Covid-19 di Kota Kupang Tembus 2.205 Kasus, Warga Masih Langgar Prokes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Covid-19 di Kota Kupang Tembus 2.205 Kasus, Warga Masih Langgar Prokes


ILUSTRASI. Virus Korona (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

KABAR FLOBAMORATA

Covid-19 di Kota Kupang Tembus 2.205 Kasus, Warga Masih Langgar Prokes


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, kembali melakukan operasi pro kasih penegakkan protokol kesehatan (Prokes) pada sejumlah titik keramaian dan tempat-tempat usaha di Kota Kupang.

Dari hasil operasi ini, tim masih menemukan banyak tempat usaha seperti toko, restoran, dan rumah makan yang melanggar edaran Wali Kota Kupang terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan imbauan mematuhi prokes.

Operasi ini dipimpin langsung Sekretaris Kota (Sekkot) Kupang, Fahrensi Funay, didampingi Asisten I, Agus Ririmase, Kepala Dinas Sosial, Lodowik Djung Lape, Kepala Dinas PMPTSP, Franki Amalo, Kepala BPBD Jimi Didok, serta Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Daniel Zakharias. Ikut juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, Camat Oebobo, Matheos Maahuri, Camat Kota Raja, Rudi Abubakar, dan jajaran lainnya.

Menumpang mobil operasional Satpol PP, BPBD, dan Dinas Kominfo Kota Kupang, tim melakukan operasi dengan mengitari area keramaian di jalan-jalan protokol.

Ketika mendapati masyarakat yang tidak mematuhi prokes serta melanggar instruksi Wali Kota Kupang Nomor 18 tahun 2020, tentang pembatasan jam operasional bagi semua pelaku usaha, dimana hanya sampai pukul 19.00 Wita, tim langsung turun dan meminta pemilik untuk menutup tempat usahanya.

Selain itu, masyarakat yang didapati masih berkumpul dan tidak menjaga jarak, serta tidak memakai masker, langsung dibubarkan dan diberikan edukasi.

Asisten I Setda Kota Kupang, Agus Ririmase mengatakan, operasi prokes kasih kedua setelah perpanjangan pemberlakuan PPKM sampai 9 Februari nanti, ternyata masih banyak warga yang melanggar prokes. Karena itu, Pemkot berkomitmen untuk tetap melakukan operasi ini dengan harapan dapat menyadarkan masyarakat agar mau menaati prokes dan instruksi pemerintah terkait PPKM.

“Yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang saat ini semata-mata hanya untuk memutus mata rantai penularan Covid 19. Bukan untuk menutup usaha dan kebebasan masyarakat kota,” tegas Agus Ririmase.

Agus menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 di Kota Kupang saat ini sangat memprihatinkan. Karena itu, warga tidak bisa diberi kelonggaran terutama yang masih melanggar protokol kesehatan, sebab ini untuk kepentingan bersama.

“Saya harap agar masyarakat mengikuti semua instruksi pemerintah, karena tujuan pemerintah adalah ingin agar semua masyarakat sehat dan sejahtera,” ungkapnya.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang saat melakukan operasi penegakkan prokes dan instruksi wali kota terkait PPKM, Selasa (26/1). Dalam operasi ini tim masih menemukan warga yang melanggar prokes dan instruksi wali kota terkait jam tutup tempat usaha. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

Tembus 2.205 Kasus

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan, hari ini (26/1) di Kota Kupang terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 79 orang.

Dengan penambahan ini, kata Ernest, sampai dengan hari ini, warga Kota Kupang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 2.205 orang. Dari jumlah itu, jumlah pasien sembuh sebanyak 700 orang atau dengan recovery rate diangka 31,7 persen. Jumlah pasien yang masih dirawat, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri sebanyak 1.443 orang atau 65,4 persen. Sedangkan pasien meninggal hingga hari ini berjumlah 62 Orang (CFR 2,8 persen).

Rinciannya, kata Ernest, untuk kasus terkonfirmasi positif yang masih dirawat, yakni pasien laki-laki sebanyak 695 orang, dan perempuan 748 orang. Pasien isolasi mandiri sebanyak 1.217 orang, dan yang diisolasi atau dirawat di rumah sakit sebanyak 226 orang.

Berdasarkan data sebaran pasien per wilayah kecamatan, kasus tertinggi ada di Kecamatan Oebobo dengan 341 orang. Menyusul Maulafa (336 orang), Kelapa Lima (233 orang), Kota Raja (199 orang), dan Kecamatan Alak sebanyak 164 orang.

Menyikapi kasus positif yang terus meningkat di Kota Kupang, kata Ernest, besok Rabu (27/1), Sekda Kota Kupang bersama Asisten dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang akan melakukan rapat bersama Pemprov NTT guna membicarakan langkah-langkah strategis penanganan Covid-19 di wilayah ini.

Ernest menambahkan, Pemkot telah menyiapkan sejumlah poin penting yang akan dibawa dalam rapat bersama Pemprov NTT itu. Diantaranya adalah strategi Pemkot Kupang dalam penerapan PPKM.

Selanjutnya strategi pengawasan pemerintah dalam pengawasan pasien yang melakukan isolasi mandiri. Peningkatan penyediaan Bed Ocupation Rate atau BOR yang sudah di atas 129 persen, dari batas yang diamanatkan oleh pemerintah pusat maksimal 70 persen. Kota Kupang sudah sangat melewati batas maksimal persentase itu.

“Kota Kupang merupakan sentral penyebaran Covid-19 di NTT, sehingga Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Kupang duduk bersama untuk melihat strategi apa yang tepat untuk menekan laju pertambahan angka Covid-19 ini,” pungkasnya. (mg25)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top