Sah! Joe Biden-Kamala Harris Resmi Memimpin AS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sah! Joe Biden-Kamala Harris Resmi Memimpin AS


SUMPAH. Joe Biden saat disumpah dan dilantik sebagai Presiden ke-46 AS di US Capitol, Rabu (20/1) waktu AS. Biden bersumpah dengan tangan kiri di atas Alkitab keluarga berusia 127 tahun yang dipegang sang istri, Jill Biden. (FOTO: ISTIMEWA/Kiro7.com)

POLITIK

Sah! Joe Biden-Kamala Harris Resmi Memimpin AS


WASHINGTON, TIMEXKUPANG.com-Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joe Biden dan Kamala Harris resmi mengucap sumpah dalam pelantikan sebagai pemimpin baru Amerika Serikat (AS). Mereka menggantikan Presiden Donald Trump dan Mike Pence yang kalah dalam Pemilu AS.

Dalam pelantikan, susunan acara dilakukan dengan menghadirkan penampilan penyanyi Lady Gaga yang menyanyikan lagu kebangsaan AS, ‘The Star-Spangled Banner’.

Lalu setelah penampilan Gaga, tibalah Harris, wakil presiden perempuan kulit hitam pertama maju untuk disumpah. Harris secara resmi menjadi perempuan pertama, wakil presiden kulit hitam pertama dan pertama dari Asia Selatan. Harris mengucapkan sumpah dengan lancar. Dia disumpah oleh Hakim Agung Sonia Sotomayor.

Setelah Harris disumpah, kejutan lain datang dari penampilan Diva, penyanyi Jennifer Lopez. J-Lo, sapaannya, tampil dengan busana coat putih panjang dan inner dengan detail ruffle atau renda mewah di bagian tengah. J-Lo bernyanyi membawakan lagu ‘America The Beautiful’.

BACA JUGA: Dilantik dan Disumpah, Biden Pakai Dasi Biru, Harris Blazer Ungu

Setelah itu, barulah giliran Presiden Joe Biden diambil sumpahnya pada Rabu (20/1). Dia disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung, John Roberts. Biden resmi menjadi presiden Amerika Serikat ke-46.

“Ini harinya Amerika,” katanya dalam pidatonya di US Capitol, seperti dilansir dari CNN. “Ini adalah hari demokrasi, hari sejarah dan harapan, pembaruan dan penyelesaian,” lanjut Biden. “Amerika tengah diuji, dan Amerika bangkit untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya.

Setelah mengambil sumpah jabatan, Joe Biden mengatakan bahwa hari pelantikan adalah perayaan demokrasi. “Hari ini, kita merayakan kemenangan. Bukan untuk seorang kandidat, tetapi untuk sebuah tujuan, demokrasi. Keinginan rakyat telah didengar dan diperhatikan. Kita telah belajar bahwa demokrasi berharga. Saat, kawan-kawan, demokrasi telah menang,” ujarnya. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top