KPU Belu Buka 22 Kotak Suara, Polisi Kawal, Bawaslu Tak Hadir | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KPU Belu Buka 22 Kotak Suara, Polisi Kawal, Bawaslu Tak Hadir


KAWAL. Aparat Polres Belu tampak mengawal proses pembukaan kotak suara oleh KPU Belu, kemarin (25/1). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

KPU Belu Buka 22 Kotak Suara, Polisi Kawal, Bawaslu Tak Hadir


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Menghadapi proses persidangan sengketa Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) di Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu mulai mempersiapkan bukti berupa dokumen hasil Pilkada.

Terbukti Senin (25/1) sekira pukul 09:30 Wita, bertempat di Gedung Romey Atambua, KPU Belu membuka 22 kotak suara dari enam kecamatan yang disengketakan sesuai tuntutan dalil pemohon pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Wilybrodus Lay- J. T. Ose Luan.

Proses pembukaan kotak suara itu disaksikan langsung tiga Komisioner KPU Belu dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, yakni Wakapolres Belu Kompol Herman Bessie dan Kabag Ops AKP I Nengah Sutawinaya. Sedangkan pihak Bawaslu Belu memilih absen atau tidak hadir.

Dokumen atau bukti-bukti itu disiapkan untuk menghadapi sengketa di MK yang sesuai agenda, sidang pendahuluannya digelar Selasa sore ini (26/1) pukul 17:00 WIB.

Juru Bicara KPU Belu, Herlince Emilia Asa saat dikonfirmasi mengatakan, pembukaan kotak suara itu sudah melalui koordinasi dengan pihak kepolisian dan Bawaslu Belu. Tetapi saat pembukaan kotak-kotak suara itu, Bawaslu tidak hadir.

Ia menjelaskan sesuai PKPU Nomor 19 tahun 2020, KPU dapat membuka kotak suara untuk mengambil formulir yang digunakan sebagai alat bukti dalam penyelesaian hasil Pemilihan. Pembukaan kotak suara dibuka dengan ketentuan, berkoordinasi dengan Bawaslu dan Kepolisian setempat dalam pelaksanaan pembukaan kotak suara.

“Kita termasuk Pilkada yang disengketakan sehingga kita diperintahkan boleh buka kontak suara sesuai aturan. Dasar hukumnya PKPU nomor 19 dan surat edaran KPU Pusat nomor 1232. Kita sudah berkordinasi tapi Bawaslu tidak hadir,” jelasnya.

BACA JUGA: Siapkan Bukti Hadapi Sidang MK, KPU Belu akan Buka Kotak Suara

Herlince menyebutkan, kotak suara yang dibuka sebanyak 22 kotak yang ada di enam kecamatan sesuai lokus yang didalilkan pemohon di MK. Enam kecamatan itu, yakni Kecamatan Raimanuk, Tasifeto Barat, Atambua Selatan, Atambua Barat, Kota Atambua, dan Lasiolat.

Dikatakan, dokumen yang diambil sesuai keperluan untuk pembuktian di MK sesuai dalil dari pemohon, yakni formulir C hasil dan formulir D hasil, formulir catatan kejadian khusus, daftar hadir DPT, DPTb dan daftar pemilihan pindahan. Data formulir diambil untuk penggandaan, leges di kantor pos untuk di bawa ke MK. Sedangkan untuk salinan aslinya akan disimpan kembali didalam kotak suara.

“Dokumen yang kita ambil untuk pembuktian sidang nanti. Ada C hasil rekapan KPPS, D hasil rekapan PPK, catatan kejadian khusus dan daftar hadir untuk dijadikan bukti di sidang MK,” jelasnya.

Mengenai ketidakhadiran pihak Bawaslu, Herlince menjelaskan bahwa ketidakhadiran Bawaslu tentunya tidak mempengaruhi substansi pembukaan kotak suara karena pihaknya sudah melakukan koordinasi secara tertulis. Tetapi hingga pembukaan kotak, Bawaslu tidak hadir. Informasi yang diperoleh, ketidakhadiran Bawaslu ini karena secara hirarki sudah ada semacam instruksi untuk tidak menghadiri pembukaan kotak.

Meski demikian, lanjut Herlince, acara pembukaan kotak tetap sah walau tidak dihadiri pihak Bawaslu karena langkah yang dilakukan pihaknya sudah sesuai regulasi. KPU, tambah Herlince, membuka kotak suara guna mencocokan kembali bukti-bukti yang didalilkan pemohon dalam sidang di MK nanti.

Sementara Ketua Bawaslu Belu, Andreas Pareira saat dihubungi untuk dimintai penjelasannya, hingga berita ini dipublish belum merespon, baik itu panggilan telepone maupun pesan whatsapp. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top