Pater Bollen Tinggalkan Surat Wasiat untuk 3 Anak Asuh, Ini Isinya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pater Bollen Tinggalkan Surat Wasiat untuk 3 Anak Asuh, Ini Isinya


WASIAT. Detik-detik Maria Magdalena membuka kotak surat wasiat yang diberikan alamarhum Pater Bollen, bapak asuhnya bertempat di Restorant See Word Club, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Sabtu (23/1). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pater Bollen Tinggalkan Surat Wasiat untuk 3 Anak Asuh, Ini Isinya


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Pater Heinrich Bollen, SVD atau yang akrab disapa Pater Bollen yang lahir di Landstuhl, Jerman, pada 2 Juli 1929 silam telah berpulang keharibaannya pada Selasa, 22 Desember 2020.

Buah hati dari pasangan Johann Bollen dan Katharina Leitheiser ini meninggal dunia pada usia 91 tahun saat dirawat di RSUD dr. TC. Hillers Maumere.

Pater Bollen telah pergi meninggalkan orang-orang yang dikasihinya selama berpuluh tahun mengabdi sebagai misionaris di tanah Flores. Ternyata sosok yang dikenal selalu melayani dengan kasih itu sempat meninggalkan sebuah wasiat berupa surat sebelum ia pergi untuk selamanya.

Wasiat yang ditinggalkan Pater Bollen itu ia simpan dalam sebuah boks kecil untuk ketiga anak asuhnya, yakni Maria Magdalena, Manase Gaib, dan Hendrikus Lehan. Dan surat wasat Pater Bollen itu baru dibuka oleh Ketua Yayasan Nativitas, Marie Jeanne Colson, bertempat di Restorant See Word Club, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Sabtu (23/1).

Surat wasiat itu kemudian dibuka dan dibaca oleh seorang advokat, Polikarpus Raga, SH. Hadir saat itu sejumlah tokoh masyarakat Sikka, diantaranya, Drs. Daniel Woda Pale, Kasianus Kasing, Ketua Tim Pelaksana, Firmus Pilin Raja, dan sejumlah tokoh masyarakat dari beberapa kecamatan. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Sikka, Gregorius Nago Bapa, Kepala Desa Waiara, Paulus Plapeng, Kapolsek Kewapante yang diwakili Iptu Alexader Suban, Alfons Naga, Ketua Yayasan Nativitas, Marie Jeanne Colson, dan Pengurus Yayasan Helf Flores, Paulus Marton.

Surat wasiat itu ternyata ditulis Pater Bollen sejak 2019 silam, dan disimpan dalam brankas milik Pater Bollen sendiri. Brankas itu baru dibuka Marie Jeanne Colson, Sabtu (23/1) siang.

Pater Bollen dikenal dekat oleh masyarakat Sikka sebagai sosok pejuang kemanusian itu meninggalkan wasiat yang membuat haru, tidak saja ketiga anak asuhnya namun mereka yang hadir menyaksikan pembukaan wasiat itu.

Dalam surat wasiat Pater Bollen sebagaimana yang dibacakan advokat muda Polikarpus Raga, berbunyi:

Surat Kuasa, Maumere, 20 Oktober 2019.

Saya Pater Bollen dengan ini memberikan kuasa kepada Manase Gaib untuk bisa membagikan hasil keputusan sidang akan dibagikan hak 50 persen diberikan kepada Yaspem sesuai akta notaris tahun 2017, dan 50 persen untuk ketiga anak asuhnya. Manase Gaib ada kuasa penuh untuk dipakai sesuai kebutuhan sosial. Yang memberi kuasa, Pater Bollen.

“Ini isi surat wasiat yang ditulis Pater Bollen sebelum menutup matanya untuk selama-lamanya,” ungkap Polikarpus usai membacakan surat wasiat tersebut.

Dalam surat wasiat tersebut, lanjut Polikarpus, Pater Bollen juga menulis bahwa tanggal 21 Okteber 2019 diwasiatkan kepada Maria Magdalena, Manase Gaib dan Hendrikus Lehan untuk membentuk satu Forns dengan nama Bollen Flores (Bolfor) dikaksih kepada Manase dan unit-unit khusus. Diakhir surat wasiat itu tertanda Pater Bollen SVD.

Seperti disaksikan media ini, undangan yang hadir menyaksikan detik-detik pembukaan kotak surat wasiat itu, sangat terharu dan hening bahkan menitikkan air mata saat menyaksikan salah satu anak asuh Pater Bollen, Maria Magdalena menangis. Maria seakan tidak sanggup membuka kota wasiat tersebut. Di tengah isak tangisnya, Magdalena hanya berharap pembukaan kota wasiat itu bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Kota wasiat akhirnya baru dapat dibuka secara perlahan ketika Maria Jeanne Colson terus memberikan semangat kepada Magdalena agar tegar dan kuat, bahwa apapun isi surat wasiat dalam kotak itu harus diterima.
Usai dibuka, isi kotak pada bagian atasnya tersimpan foto Pater Bollen tengah menggendong anak asuhnya Maria Magdalena, satu jepitan surat tanggapan atas kepengurusan Yaspem yang baru yang ditulis pater Bolen pada 21 November 2017.

Salah seorang tokoh masyarakat Sikka, Daniel Woda Palle dalam sambutannya mengatakan bahwa Pater Bollen merupakan sosok biarawan pejuang kemanusiaan. Ia sangat dekat degan masyarakat, banyak warga yang miskin diajar untuk membuat teras sering, diajari untuk menanam cengkeh, dan vanili, dan saat ini masyarakat sangat merasakan manfaat dari kerja kerasnya itu.

Bukan cuma itu. Menurut Daniel, banyak anak miskin yang disekolahkan, diberikan modal usaha dan pekerjaan sehingga kedekatan masyarakat dengan almarhum Pater Bollen sangat tinggi. “Masyarakat sungguh merasa memiliki Pater Bollen yang dekat dengan orang-orang kecil,” kata mantan Ketua DPRD NTT itu.

Kabupaten Sikka, kata Daniel Woda Pale, tanahnya sempit, tetapi bagaimana memanfaatkan laut yang luas, agar masyarakat meningkatkan ekonominya, disini Pater Bollen membangun Hotel See Word Club untuk membantu orang-orang kecil.

“Kita tahu, tanah di Sikka ini sempit, tapi Pater Bollen mampu membantu warga masyarakat dengan usaha hotel yang diberi nama Hotel See Word Club ini,” ungkap tokoh yang juga mantan Bupati Sikka itu. (Kr5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top