melamar jabatan Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTS bersadarkan proses seleksi yang dilakukan Pansel. Namun dirinya kembali dilantik sebagai Kabag ULP TTS.

Ketua Pansel yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) TTS, Marthen Selan bungkam ketika dikonfirmasi media ini terkait dugaan tindak pidana kecurangan pada seleksi pejabat tinggi pratama lingkup Pemkab TTS sesuai laporan polisi nomor STTLP/313/XII/2020/RESTTS tertanggal 29 Desember 2020.

Marthen Selan meminta awak media untuk konfirmasi langsung ke Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun terkait hal tersebut. Padahal, terlapor dalam laporan tersebut adalah panitia seleksi.

“Pak dong kan biasa dengan Pak Bupati, jadi langsung dengan Bupati saja. Sudah satu tahun Pak tidak omong dengan saya toh. Jadi langsung dengan Pak Bupati saja. Saya tidak mau komentar,” kata Marthen ketika dikonfirmasi di Kantor Bupati TTS, Rabu (20/1). (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top