Bupati Paulina Bantu Lansia Terdampak Bencana di Rote Timur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Paulina Bantu Lansia Terdampak Bencana di Rote Timur


BANTUAN. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu (Kanan) saat menyerahkan bantuan kepada salah satu warga Desa Batefalu, Kecamatan Rote Timur, yang rumahnya tergenang air, Rabu (20/1). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Paulina Bantu Lansia Terdampak Bencana di Rote Timur


Juga Meninjau Lokasi Tanah Longsor di Dusun Ufa

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, menyatakan kepedulianya kepada salah satu warga Desa Batefalu, Kecamatan Rote Timur, Rabu (20/1). Walau tak banyak yang diberikan, namun sudah bisa mengembalikan senyum sumringah warganya sendiri, pasca rumahnya digenangi air.

Wanita paruh baya bernama, Nelci Junus-Daik, warga RT 02/RW 01, Dusun Lokodela, merupakan satu dari 45 warga yang rumahnya tergenang air. Genangan air tersebut terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Rote Ndao hampir semalaman.

“Ada 45 rumah yang tergenang. Dan di sini, airnya sampai di dalam rumah, di atas mata kaki orang dewasa,” kata Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Batefalu, Gerson Dafa, kepada Timor Express, di sela-sela penyerahan bantuan oleh Bupati Paulina kepada Nelci Junus-Daik, di Dusun Lokodela, Desa Batefalu, Rabu (20/1).

Nelci yang rumahnya terendam air hujan harus dievakuasi ke rumah tetangga, setelah kejadian tersebut dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao.

“Infonya langsung dari warga, yang mengatakan ada beberapa rumah yang digenangi air, setelah hujan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Rote Ndao, Diksel Haning, SE.

Laporan tersebut langsung direspon dengan menerjunkan tim reaksi cepat BPBD, untuk melihat langsung kondisi yang dilaporkan. Dan mereka kemudian memastikan, terdapat rumah warga yang tergenang air hujan, dan berusaha mengevakuasi warga.

Dari pendataan yang dilakukan, terdapat 45 rumah warga yang terdampak. Jumlah ini tersebar di empat wilayah dusun di desa Batefalu, yakni dusun Lokodela, Batula, Fukadale, dan Ufa.

“Setelah mengecek, kami langsung laporkan kejadian ini kepada Bupati,” kata Diksel.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, bersama Wakil Bupati, Stefanus M. Saek, SE, M.Si, didampingi Kepala Bagian Umum, Handryans Bessie, S.IP, langsung meninjau lokasi tersebut keesokan harinya, Rabu (20/1).

Saat meninjau itu, Bupati mendapatkan laporan ada satu lansia yang ikut terdampak bencana itu. Dia adalah Nelci Junus-Daik yang tidak saja berusia lanjut (Lansia), namun kondisi rumahnya pun sangat memprihatinkan.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu tergerak hati untuk membantu dengan memberikan sejumlah bantuan agar dapat memulihkan keadaan, pasca musibah itu.

“Ini hanya sekadar yang kami pemerintah berikan. Semoga bisa membantu,” kata Bupati Paulina kepada Nelci Junus-Daik.

Saat menerima bantuan itu, Nelci tampak tersenyum menatap wajah Bupati Paulina. Ada rasa syukur yang dirasakan, yang kemudian ingin disampaikan. Sayangnya, Nelci sangat terbatas untuk menggunakan bahasa Indonesia. Sehingga ungkapanya disebutkan dengan menggunakan bahasa daerah.

“Terima Kasih, semoga Tuhan terus memberkati, dengan berkat kesehatan dan kebijaksanaan, dalam menjalankan tugas,” kata Nelci, dalam bahasa daerah, yang diartikan oleh Ketua KSB Desa Batefalu, Gerson Dafa, kepada Timor Express.

Memang, tak banyak yang diberikan oleh Bupati Paulina kepada Nelci. Tetapi setidaknya, sekarung beras bersama sejumlah uang tunai, diharapkan mampu membantunya, pasca rumahnya tergenang air.

Dari kondisi rumahnya yang terlihat tidak layak huni, Nelci, kemudian dijatah satu unit rumah bantuan, program Rumah Layak Huni. Bantuan ini langsung disepakati untuk didanai oleh Dana Desa Batefalu, tahun anggaran 2021.

“Tahun ini kami rencanakan bangun 10 unit RLH, satunya untuk mama Nelci,” kata Penjabat Kepala Desa Batefalu, Joel Ndolu kepada Bupati Paulina.

Tinjau Lokasi Longsor

Sebelum melihat warga yang terdampak genangan air pasca diguyur hujan lebat, Bupati Paulina juga telah meninjau lokasi longsor. Kejadian yang mengancam dua rumah penduduk yang didiami 16 jiwa mendapat perhatian Bupati Paulina. Ia memerintah jajarannya agar segera memperbaiki kondisi yang ada.

Tepatnya di Dusun Ufa, wilayah RT 03/RW 04, tembok penahan tanah sepanjang 21 meter dengan tinggi sekira 3 meter, sebagian besar sudah ambruk. Sementara bagian lainnya terancam longsor.

Material longsor, berupa tanah dan batu, tertimbul di pekarangan rumah, Anderias Mauk, yang berjarak tak lebih dari 2 meter dari tembok penahan yang longsor itu. Begitu juga, pekarangan rumah saudaranya, Gabriel Mauk.

Camat Rote Timur, Refli Therik, kepada Bupati Paulina di lokasi kejadian, mengatakan, longsor tersebut terjadi saat malam hari. Ini diakibatkan oleh curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Refli juga melaporkan bahwa, akibat tidak tersedianya drainase, ketika hujan turun, rumah-rumah penduduk setempat terancam longsor. Sebagai antisipasi, kaya Refli, pihaknya bersama warga setempat membuat aliran air melalui badan jalan.

“Kejadian ini berulang ketika musim hujan. Sehingga kemarin, terpaksa kami harus bobol badan jalan agar air bisa mengalir ke laut,” ungkap Camat Refli Therik kepada Bupati Rote Ndao.

Turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati, saat meninjau lokasi-lokasi tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kabupaten Rote Ndao, Dominggus Modok, ST, Camat Rote Timur, Refli Therik, dan Penjabat Kepala Desa Batefalu, Joel Ndolu. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top