Pimpin Fit and Proper Test Calon Kapolri, HH: Komisi III Jalankan Tugas Konstitusional | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pimpin Fit and Proper Test Calon Kapolri, HH: Komisi III Jalankan Tugas Konstitusional


Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry (kedua kiri) didampingi calon Kapolri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan Kapolri Jend Pol Idham Azis (kedua kanan) sesaat sebelum berlangsungnya fit and proper test calon Kapolri di ruang rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1). (FOTO: ISTIMEWA)

POLITIK

Pimpin Fit and Proper Test Calon Kapolri, HH: Komisi III Jalankan Tugas Konstitusional


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Hari ini (20/1), Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang menjadi calon tunggal Kapolri memenuhi undangan Komisi III DPR untuk menjalani fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry. Dalam pengantarnya, Herman menegaskan fit and proper test adalah bagian dari tugas konstitusional DPR.

“Proses ini sekaligus tugas dan tanggung jawab konstitusional kami selaku anggota DPR dalam menyuarakan aspirasi sekaligus melaksanakan fungsi pengawasan atas kebijakan pemerintah,” kata sosok yang akrab disapa HH itu di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

Herman melanjutkan, berdasarkan Pasal 11 UU No 2 Tahun 2002 tentang Polri, Presiden Republik Indonesia mengajukan nama calon Kapolri ke DPR, selanjutnya DPR dapat menyetujui atau menolak usulan presiden tersebut.

“Maka dari itu, proses fit and proper test ini akan menjadi proses terakhir dalam rangkaian pengangkatan calon Kapolri,” papar Herman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/1).

BACA JUGA: Listyo Sigit: Hukum Tidak Boleh Tajam ke Bawah tapi Tumpul ke Atas

Lebih lanjut, berdasarkan UU, Polri di dalam tugas dan fungsinya menjalankan fungsi pemerintah negara di dalam pemeliharaan negara dan masyarakat, penegakan hukum pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Atas dasar itu, menurut Herman, posisi Kapolri adalah jabatan yang sangat strategis.

“Maka dari itu posisi Kapolri adalah jabatan yang sangat strategis selaku pemegang komando tertinggi organisasi Polri,” urai Politikus PDI Perjuangan itu.

Dalam fit and proper test calon Kapolri Komisi III DPR beragendakan: penyampaian arah kebijakan Kapolri, dialog dan tanya jawab, lalu surat pernyataan Kapolri dan Komisi III DPR, lalu pandangan fraksi-fraksi diikuti pengambulan keputusan.

“Terakhir, keputusan persetujuan atau penolakan usul pengangkatan calon Kapolri yang diajukan presiden,” pungkas legislator asal Dapil NTT II meliputi Timor, Sumba, Sabu-Raijua dan Rote Ndao itu. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top