Lagi, Saluran Irigasi Proyek APBN di Matim yang Baru Setahun Dikerjakan Rusak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lagi, Saluran Irigasi Proyek APBN di Matim yang Baru Setahun Dikerjakan Rusak


AMBRUK. Dinding saluran irigasi Wae Laku, di Kampung Jawang, Desa Golo Kantar, Kabupaten Matim yang ambruk akhir tahun lalu, dan belum diperbaiki hingga saat ini. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Lagi, Saluran Irigasi Proyek APBN di Matim yang Baru Setahun Dikerjakan Rusak


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bangunan saluran irigasi Wae Laku, tepatnya di Kampung Jawang, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), rusak. Yang disayangkan, proyek APBN bernilai puluhan miliar ini baru berusia satu tahun, yang selesai dikerjakan Januari 2020 lalu.

Terpantau, Senin (25/1) pagi, tampak sekira 10 meter dinding saluran irigasi itu, roboh. Bongkahan material dinding saluran irigasi yang rusak itu, ambrol ke saluran irigasi. Belum diketahui apa penyebab konstruksi bangunan irigasi itu rusak. Belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki. Warga pun minta dan berharap kerusakan itu bisa segera diperbaiki.

“Kami minta pemerintah, khususnya yang punya kewenangan atas proyek irigasi ini untuk bisa perbaiki saluran yang rusak. Karena usia bangunan belum apa-apa,” ungkap warga Jawang, Adi Natar dan Peter, kepada TIMEXKUPANG.com, di Jawang, Senin (25/1).

Menurut Adi, konstruksi saluran irigasi yang rusak itu, selesai dikerjakan sekira ahir Desember 2019 hingga Januari 2020. Peristiwa kerusakannya terjadi pada 27 Desember 2020. Dimana saat itu, debit air yang mengalir dalam saluran, terhitung besar. Dugaan kerusakan itu karena kualitas bangunan yang rendah.

“Debit airnya besar waktu, karena Kali Wae Laku sumber pemasok air ke saluran irigasi, terjadi banjir. Kita tidak tahu apa yang menyebabkan bangunan itu rusak. Tapi kami menduga karena kualitasnya rendah,” terang Adi diamini Peter.

Mereka menduga kualitas rendah, karena usia dari bangunan saluran irigasi, khususnya untuk item peredam yang rusak itu baru berusia satu tahun. Apalagi lokasi bangunan irigasi ini bukan di lereng bukit atau tanah yang miring. Proyek itu dikerjakan kontraktor PT. Floresco-Manggarai.

BACA JUGA: Jaringan Induk Irigasi Wae Laku Tertimbun Longsor, Warga Minta Perhatian Pemerintah

BACA JUGA: Belum Ada Perbaikan, Warga Minta Polisi dan Jaksa Usut Proyek Irigasi Wae Laku

“Kontruksi saluran yang rusak ini, bukan pakai cor plat beton, tapi dengan sistem pasangan batu. Saat debit air tinggi di saluran besar karena banjir, dinding saluran ini langsung ambruk. Sangat disayangkan, hasil proyek puluhan miliar ini secepat ini rusaknya,” keluhnya.

Kepala Desa Golo Kantar, Merdianus Jehaman, kepada TIMEXKUPANG.com membenarkan kerusakan pada bangunan saluran irigasi induk tersebut. Dirinya sudah menginformasikan peristiwa itu ke dinas terkait. Jehaman sangat berharap, kerusakan itu secepatnya diperbaiki.

“Kalau tidak cepat diperbaiki, bakal mengikis dinding tanah sepanjang saluran itu. Dipastikan bangunan rumah sekitar lokasi dan juga lahan sawah, terancam rusak. Karena material dari bangunan yang ambruk ini masuk tutup saluran. Sehingga tersisa dinding tanah yang perlahan terkikis air,” kata Jehaman.

Bangunan irigasi induk tersebut, demikian Jehaman, tidak saja untuk kepentingan lahan persawahan di wilayah Desa Golo Kantar. Namun untuk lahan persawahan di wilayah Desa Nanga Labang. Selain itu, selama ini juga, air yang mengalir dalam saluran itu dimanfaatkan warga untuk mandi, cuci, dan kamar wc.

“Saya sendiri tidak tahu, kenapa usia bangunan irigasi yang baru setahun secepat ini rusak. Ini proyek tahun 2019 dan sepertinya ada tambahan waktu hingga Januari 2020. Untuk bangunan bagian peredam dari saluran yang rusak ini, selesai kerja Januari 2020 itu. Lalu Desember 2020, terjadi kerusakan. Bangunan inni dikerjakan PT Floresco,” beber Jehaman.

Jehaman sendiri belum tahu, apakah proyek itu sudah dilakukan FHO atau belum. Jika sudah dilakukan FHO, kata dia masih ada di lokasi lain di desa itu yang belum dibangunan saluran dengan pasangan batu atau cor plat beton. Pada bagian bangunan peredam, belum dibangun pagar keliling seperti di lokasi sepanjang irigasi Wae Laku. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top