Waspadai Titik Lengah Kita dalam Kehidupan Sehari-hari yang Bisa Sebabkan Covid-19 Masuk ke Tubuh Kita | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Waspadai Titik Lengah Kita dalam Kehidupan Sehari-hari yang Bisa Sebabkan Covid-19 Masuk  ke Tubuh Kita


dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati WP, MARS. (FOTO: Dok. Pribadi)

OPINI

Waspadai Titik Lengah Kita dalam Kehidupan Sehari-hari yang Bisa Sebabkan Covid-19 Masuk  ke Tubuh Kita


Oleh: dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati WP, MARS *)

Pandemi Covid-19 tidak kunjung usai. Dari hari kehari, semakin banyak saja yang terinfeksi. Apakah dia rekan kerja kita, sahabat kita, saudara kita, orang tua, anak atau pimpinan kita.  Penyebaran Covid-19 ini sudah tidak terbendung lagi. Penularannya makin masif. Berbagai strategi sudah dicoba untuk membatasi penyebaran virus ini, mulai dari lockdown, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tapi penyebaran virus tetap saja meningkat. Kasus baru bertambah setiap hari.

Manifestasi yang muncul pun sangat beragam. Ada yang tidak menunjukkan gejala sama sekali yang kita kenal dengan OTG. Karena tidak bergejala, seringkali mereka tidak menyadari sudah membawa virus ini kemana-mana, sehingga sangat berbahaya karena bisa menularkan kepada yang lain apalagi yang bersangkutan tidak mematuhi Protokol Kesehatan.

Ada yang bergejala ringan seperti batuk pilek , demam yang dikira gejala flu biasa saja, atau hanya pusing, sakit kepala, atau pegal linu, rasa lemah,  mual, muntah, diare, gatal dan berbagai gejala lainnya. Ada yang bergejala sedang sampai berat seperti panas tinggi, sesak nafas, merasa sangat lemah, sehingga perlu penanganan di rumah sakit, dan ada beberapa diantaranya ada yang kritis kemudian meninggal.

Musuh kita saat ini tidak bisa kita lihat dengan mata kita. Dia berada di udara sekitar kita, benda-benda yang berada di sekitar kita, yang keluar ketika si pembawa virus ini berbicara tanpa mengenakan masker, tertawa-tawa tanpa mengenakan masker, teriak, menyanyi terlebih lagi kalau dia batuk dan bersin tanpa menggunakan masker. Akan lebih banyak lagi virus yang dikeluarkannya. Virus ini akan berada di udara beberapa saat, dan kemudian jatuh permukaan  meja, di lantai atau di tanah. Lalu kemudian bisa pindah ke tangan yang menyentuh permukaan benda-benda tersebut, kemudian bisa pindah lagi ke tubuh kita saat tangan itu belum dicuci bersih,  menyentuh mata, mulut dan hidung.

Oleh karena itu, yang paling penting dalam menghindari virus ini adalah menjaga mulut, hidung dan mata sebagai bagian tubuh yang merupakan pintu masuknya virus Covid-19, yaitu dengan menggunakan masker dan kacamata atau face shield serta mencuci tangan kita dengan hand sanitizer atau sabun dan air mengalir.

Akan tetapi, dalam kehidupan sehari-hari, tidak selamanya kita bisa terus menerus menggunakan masker. Ada saatnya masker ini dibuka. Ternyata saat itulah yang diincar oleh si virus korona ini untuk bisa masuk ke tubuh kita. Saat dimana kita lengah, saat virus  mendapat kesempatan dalam kesempitan.

BACA JUGA: Waspada…!!! Makan Bersama Bisa Menularkan Covid-19

Kapankah saat-saat lengah tersebut? Berikut penulis ingin menyampaikan saat-saat lengah tersebut dimana kita biasa membuka masker dan merasa kurang waspada.

