Bangun PLBN Napan, Kontraktor Diduga Pakai BBM Bersubsidi, Jimmy Yap: Kami Pakai BBM Dexlite | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bangun PLBN Napan, Kontraktor Diduga Pakai BBM Bersubsidi, Jimmy Yap: Kami Pakai BBM Dexlite


Tampak mobil pick up hilux warna hitam yang diduga digunakan mengangkut BBM menggunakan jerigen berkapasitas 35 liter ke lokasi proyek PLBN Napan. Gambar diabadikan Rabu (27/1). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bangun PLBN Napan, Kontraktor Diduga Pakai BBM Bersubsidi, Jimmy Yap: Kami Pakai BBM Dexlite


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pengerjaan proyek Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara yang dibangun PT WIKA mendapat sorotan. Pasalnya, pelaksana proyek diduga menggunakan BBM bersubsidi untuk operasional pembangunan proyek, bukan BBM industri.

Dugaan tersebut menguat karena di lokasi proyek tidak ditemukan tempat untuk menampung BBM industri melainkan pihak kontraktor mengangkut BBM dari Kota Kefamenanu menggunakan jerigen ke lokasi proyek setiap hari untuk memperlancar operasional sejumlah alat berat maupun kendaraan di lokasi proyek.

Pantauan langsung Timor Express di lokasi proyek, Rabu (27/1), tampak sejumlah alat berat seperti ekskavator sementara beroperasi melakukan penggusuran menggunakan BBM yang diduga kuat jenis BBM bersubsidi.

Di lokasi proyek tidak tampak tempat penampungan BBM industri yang harusnya disiapkan pihak Kontraktor, namun ditemukan sejumlah jerigen dengan kapasitas 35 liter yang setiap hari diangkut dari Kota Kefamenanu ke lokasi proyek. Jerigen itu tampak berada di atas sebuah mobil pick up warna hitam dengan nomor polisi DH 8657 DF.

Sekertaris Komisi III DPRD TTU, Fabianus One Alisiono, kepada Timor Express, Rabu (27/1) mempersoalkan penggunaan BBM bersubsidi untuk pengerjaan proyek yang dibiayai melalui APBN maupun APBD oleh pihak kontraktor sudah kerab terjadi, namun belum tersentuh hukum.

Bahkan, penggunaan BBM bersubsidi oleh pihak kontraktor dalam mengerjakan proyek pembangunan yang dibiayai melalui APBN maupun APBD I pernah ditangani Polres TTU namun mengendap tanpa kabar. Hal ini juga sudah dikeluhkan masyarakat banyak kepada DPRD.

“Sekarang ini banyak proyek APBN yang masuk ke Kabupaten TTU sehingga kita minta aparat penegak hukum untuk benar-benar melakukan pengawasan terutama untuk penggunaan BBM sehingga tidak ada penyimpangan lagi,” pinta Fabianus.

Fabianus menduga, pengerjaan proyek PLBN Napan yang dikerjakan PT WIKA tersebut menggunakan BBM bersubsidi. Padahal, sudah ada larangan dari Kementerian ESDM yang melarang pihak perusahaan menggunakan BBM bersubsidi dalam operasionalnya.

Fabianus juga meminta pihak pertamina untuk lebih pro aktif dalam mengontrol SPBU yang ada di TTU sehingga tidak menimbulkan kerugian materil kepada masyarakat umum. Jika ada indikasi terjadi permainan antara SPBU dan pertamina, dirinya meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas masalah tersebut.

“Saya menduga ada kemungkinan permainan SPBU dengan kontraktor-kontraktor tertentu yang memuluskan peredaran BBM bersubsidi ke tangan pengusaha untuk melancarkan pekerjaannya,” katanya.

Sementara, salah satu sub kontraktor pengerjaan PLBN Napan, Jimmy Yap ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon selulernya, Rabu (27/1) mengatakan, BBM yang digunakannya untuk mengerjakan proyek pembangunan PLBN Napan itu adalah BBM industri berupa dexlite.

Untuk itu, tuduhan akan penggunaan BBM bersubsidi dalam memperlancar pengerjaan proyek PLBN Napan tersebut tidak benar. Pasalnya, selama ini pihaknya mengambil BBM industri di Pertamina 03 Kefamenanu.

“Selama ini kami pakai BBM Dexlite dan isi di drum namun karena ada perbaikan di Pertamina 03 Kefamenanu sehingga kami mengambil BBM menggunakan jerigen,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top