Dalam Sepekan, BPBD Rote Ndao Catat 8 Kejadian Bencana | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dalam Sepekan, BPBD Rote Ndao Catat 8 Kejadian Bencana


TINJAU LOKASI BENCANA. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, didampingi Kepala Pelaksanaan BPBD, Diksel Haning, dan Kepala Bagian Umum, Handryans Bessie, meninjau lokasi terdampak longsor, di Desa Tuanatuk, Sabtu (23/1). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dalam Sepekan, BPBD Rote Ndao Catat 8 Kejadian Bencana


Terbanyak Pada 19 Januari 2021

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao (Ronda), mencatat delapan kejadian bencana yang dilaporkan warga dalam kurun waktu sepekan. Kejadian tersebut dirangkum dari Senin (18/1) hingga Sabtu (23/1) lalu.

Berdasarkan laporan warga, bencana itu terjadi di Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, dimana sebanyak 17 rumah warga dihantan angin puting beliung.

Walau tak sampai mengakibatkan korban jiwa, tetap saja bencana tersebut telah meninggalkan kerugian material, hingga puluhan juta. Dengan penyebaran kerusakan yang didata sesuai wilayah dusun yakni, 13 rumah di Dusun Loedi, masing-masing satu rumah di Dusun Ndu Ndao dan Fimok, dan dua rumah di Dusun Nembeona.

“Pekan lalu, kami mulai terima laporan di hari Senin (18/1). Dari Desa Bo’a, warga melaporkan rumahnya rusak akibat angin puting beliung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Rote Ndao, Diksel Haning, saat dikonfirmasi Timor Express, Rabu (27/1).

Menurutnya, curah hujan dengan intensitas tinggi diserta petir dan angin puting beliung, terjadi sekitar pukul 11.15 wita. Kejadian tersebut selain merusak atap rumah warga, juga menumbangkan beberapa pohon besar sehingga memutus jaringan listrik.

“Selain mendata warga terdampak, bantuan berupa terpal juga sudah diberikan. Sekaligus warga disosialisasikan tindakan saat mengalami bencana,” kata Diksel.

Bencana selanjutnya, demikian Diksel, dilaporkan dari Desa Batutua, Selasa (19/1). Bencana itu berupa angin puting beliung yang menyebabkan gelombang pasang, menenggelamkan dua unit perahu nelayan.

Beberapa peralatan nelayan, berupa mesin diesel, pukat genzet, genzet dan lampu, rusak. Kerusakan terparah dialami oleh Supriadi Nalle, salah satu pemilik perahu yang tenggelam.

Di hari yang sama, selain laporan bencana dari Desa Batutua, BPBD juga menerima lima laporan bencana lainnya. Semuanya diakibatkan oleh curah hujan dengan intesitas yang cukup tinggi.

Dimulai dari Kecamatan Lobalain, tanggul yang diswadaya kelompok tani di kompleks persawahan Ba’iluka di Desa Tuanatuk, jebol. Sehingga petani di kompleks tersebut, menggunakan mesin agar bisa memompa air melalui saluran irigasi yang tersedia.

BACA JUGA: Bupati Paulina Bantu Lansia Terdampak Bencana di Rote Timur

Masih dari Lobalain, tembok penahan di Kali Cina, yang melewati Kelurahan Metina dan Namodale juga rusak. Kerusakanya sekitar 20-an meter.

Dari kecamatan Rote Barat, diperoleh laporan kerusakan berupa longsor di Embung Maambota. Embung tersebut tertimbun material longsor berupa tanah.

Selain itu, masih dari Desa Oenitas, juga dilaporkan dua rumah warga rusak akibat angin kencang. Kerusakan tersebut karena tertimpa pohon yang tumbang.

Sedangkan, dari Kecamatan Rote Timur, BPBD menerima laporan adanya bencana longsor di Desa Batefalu. Longsor tersebut mengancam belasan warga yang mendiami dua rumah.

Begitu juga rumah warga yang tergenang air hujan. Yang didata berjumlah 46 rumah yang tersebar di empat dusun, di wilayah Desa Batefalu.

“Puncaknya di hari Senin (19/1). Karena saat itu curah hujan sangat tinggi dan merata di Kabupaten Rote Ndao,” turut Diksel.

Di hari selanjutnya, Rabu (20/1), lanjut Diksel, diperoleh laporan kerusakan rusak yang dialami satu warga di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur. Tepatnya di Dusun Anlaso, sebuah pohon besar tumbang dan menimpa rumah dan wc warga.

Kerusakanya cukup parah, beberapa bagian tembok rumah, rata tanah. Begitu juga material lainnya, yang tidak bisa digunakan lagi.

Kejadiannya, sebut Diksel, terjadi sekira pukul 12.30 Wita pada Rabu (20/1). Yang kemudian dilakukan evakuasi, mendata sekaligus melakukan sosialisasi mitigasi oleh BPBD kepada warga.

“Setelah memperoleh laporan, kami turun langsung ke lokasi-lokasi kejadian. Dan semuanya kami pastikan sesuai dengan yang dilaporkan warga,” pungkas Diksel. (mg33)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top