PPKM Belum Efektif Cegah Kerumunan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PPKM Belum Efektif Cegah Kerumunan


TAK PATUH PPKM. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang melakukan operasi Prokes Kasih di beberapa jalan utama di Kota Kupang, Sabtu (23/1) malam, terutama di sejumlah pusat bisnis dan tempat-tempat makan atau warung. Langkah ini dilakukan menyusul masih banyak pemilik usaha yang tak mematuhi edaran Wali Kota terkait penerapan PPKM. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

NASIONAL

PPKM Belum Efektif Cegah Kerumunan


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-LaporCovid-19 mengevaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hasilnya, masih ada pelanggaran yang terjadi selama PPKM.

Tim laporan warga LaporCovid-19 Yemmiko Happy kemarin (25/1) menyatakan, lembaganya mengumpulkan laporan terkait PPKM selama dua pekan terakhir. Ada 70 laporan yang masuk. Paling banyak pelanggaran di tempat publik.

”Banyak sekali tempat yang dibuka atau diizinkan sehingga banyak warga yang berkumpul di sana,” tuturnya dalam webinar bertajuk Evaluasi Pelaksanaan PPKM yang dihelat LaporCovid-19. Dia mencontohkan kegiatan pernikahan dan pasar malam yang mengundang kerumunan.

Menurut dia, PPKM tidak efektif. Alasannya, jumlah laporan terus meningkat. Sebelum PPKM dilaksanakan, ada 68 laporan. Selain itu, komunikasi risiko yang dilakukan pemerintah kurang baik.

”Pemerintah ini menunggu laporan dulu. Seharusnya, pemerintah proaktif tanpa menunggu laporan warga,” ujarnya. Karena itu, Yemmiko menyarankan agar pembatasan diberlakukan dengan lebih ketat. ”3M dan 3T juga harus ditingkatkan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Angka Penularan Covid-19 Tinggi, Pemkot Kupang Perpanjang Status PPKM Dua Pekan

BACA JUGA: Tim Operasi ProKasih Covid-19 Temukan Banyak Pelanggaran di Kota Kupang

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Kemenkes tentang Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi mengakui bahwa kanal-kanal untuk pelaporan Covid-19 masih bermasalah. Terutama terkait dengan kecepatan merespons. ”Semua ditindaklanjuti, tapi Kemenkes membutuhkan waktu,” katanya.

Laju Pertumbuhan Kasus

Sementara itu, pertambahan kasus positif mencatatkan tren positif kemarin dengan tambahan kasus positif baru berada di bawah kasus kesembuhan. Pertambahan kasus positif baru adalah 9.994 kasus berbanding dengan kasus sembuh yang mencapai 10.678 kasus.

Dengan perkembangan terbaru itu, tingkat kesembuhan menjadi lebih baik dengan naik ke angka 81 persen setelah sebelumnya drop ke angka 80,7 persen. Kasus aktif pun mengalami penurunan dari sehari sebelumnya 16,4 persen menjadi 16,2 persen.

Kabar baik juga disampaikan Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono. Dia mengatakan, tingkat hunian RSD Wisma Atlet memang sempat mencapai angka di atas 80 persen. Namun, laporan terbaru pada Senin pagi kemarin menyatakan bahwa tingkat hunian menurun ke angka 77,63 persen. ”Jadi, dari 5.994 tempat tidur yang tersedia, terhuni 4.653 pasien,” ujarnya.

Saat ini, kata Tugas, masih banyak pasien yang disuplai dari RS maupun puskesmas di Jabodetabek. Jumlahnya masih berfluktuasi. Rata-rata 350 sampai 400 pasien yang keluar masuk setiap harinya. ”Jadi, kisaran hunian masih antara 84 persen tertingginya, terendahnya persen ini. Saya kira fluktuasi masih terjadi. Mulai tanggal 11 sampai 25 Januari kemarin. Kita mesti tetap waspada dan mengantisipasi,” tuturnya. (lyn/dee/wan/tau/c6/c9/oni/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top