Pasien Reaktif Covid-19 Asal Lurasik Diduga Meninggal karena Kelaparan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pasien Reaktif Covid-19 Asal Lurasik Diduga Meninggal karena Kelaparan


PENGUBURAN. Tim Satgas Covid-19 TTU mengusung peti jenazah pasien reaktif Covid-19 warga Lurasik dari RSUD Kefamenanu untuk dimakamkan di TPU Bijaesunan, TTU, Jumat (22/1) lalu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pasien Reaktif Covid-19 Asal Lurasik Diduga Meninggal karena Kelaparan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Pasien reaktif Covid-19, warga Lurasik, Desa Taunbaen Timur, Kecamatan Biboki Utara yang meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Kefamenanu, Jumat (22/1) lalu itu, diduga kuat bukan dipicu faktor terpapar virus korona semata, melainkan karena kelaparan.

Pasalnya, saat menjalani perawatan di ruang isolasi tersebut, diduga pola makan yang diberikan kepada korban tidak teratur. Akibatnya, kondisi korban yang sebelumnya sudah sangat lemas akibat serangan virus, makin tak berdaya lagi karena tanpa asupan gizi yang memadai. Padahal salah satu faktor pendukung pasien sembuh adalah makan makanan bergizi, istirahat cukup, dan minum vitamin.

Dari informasi yang dihimpun Timor Express dari keluarga korban menyebutkan bahwa, saat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kefamenanu, korban sempat menelepon keluarganya. Korban menyampaikan kondisinya yang semakin buruk karena kesulitan untuk makan dan minum secara mandiri. Korban mengaku kondisinya sangat lemas dan tak berdaya.

Sesuai pengakuan korban kepada keluarga melalui telepon selulernya saat itu, bahwa ia diberi makanan dengan cara disimpan di depan pintu dan masing-masing pasien mengambilnya secara mandiri untuk makan. Padahal, kondisi korban sangat lemas dan hanya terbaring di atas tempat tidur tanpa bisa berbuat banyak.

Akibatnya, Jumat (22/1) korban menghembuskan nafas terakhir di ruang isolasi tanpa ada keluarga yang mengetahui persis penyebab kematian korban secara pasti. Pihak keluarga hanya menerima informasi dari pihak RSUD Kefamenanu bahwa korban meninggal karena Covid-19.

Plt. Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Theresia A. J. Mulowato ketika dikonfirmasi Timor Express, Selasa (26/1) mengatakan, penanganan pasien reaktif antigen maupun terkonfirmasi positif Covid-19 di ruang isolasi RSUD Kefamenanu sudah sesuai prosedur tetapnya (Protap).

Dikatakan, pola pemberian makanan dan minuman bagi pasien pun diantar langsung ke masing-masing orang sehingga setiap pasien bisa makan dan minum secara mandiri dan teratur.

“Di ruang isolasi itu kan dibatasi dan hindari kontak antara pasien dengan tenaga kesehatan. Namun untuk makan dan minum disimpan di meja dari setiap pasien, hanya pola makan dan minum secara mandiri,” ungkap dr. Theresia.

Terkait tuduhan keluarga bahwa korban meninggal karena kelaparan, dibantah dr. Theresia. Ia menegaskan bahwa korban selama menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kefamenanu diperhatikan asupannya, termasuk pasien yang lainnya. “Seluruh pasien diberikan asupan gizi yang baik dan seimbang,” tandas dr. Theresia.

BACA JUGA: Pasien Reaktif Antigen Asal Lurasik Meninggal di RSUD Kefamenanu

Sementara mengenai keluhan terakhir pasien sebelum meninggal, dr. Theresia mengaku tidak mengetahui persis rekam medik pasien karena ada dokter dan perawat khusus yang menangani setiap pasien reaktif maupun positif Covid-19.

“Kalau soal rekam medik nanti saya tanyakan ke dokter yang menangani pasien itu yah, karena saya tidak tahu persis. Namun untuk asupan gizi itu diberikan setiap saat kepada seluruh pasien,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan dan pencegahan terhadap Penyebaran Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat kepada Timor Express, Jumat (22/1) membenarkan kabar duka dari pasien reaktif Covid-19 yang dirawat di RSUD Kefamenanu.

Dikatakan, pasien reaktif Covid-19 yang meninggal tersebut merupakan warga Desa Taunbaen Timur, Kecamatan Biboki Utara, TTU yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lurasik lalu dirujuk ke RSUD Kefamenanu.

Kristoforus menambahkan, setelah meninggal, pasien itu langsung dimakamkan dengan protokol pemakaman pasien Covid-19 oleh tim khusus di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bijaesunan, TTU.

Kristoforus Berharap, rumah sakit yang merawat pasien reaktif Covid-19 maupun pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 harus benar-benar menggunakan ruang khusus atau ruang isolasi guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Selain itu, lanjut Kristoforus, tim medis yang menangani pasien reaktif maupun terkonfirmasi positif Covid-19 harus tetap menggunakan APD lengkap guna mengantisipasi penyebaran virus korona melalui tenaga medis.

“Saat ini penyebaran covid-19 di Kabupaten TTU melonjak secara signifikan sehingga kita berharap jangan ada klaster tim medis. Pihak rumah sakit maupun tim medis yang merawat pasien reaktif maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan,” pesannya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top