Bangun Jalan dan Sarana AMB, Pemkab Matim Pinjam Rp 150 Miliar ke PT. SMI | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bangun Jalan dan Sarana AMB, Pemkab Matim Pinjam Rp 150 Miliar ke PT. SMI


Sekretaris Dinas PUPR Matim, Yosef H. Yusuf Urus. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bangun Jalan dan Sarana AMB, Pemkab Matim Pinjam Rp 150 Miliar ke PT. SMI


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pandemi Covid-19 membuat dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah berkurang. Menyiasati itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) mengajukan pinjaman dana sebesar Rp 150 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), BUMN dibawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI di Jakarta.

Sesuai perencanaan, dana pinjaman itu semuanya dialokasikan ke Dinas PUPR Matim yang difokuskan membiayai pembangunan infrastruktur jalan raya dan sarana air minum bersih (AMB) dalam wilayah Kota Borong. Pengajuan pinjaman itu masih dalam proses menuju perjanjian kerja sama pemerintah pusat dan Pemkab Matim.

“Kalau dananya sudah dikucurkan, kita alokasikan sebesar Rp 20 miliar untuk optimalisasi AMB dalam wilayah Kota Borong, dan sebesar Rp 130 miliar untuk bangun infrastruktur jalan raya,” ungkap Sekretaris Dinas PUPR Matim, Yosef H. Yusuf Urus, kepada TIMEXKUPANG.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/1) siang.

Menurutnya, untuk infrastruktur jalan raya, dalam perencanaan dialokasi untuk bangun enam paket pekerjaan jalan hotmix atau HRS. Diantaranya, paket HRS di ruas jalan Benteng Jawa-Satar Teu dengan estimasi Rp 25 miliar. Ruas jalan Dangka Manga-Watu Ngong dengan alokasi sebesar Rp 25 miliar.

Selain itu, ruas jalan Kembur-Metuk sebesar Rp 15 miliar. Ruas jalan Nanga Baras-Watu Ngong sebesar Rp 20 miliar. Ruas jalan Sok-Wae Care sebesar Rp 20 miliar, dan ruas jalan Simpang Tangkul-Benteng Jawa sebesar Rp 25 miliar.

Menurut Yusuf Urus, selain dari dana pinjaman, tahun 2021 Pemkab Matim mengintervensi pembangunan jalan dengan alokasi DAK reguler, afirmasi, dan DAK penugasan.

Dijelaskanya, untuk DAK penugasan akan dipakai membangun jalan HRS pada ruas Watu Cie-Deno sebesar Rp 10 miliar lebih. Juga pembangunan jalan HRS pada ruas Paka-Nceang sebesar Rp 12 miliar. Sementara untuk DAK reguler, akan bangun jalan HRS di sejumlah titik dalam wilayah Kota Borong, dengan alokasi dana sebesar Rp 12,6 miliar lebih.

“Sementara untuk DAK Afirmasi tahun 2022 ini, kita akan bangun jalan lapen pada ruas jalan Wae Reca-Wae Bobo-Bongdei-Nangan Rawam, sebesar Rp 4,5 miliar lebih. Tahun ini juga ada pembiayaan yang bersumber dari DAU untuk pekerjaan sekira 60-an paket jalan aspal yang tersebar di semua wilayah kecamatan,” kata Yusuf Urus.

Yusuf memperkirakan, semua paket proyek akan memulai proses lelang Februari 2021. Sementara Maret 2020, sudah mulai kontrak atau eksekusi di lapangan. Tentu semua itu telah dijadwalkan oleh Bupati Matim, Agas Andreas.

“Khusus ruas jalan yang akan dibangun dengan pinjaman SMI tersebut, bukanlah usulan baru atau tiba-tiba muncul. Tapi sudah direncanakan sebelumnya. Tahun lalu sudah masuk dalam perencanaan kita dalam APBD 2020, namun harus tertunda karena dananya dikepras akibat refocusing APBD untuk penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk Matim,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan, Abdulah, yang dihubungi TIMEXKUPANG.com Rabu (27/1) menjelaskan, dana pinjaman sebesar Rp 150 miliar tersebut sudah masuk dalam APBD 2021. Permohonan pinjaman ke pemerintah pusat, sudah dilakukan. Semua dokumen teknis sudah dikirim ke Kemenkeu RI.

“Sekarang masih dalam proses verifikasi. Nanti semuanya dialokasikan ke Dinas PUPR. Sekarang kita hanya menunggu berita dari Kementrian Keuangan RI. Bila usulan kita dikabulkan, akan diikuti dengan perjanjian kerja. Soal pengembalian, sudah ada skema perhitungan sesuai KMK Nomor 105. Semua itu sudah disampaikan ke kementrian sebagai salah satu lampiran dalam permohonan,” pungkas Abdulah. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top