Darurat Covid-19, Jumlah ICU dan Isolasi RS di 5 Provinsi Kritis, Termasuk NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Darurat Covid-19, Jumlah ICU dan Isolasi RS di 5 Provinsi Kritis, Termasuk NTT


MENUJU SURABAYA. Pesawat ini mengangkut dua pasien positif Covid-19 dari Atambua, Kabupaten Belu untuk dirujuk ke Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/1) pagi. Keterbatasan ruang perawatan khusus pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di NTT memaksa sebagian pasien positif terpaksa harus menjalani isolasi secara mandiri di rumah. Masyarakat yang mampu tentu bisa memilih fasilitas rumah sakit yang lebih baik di kota lain. (FOTO: ISTIMEWA)

NASIONAL

Darurat Covid-19, Jumlah ICU dan Isolasi RS di 5 Provinsi Kritis, Termasuk NTT


Rekor Baru Covid-19 di NTT, Tambah 328 Kasus Positif, Meninggal 11 Orang

JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Penambahan kasus positif Covid-19 di Tanah Air semenjak sepekan terakhir selalu di atas 10 ribu. Bahkan sempat di angka 14 ribu. Penambahan yang tidak menurun itu berdampak pada ketersediaan ruang ICU dan isolasi di rumah sakit (RS). Situasi itu diperparah pula dengan angka kematian harian menembus rekor 346 jiwa pada Kamis (21/1).

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan, angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan di 34 provinsi semakin penuh. Kapasistas Bed Occupancy Rate (BOR) di 5 dari 7 provinsi atau sebanyak 70 persen. Situasi seperti itu terdapat di Pulau Jawa. Yakni, di DKI Jakarta, Jogjakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.

“Hal ini menunjukkan bahwa provinsi-provinsi di Pulau Jawa memiliki status aktif yang cukup tinggi,” kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/1).

Selain itu, angka keterpakaian tempat tidur yang berada di kisaran 50 sampai 69 persen terjadi di Jawa Tengah, Bali , Lampung Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Provinsi tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus dengan melakukan upaya antisipasi.

Dia meminta pimpinan daerah untuk berkoordinasi dengan Satgas penanganan Covid-19 di pusat untuk dapat menambah kapasitas bed dengan mengonversi ruangan pelayanan kesehatan umum menjadi ruang pelayanan khusus untuk Covid-19. “Kemudian menambah jumlah tenaga kesehatan dengan membebaskan syarat kepemilikan untuk praktik,” kata Wiku.

Selain itu, layanan yang diberikan kepada pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan sesuai dengan standar, sehingga pasien yang dirawat dapat segera sembuh. Kesembuhan pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit merupakan salah satu kunci untuk menekan tingginya keterpakaian tempat tidur.

“Tren keterpakaian tempat tidur khusus pulau Jawa dan Bali selama pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tergolong fluktuatif,” ungkapnya.

Akan tetapi, Jawa Tengah dan Bali yang sudah mulai menampakkan perkembangan ke arah yang lebih positif. Yaitu, menyentuh angka BOR di bawah 70 persen. Jawa Tengah sejak 20 Januari lalu telah berhasil mencapai angka 69,601 persen. Sedangkan Bali adalah daerah dengan angka BOR selalu di bawah 70 persen.

Kendati demikian, Jawa Tengah dan Bali masih tergolong rawan mengalami peningkatan ketersediaan tempat tidur untuk pasien baru yang rendah. Menurut dia keterisian tempat tidur untuk isolasi mandiri maupun ICU harus ditangani segera.

Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian di NTT

Sementara itu, dari Provinsi NTT, berdasarkan data yang dilansir Gugus Tugas Covid-19 NTT menyebutkan, hari ini di Bumi Flobamora bertambah 328 kasus baru terkonfirmasi positif yang menyebar di 17 kabupaten/kota dari total 22 kabupaten/kota di NTT. Ini merupakan rekor baru kasus baru harian sejak kemunculan Covid-19 pertama kali di Kota Kupang (NTT) pada 9 April 2020 lalu.

Dari jumlah itu, daerah dengan tambahan jumlah kasus tertinggi adalah Kota Kupang dengan 149 kasus terkonfirmasi positif baru hari ini (21/1). Selanjutnya menyusul Kabupaten Belu dengan 27 kasus. Kemudian Kabupaten Alor (8 kasus), Ende (24 kasus), Flores Timur (1 kasus), Kabupaten Kupang (13 kasus), Lembata (3 kasus), Malaka (1 kasus), dan Manggarai Barat (14 kasus).

Di Kabupaten Manggarai Timur terjadi penambahan 3 kasus baru, lalu Rote Ndao (3 kasus), Sabu Raijua (2 kasus), Sikka (20 kasus), Sumba Barat (14 kasus), Sumba Barat Daya (2 kasus), Sumba Timur (23 kasus), dan TTS bertambah 21 kasus baru.

Kabar baiknya, hari ini terdapat sebanyak 69 pasien yang dinyatakan sembuh dari virus korona yang menyebar di 11 kabupaten/kota. Rinciannya Kabupaten Sikka (24 pasien sembuh), Kota Kupang (12 sembuh), Manggarai Barat (9 sembuh), Lembata (5 sembuh) Kabupaten Kupang (4 sembuh), Rote Ndao (3 sembuh), dan Ngada (3 sembuh). Selanjutnya Kabupaten Flores Timur (3 sembuh), Malaka (2 sembuh), Ende (2 sembuh), dan Sumba Barat dengan 2 pasien sembuh.

Di tengah pandemi yang makin darurat ini, hari ini di NTT sebanyak 11 pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Ini merupakan rekor kasus kematian tertinggi sejak virus korona ini ditemukan di Kupang pada 9 April 2020 lalu. Kasus kematian hari ini terjadi di Kota Kupang (4 kasus), Manggarai Barat (3 kasus), Sumba Barat (1 kasus), dan TTS dengan 3 kasus kematian.

Dengan penambahan kasus ini, sampai dengan Kamis (21/1), total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di NTT berjumlah 3.677 orang. Dari jumlah itu, yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 1.879 orang, dan yang masih dalam perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri berjumlah 1.693 orang. Sebanyak 105 pasien Covid-19 diantaranya meninggal dunia. (jpc/jpg/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top