Direktur RSUD Bajawa: Pasien dan Keluarga Pengantar Wajib Rapid Test | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Direktur RSUD Bajawa: Pasien dan Keluarga Pengantar Wajib Rapid Test


Direktur RSUD Bajawa, drg. Maria Wea Betu, MPH. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Direktur RSUD Bajawa: Pasien dan Keluarga Pengantar Wajib Rapid Test


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa menerapkan beberapa pengetatan terhadap pasien dan keluarga yang hendak mendapatkan pelayanan di RS milik pemerintah itu.

Direktur RSUD Bajawa, drg. Maria Wea Betu, MPH kepada TIMEXKUPANG.com saat dihubungi kemarin (20/1) menegaskan bahwa siapa saja yang ingin mendapatkan pelayanan di rumah sakit itu wajib melakukan pemeriksaan rapid test.

Hal ini merujuk pada Surat Edaran Nomor: 10/RSUD.BJW/DIR/1/2021 perihal pemberitahuan rujukan ke RSUD Bajawa. “Bersamaan ini kami menyampaikan bahwa dalam upaya peningkatan kewaspadaan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngada, terkait dengan rujukan pasien ke RSUD Bajawa, pasien maupun keluarga yang mengantar pasien wajib melakukan pemeriksaan rapid test Covid-19 di fasilitas pelayanan kesehatan (Fayankes) milik pemerintah,” ungkap drg. Maria Wea Betu.

Menurut drg. Maria, di tengah pandemi Covid-19, untuk keluarga yang menjaga atau mengantar pasien di RSUD Bajawa maksimal dua orang. Untuk rapid test ada biaya sesuai aturan bupati, yakni sebesar Rp 205.000. “Biaya ini sudah termasuk biaya pendaftaran dan surat keterangan rapid test,” katanya.

Update Covid-19 Ngada

Sementara itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Ngada, Rabu (20/1) menyatakan terdapat 28 warga Ngada yang hasil rapid test antigennya reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru menjelaskan, ke-28 warga Ngada yang reaktif rapid antigen itu dari unsur masyarakat biasa juga pegawai pemerintah yang bertugas di Puskesmas Kota dan RSUD Bajawa.

Menurut Agustinus, mereka yang rapid antigennya reaktif saat ini sedang menjalani karantina terpusat di Turekisa, Kecamatan Golewa Barat untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top