BPBD Bangun Posko di TDM Evakuasi Korban Longsor, Dinsos Siap Dapur Umum | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BPBD Bangun Posko di TDM Evakuasi Korban Longsor, Dinsos Siap Dapur Umum


TENDA DARURAT. BPBD Kota Kupang telah menyiapkan tenda untuk menampung warga Kelurahan TDM, di wilayah RT 16/RW 04, yang tertimpa musibah tanah longsor Senin (25/1) dinihari tadi. (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

BPBD Bangun Posko di TDM Evakuasi Korban Longsor, Dinsos Siap Dapur Umum


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jemy Didok, mengatakan pihaknya telah mendirikan posko sementara di halaman Gereja St. Petrus Rasul, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, agar bisa ditempati warga yang menjadi korban tanah longsor di wilayah itu.

Jemy mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengambil langkah membangun posko itu untuk mengamankan warga mengingat kondisi cuaca hujan yang masih terus terjadi ini tidak menutup kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Oleh sebab itu, kata Jemy, untuk sementara waktu warga yang tinggal disepanjang bantaran kali tepatnya di lokasi kejadian tanah longsor di wilayah RT 16/RW 04 dievakuasi dan menempati posko yang telah dibangun sambil menunggu tindaklanjuti dari Wali Kota Kupang.

“Kita juga koordinasi dengan Tagana Provinsi NTT dan Kota Kupang serta dari aparat Polres Kupang Kota untuk bersama-sama menangani warga ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi longsor Kelurahan TDM, Senin (25/1).

Menyikapi kondisi cuaca seperti ini, Jemy mengaku telah mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada, terutama daerah-daerah yang rawan bencana seperti tanah longsor dan lainnya.

Ia menjelaskan, peristiwa bencana di Kota Kupang ini merupakan kali kedua. Kejadian bencana pertama adalah angin kencang yang menghantam 7 rumah warga di Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Kemudian kejadian bencana alam kedua yakni tanah longsor di wilayah Kelurahan TDM.

BACA JUGA: Longsor di Bantaran Kali Liliba Renggut Nyawa Pasutri, Pemkot Evakuasi 146 Jiwa

BACA JUGA: BMKG: Hujan Ekstrem Melanda Wilayah Indonesia, Termasuk NTT

Ditanya mengenai upaya mitigasi bencana seperti apa yang dilakukan oleh pihak BPBD Kota Kupang, Jemmy Didok katakan telah memberikan imbauan kepada para camat, lurah sampai pada tingkat RT/RW untuk selalu waspada selama tiga bulan ke depan di musim penghujan seperti sekarang ini.

“Kami dari Pemerintah Kota Kupang mengucapkan terima kasih kepada pihak Gereja St. Petrus Rasul yang sudah memberikan tempat untuk warga tempati sementara,” ungkap Ely Wairata selaku Asisten II Setda Kota Kupang saat tiba di lokasi kejadian.

Ely mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG bahwa curah hujan masih terus terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Oleh sebab itu, warga yang sudah dievakuasi ini untuk sementara jangan dulu kembali ke rumah mereka.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodowyk Djungu Lape, mengatakan pihaknya menyediakan dapur umum untuk sejumlah warga yang dievakuasi di halaman Gereja St. Petrus Rasul-TDM.

“Kami dari Dinas Sosial telah siapkan sembako sesuai dengan kebutuhan. Biasanya tanggap darurat bencana ini kita siapkan sembako dengan stok selama 14 hari ke depan,” jelas Lodowyk seraya menambahkan bahwa prinsipnya Dinas Sosial Kota Kupang akan berusaha mengurus warga dengan sebaik-baiknya.

Diberitakan sebelumnya, bencana alam tanah longsor di Kota Kupang menelan korban jiwa sepasang suami istri (Pasutri). Tepatnya di bantaran kali Liliba, wilayah RT 16/RW 04, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Senin (25/1) dinihari sekira pukul 05.00 wita. Akibat bencana ini sebanyak 30 kepala keluarga (KK) atau 146 jiwa dievakuasi ke halaman gereja Gereja St. Petrus Rasul-TDM.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraannya telah mengimbau agar warga di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk di NTT meningkatkan kewaspadaan terkait potensi hujan ekstrem selama beberapa hari sejak akhir pekan lalu hingga awal pekan ini. (mg22)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top