Angka Penularan Covid-19 Tinggi, Pemkot Kupang Perpanjang Status PPKM Dua Pekan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Angka Penularan Covid-19 Tinggi, Pemkot Kupang Perpanjang Status PPKM Dua Pekan


Jubir Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Angka Penularan Covid-19 Tinggi, Pemkot Kupang Perpanjang Status PPKM Dua Pekan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengambil kebijakan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kupang hingga dua pekan ke depan.

Ernest menjelaskan, perpanjangan PPKM ini dilakukan setelah pemerintah melihat angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang meningkat secara signifikan di Kota Kupang.

“Memang saat ini Kota Kupang memberlakukan atau menerapkan status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai tanggal 25 Januari 2021 nanti. Namun karena melihat tingginya risiko penularan yang semakin tinggi, maka status PPKM kembali diperpanjang sampai dua minggu ke depan,” ungkap Ernest kepada media ini, kemarin (22/1).

Ernest Ludji mengatakan, Pemkot Kupang baru saja melakukan rapat penting, yang dpimpin Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, dan diikuti Sekda, Fahren Funay, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Retnowati, Direkris RSUD S. K. Lerik, Marsiana Halek, Kepala BPBD dan jajaran terkait lainnya untuk meningkatkan upaya pencegahan penularan Covid-19 di Kota Kupang.

Ernest Ludji mengatakan, dengan tingginya angka Covid-19 di Kota Kupang, dimana pertambahan setiap harinya rata-rata mencapai 50 sampai 200 kasus terkonfirmasi positif, maka Pemkot Kupang akan meningkatkan upaya pencegahan secara lebih masif, baik di tingkat kelurahan, kecamatan, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Selain itu, operasi pro kasih yang sudah dilakukan selama satu minggu terkahir, akan terus dilakukan terutama di pintu masuk Kota Kupang. Wali Kota Kupang juga meminta agar posko pengaduan Covid-19 yang berlokasi di BPBD Kota Kupang diaktifkan dan lebih dipertegas lagi,” katanya.

BACA JUGA: Wawali Herman Man dan Istri Positif Covid-19, Ini Jumlah Kasus di Kota Kupang

Terkait kegiatan keagamaan berupa kebaktian di gereja, masjid, dan lainnya, kata Ernest, untuk sementara ditiadakan selama masa PPKM ini. “Bapak Wali Kota Kupang meminta agar keputusan ini didukung oleh semua tokoh agama yang ada di Kota Kupang,” kutip Ernest.

Ernest menyebutkan, Pemkot Kupang juga akan melakukan revitalisasi pada beberapa Puskesmas di Kota Kupang untuk dijadikan tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus bertambah ini. Saat ini sangat tinggi angka pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah dikarenakan keterbatasan ruangan isolasi di rumah sakit.

“Kemarin kami sudah meninjau kesiapan Puskesmas Penkase Oeleta untuk segera digunakan sebagai tempat isolasi. Wali Kota Kupang juga menginstruksikan untuk melakukan pendekatan dengan beberapa pihak hotel di Kota Kupang untuk dijadikan sebagai tempat isolasi,” ujarnya.

Wali Kota, Jefri Riwu Kore, demikian Ernest, juga meminta agar melihat puskesmas mana saja yang bisa dialihfungsikan ruang rawat inapnya untuk dijadikan ruang isolasi bagi pasien Covid-19.

Untuk saat ini, Kota Kupang merupakan daerah di NTT dengan angka kematian tertinggi, yakni 7 kematian dalam sehari. Bahkan setiap harinya ada saja pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dan hingga kemarin, berdasarkan data Satgas Covid-19 Kotta Kupang, total pasien meninggal sebanyak 57 orang.

Hingga Kamis (21/1), total kasus positif Covid-19 di Kota Kupang sebanyak 1.658 orang. Dari jumlah itu, kata Ernest, yang masih dirawat, baik di rumah sakit maupun yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.039 orang. Sedangkan pasien sembuh sebanyak 564 orang. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top