Pasien Reaktif Antigen Asal Lurasik Meninggal di RSUD Kefamenanu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasien Reaktif Antigen Asal Lurasik Meninggal di RSUD Kefamenanu


USUNG JENAZAH. Tim Satgas Covid-19 TTU mengusung peti jenazah pasien reaktif antigen yang meninggal saat dirawat di RSUD Kefamenanu. Jenazah warga Lurasik ini langsung dimakamkan di TPU Bijaesunan, TTU, Jumat (22/1). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pasien Reaktif Antigen Asal Lurasik Meninggal di RSUD Kefamenanu


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Seorang pasien reaktif antigen, warga Lurasik di Desa Taunbaen Timur, Kecamatan Biboki Utara yang dirawat di ruang isolasi RSUD Kefamenanu meninggal dunia, Jumat (22/1).

Pasien yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Lurasik lalu RS Marianum Halilulik tersebut rupanya tak tertolong karena kondisi penyakit yang diderita cukup serius.

Sesuai informasi yang dihimpun Timor Express, Jumat (22/1) menyebutkan, pasien tersebut sebelumnya melakukan perjalanan ke Halilulik, Kabupaten Belu pada Kamis (14/1) pagi.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat kepada Timor Express, Jumat (22/1) membenarkan kabar duka tersebut.

Menurutnya, pasien tersebut reaktif hasil rapid antigen. Sebelum di rawat di RSUD Kefamenanu, sempat dirawat di Puskesmas Lurasik lalu dirujuk ke RSUD Kefamenanu setelah sempat dilarikan ke RS Marianum Halilulik.

Kristoforus menyebutkan, karena pasien tersebut meninggal dalam kondisi reaktif antigen, maka prosedur pemakaman dilakukan dengan protokol pemakaman pasien Covid-19, dengan melibatkan Tim Satgas Covid-19 dari Kabupaten TTU di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bijaesunan, TTU.

Kristoforus berharap, rumah sakit yang merawat pasien reaktif antigen maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus benar-benar menggunakan ruang khusus atau ruang isolasi guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Selain itu, lanjut Kristoforus, tim medis yang menangani pasien reaktif maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus tetap menggunakan APD lengkap guna mengantisipasi penyebaran virus korona melalui tenaga medis.

“Saat ini penyebaran Covid-19 di TTU melonjak secara signifikan sehingga kita berharap jangan ada klaster tim medis. Karena itu, rumah sakit maupun tim medis yang merawat pasien reaktif maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan,” tandasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top