Pasien Covid-19 Melonjak, DPRD Minta Pemkab TTS Aktifkan Posko Batas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasien Covid-19 Melonjak, DPRD Minta Pemkab TTS Aktifkan Posko Batas


Ketua Komisi III DPRD TTS, Roy Babys. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pasien Covid-19 Melonjak, DPRD Minta Pemkab TTS Aktifkan Posko Batas


SOE, TIMEXKUPANG.com-Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten TTS terus mengalami peningkatan setiap hari. Hingga Kamis (21/1), angka positif Covid-19 di TTS naik menjadi 100 kasus hanya dalam sepekan.
Bahkan dalam tiga hari terakhir saja, sejak Kamis (21/1) hingga Sabtu (23/1) sesuai data Gugus Tugas Covid-19 NTT, di TTS terjadi penambahan 56 kasus.

Rinciannya 21 kasus baru pada Kamis (21/1) dengan 3 kasus pasien meninggal, lalu pada Jumat (22/1) bertambah 30 kasus baru dengan 1 pasien meninggal, dan kemarin (23/1) bertambah lagi 5 kasus positif baru. Belum lagi kasus dengan pasien berstatus probable juga meningkat signifikan. Hingga kemarin, total pasien meninggal sebanyak 21 orang. Rinciannya 11 orang meninggal dengan status positif Covid-19, dan 10 orang dengan status probable.

Berdasarkan data ini, DPRD TTS meminta pemerintah dan satgas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten TTS mengambil langkah konkrit agar bisa menekan penyebaran virus.

Salah satu upaya yang ditawarkan adalah mengaktifkan kembali posko-posko Covid-19 di setiap perbatasan wilayah, baik batas wilayah kabupaten, maupun batas desa.

Selain itu diserankan pula untuk membatasi mobilitas masyarakat di Kota SoE ke kampung-kapung agar penyebaran virus tidak melebar sampai ke masyarakat desa.

Roy Babys, Ketua Komisi III DPRD TTS mengusulkan agar mengaktifkan posko-posko dan meningkatkan jumlah tenaga medis agar menekan tingkat penyebaran virus.

Dikatakan penyebaran virus di TTS kian melebar. Tim medis diminta untuk segera lakukan rapid antigen masal. Jika hal ini tidak bisa menekan angka penularan, maka segera lakukan pembatasan kegiatan masyarakat sebelum Covid-19 merenggut banyak nyawa.

BACA JUGA: Bupati Egusem Putuskan PPKM di TTS, 75 Persen Pegawai Kerja dari Rumah

“Saya berharap kerja sama semua elemen masyarakat untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada saudara kita yang belum paham tentang protokol kesehatan,” harap Roy.

Roy juga mengatakan bahwa daya tampung pasien dan peralatan di RSUD SoE belum memadai sehingga mesti memisahkan pasien dengan ciri Covid-19 dan pasien umum.

“Supaya pelayan kepada pasien bisa tetap berjalan secara normal. Caranya segera lakukan penyesuaian terhadap APBD 2021 dan kita bangun RS Darurat dengan fasilitas yang cukup untuk pasien Covid-19,” ungkap Roy kepada TIMEXKUPANG.com di SoE, Kamis (21/1).

Roy menambahkan, pihaknya menemukan persoalan dalam penangan pasien Covid-19, yakni keterbatasan oksigen. Padahal pasien Covid-19 hanya bisa bertahan melawan virus dibantu oksigen hingga masa inkubasi lewat.

“Rata-rata pasien yang meninggal karena kekurangan oksigen. Jawaban Pak Bupati (Egusem Tahun, Red) dalam RDP bahwa tiap RS dijatah untuk keperluan oksigen perharinya. Saya agak lucu, daerah punya uang kenapa tidak berpikir untuk kita pengadaan sendiri alat penghasil oksigen, sehingga bisa membantu menyelamatkan pasien,” turur politikus PKB itu.

Anggota DPRD TTS lainnya, David Boymau juga menegaskan bahwa saat ini virus sudah masuk menyerang ke dalam dengan tingkat penyebaran transmisi lokalnya yang tinggi. Maka aktifkan posko di tingkat kecamatan dan desa.

David juga meminta agar orang kota tidak perlu ke desa dan kelurahan yang kini masuk zona hitam atau merah. “Perketat pencegahan pergerakan masyarakat. Bupati segera keluarkan instruksi tutup semua fasilitas umum dan keramaian, buat posko-posko pencegahan Covid-19 dan aktifkan gugus tugas sesuai SK Bupati,” tegasnya. (mg29)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top