Mulai Senin, ASN di Ronda Kerja dari Rumah, Pimpinan OPD tetap Berkantor | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mulai Senin, ASN di Ronda Kerja dari Rumah, Pimpinan OPD tetap Berkantor


BERI KETERANGAN. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu memberi keterangan terkait surat edaran untuk pemberlakuan WFH saat dikonfirmasi Timor Express, di rujab bupati, Sabtu (23/1) (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Mulai Senin, ASN di Ronda Kerja dari Rumah, Pimpinan OPD tetap Berkantor


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao (Ronda), Paulina Haning-Bullu, SE mengeluarkan edaran tentang sistem kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahannya karena ancaman Covid-19. Pemberlakukan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) dimulai Senin besok (25/1).

Penerapan WFH oleh Bupati Paulina ini menyusul bertambahnya angka positif Covid-19 di Rote Ndao, yang mana data terkini berjumlah 26 kasus. 14 kasus diantaranya merupakan ASN.

Jumlah kasus tersebut terkonfirmasi melalui hasil tes yang dilakukan oleh tim medis, Satgas Covid-19 Rote Ndao. Dimana, dari total 344 sampel rapid antigen, terkonfirmasi kasus positif berdasarkan jenis kelamin, terdiri dari 12 orang laki-laki dan 14 perempuan.

“Ada ASN di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah terpapar. Sehingga kami keluarkan edaran untuk ASN kerja dari rumah,” kata Bupati Paulina saat dikonfirmasi Timor Express, di rumah jabatan (Rujab), Sabtu (23/1).

Sejumlah ASN yang disebutkan Bupati Paulina, tersebar di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Sosial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Permukiman dan Lingkungan Hidup. Selain itu, kasus terkonfirmasi positif korona juga dialami tenaga kesehatan (Nakes).

Bupati Paulina menjelaskan, Ia mengelarkan edaran WFH setelah mempertimbangkan tren kasus yang terjadi di Rote Ndao. Sebab, selain bertambah secara drastis, dan penularan terbanyak dari transmisi lokal.

“Sudah ada transmisi lokal. Dari ASN kepada anaknya, kemudian guru terpapar, dari anak ASN,” terang Bupati Paulina.

Atas pertimbangan itulah, lanjut Bupati Paulina, dirinya kemudian mengeluarkan edaran untuk memulai sistem kerja dari rumah. WFH ini berlangsung selama sebulan penuh, dimulai sejak Senin (25/1) hingga Rabu (24/2).

Pelaksanaan WFH, kata Bupati Paulina, tidak serta-merta menghentikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga dalam menjalankanya, khusus kepada perangkat daerah yang melakukan pelayanan secara langsung kepada masyarakat, diminta untuk tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap keselamatan diri.

Sejumlah perangkat daerah tersebut, adalah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar.

Dalam surat edaran dengan bernomor 180/HK/10/2.2, yang diterima Timor Express, Sabtu (23/1) menyebutkan, pengecualian WFH berlaku untuk pimpinan OPD. Sehingga mulai dari Kepala Dinas, Kepala Kantor dan Badan, tetap berkantor seperti biasanya.

Sementara jabatan di bawahnya, dimulai dari Kepala Bidang (Kabid), Kepala Seksi (Kasie), Kepala Sub Bagian (Kasubag), Kepala Sub Bidang (Kasubid) hingga staf, dengan aktifitas berkantor secara bergantian/shift. Dalam pelaksanaanya, diatur oleh masing-masing OPD.

Sama halnya dengan camat, lurah dan kepala desa. Mereka tetap diwajibkan memberi pelayanan kepada masyarakat melalui aktifitas dinas seperti biasanya, dengan tetap waspada dan mengedepankan keselamatan diri. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top