Uji Calon Kapolri, HH Minta Tambah Kuota Penerimaan Anggota Polri di NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Uji Calon Kapolri, HH Minta Tambah Kuota Penerimaan Anggota Polri di NTT


UJI CALON KAPOLRI. Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry (tengah) saat memimpin sidang uji kepatutan dan kelayakan calon tunggal Kapolri terhadap Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di ruang rapat Komisi III, Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan-Jakarta, Rabu (20/1). (FOTO: ISTIMEWA)

POLITIK

Uji Calon Kapolri, HH Minta Tambah Kuota Penerimaan Anggota Polri di NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Komisi III DPR RI hari ini melakukan uji kepatutan dan kelayakan (Fit and Proper Test) terhadap calon tunggal Kapolri, yakni Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Legislator asal NTT yang adalah Ketua Komisi III, Herman Herry ketika memimpin fit and proper test itu meminta kepada Komjen Listyo Sigit agar ketika dilantik menjadi Kapolri supaya memperhatikan kuota penerimaan anggota Polri di NTT.

“Mewakili suara aparat kepolisian di NTT, saya meminta kuota penerimaan anggota Polisi ditambah. Kenapa? Karena rasionya sangat rendah di NTT. Seperti yang saudara calon Kapolri (Komjen Listyo Sigit, Red) katakan bahwa memberi peluang kepada putra daerah untuk menjadi polisi dan mengabdi di daerah asalnya. Kita tahu NTT penuh dengan keterbatasan, baik infrastruktur dan macam-macam. Tolong diperhatikan supaya kuotanya di tambah,” pinta politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa HH itu dalam proses fit and proper test calon Kapolri di ruang rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1).

Hal lain yang menjadi penegasan HH adalah permintaan untuk memperhatikan infrastruktur rumah dan asrama polisi di NTT. “Kami melihat bahwa anggota kepolisian di NTT, terutama Brimob sangat menderita karena tidurnya di tenda dan bertahun-tahun. Air pun tak ada,” beber HH.

BACA JUGA: Komisi III DPR Setujui Listyo Sigit Prabowo jadi Kapolri

HH juga meminta calon Kapolri Komjen Listyo Sigit agar ketika menjadi Kapolri supaya memberi apresiasi-apresiasi terhadap para anggota Polri yang sudah bertugas lama di NTT.

HH mengatakan bahwa ada anggota yang sudah mengabdi di suatu tempat di NTT lebih dari 7 tahun, 12 tahun, dan minimal 5 tahun tidak pernah ada pergeseran sama sekali atau promosi.

“Karena itu, mohon berkenan untuk mereka-mereka di sana (NTT, Red) juga diperhatikan. Paling tidak diberi kesempatan misalnya kuota sekolahnya ditambah supaya walaupun bertugas di NTT, namun mereka punya harapan dan masa depan. Saya kira itu saja permohonan dan masukan dari saya sebagai wakil rakyat dari NTT,” pungkas HH.

Sebagaimana diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) NTT yang sebelumnya berstatus Polda Tipe B naik status menjadi Polda Tipe A terhitung sejak Maret 2017 silam. Selama kurun waktu tiga tahun terakhir pasca naik status tipe A, setiap penerimaan anggota Polri di panitia daerah (Panda) Polda NTT, kuotanya masih sama dengan Polda Tipe B. Belum ada penambahan jumlah kuota penerimaan anggota Polri di NTT. (aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top