  1. Saat makan bersama keluarga di rumah, bersama rekan kerja di kantor, makan  di warung, restoran, atau di tempat umum lainnya, dimana jarak duduk kita berdekatan, kurang dari 1,5 meter. Potensi penularan akan lebih meningkat lagi bila tempat itu merupakan ruang tertutup,ber-AC dan berlangsung dalam waktu yang lama.
  2. Saat ngobrol bersama anggota keluarga, teman-teman dekat, rekan kerja, tamu yang datang dan ngobrol dengan kita. Karena merasa sudah dekat, masker dibuka. Potensi penularan akan terjadi bila jarak satu sama lain berdekatan kurang dari 1 meter, apalagi ngobrol berlangsung dalam waktu lama, lebih dari 15 menit, dan di dalam ruang tertutup.
  3. Sembahyang bersama di rumah atau rumah ibadah. Potensi penularan terjadi apabila saat berdoa/sembahyang tidak mengenakan masker, atau membuka masker, jarak duduk berdekatan, berlangsung lama apalagi tempatnya tertutup.
  4. Tidur Bersama, buka masker, jarak dekat
  5. Belanja di tempat umum yang ramai misalnya pasar tradisional, di supermarket yang tertutup.
  6. Rapat bersama di kantor, jarak berdekaan, apalagi berlangsung lama dan ruangan tertutup. Karena merasa aman masker dibuka.
  7. Belajar Bersama, jarak dekat, buka masker
  8. Olah raga bersama di tempat tertutup, gym, sanggar senam, jarak berdekatan, buka masker apalagi tempat yang tertutup.
  9. Berada di keramaian pesta nikah, perkabungan, jarak berdekatan, masker dibuka, saling berjabat tangan, berpelukan, berciuman.
  10. Foto bersama, jarak berdekatan, buka masker.
  11. Rokok bersama, ngopi bersama, jarak dekat, buka masker.
  12. Berada dalam pesawat/bus/taksi dan kendaraan umum lainnya yang tertutup dan ber-AC, banyak orang, masker dibuka, makan dan minum di dalamnya, tidak mencuci tangan dengan bersih, sangat berpotensi terjadi penularan.
  13. Berada di toilet rumah atau toilet umum yang kurang bersih.
  14. Nonton bioskop bareng/karaoke, di ruang tertutup, buka masker, sambal makan dan minum, waktu lebih dari 15 menit.
  15. Dan kondisi-kondisi lainnya yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti kebiasaan membuka masker saat berbicara, atau berbicara di depan mike, bersalaman sambal bersentuhan tangan, mendatangkan tukang pijat ke rumah, belanja di tukang sayur, mendatangkan pembantu rumah tangga harian, ada keluarga dari jauh nginap di rumah, anak-anak bermain dengan tetangga/teman-temannya.

Intinya, apapun aktifitas kita sehari-hari, jangan lupa untuk tetap patuhi protocol kesehatan  5M, yaitu Menggunakan masker standard menutupi hidung dan mulut, Menjaga jarak minimal 1,5 meter terutama disaat masker kita harus dilepas. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau handsanitizer serta Menjauhi kerumunan, dan mengurangi Mobilitas.  Masker digunakan maksimal 4-6 jam selanjutnya dibuang atau dicuci dengan sabun untuk masker yang bisa dicuci, tidak menaruh masker di sembarang tempat di rumah, dan tidak membuang masker di sembarang tempat.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah membuka pintu dan jendela rumah, ruang kerja, secara rutin agar terjadi pertukaran udara yang baik, untuk mengurangi kemungkinan adanya akumulasi virus di dalam ruangan yang bisa masuk ke tubuh kita. Melakukan desinfeksi secara berkala pada lingkungan ruang kerja dan rumah kita, wastafel, toilet, gagang pintu, termasuk alas sepatu yang kita kenakan dari luar. Karena alas sepatu kita sudah menginjak dimana-mana dan mungkin saja ada virus di lantai yang kita injak . (*)

*) PKRS Rumkit Bhayangkara Drs. Titus Uly Kupang

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya OPINI

  • OPINI

    Nasionalisme Bertepuk Sebelah Tangan

    Penulis : Yeftha Yerianto Sabaat - Editor

    🔊 dibacakan Nasionalisme atau prinsip hidup bernegara kita hari ini perlu dipertanyakan, Mengapa demikian? Hal mendasar...

  • OPINI

    Pilkada dan Kemunduran Demokrasi

    Penulis : Oleh: Yeftha Yerianto Sabaat *) - Editor

    🔊 dibacakan Pemikiran filsafat politik Machiavelli setidaknya memberi pengaruh besar bagi para politisi yang tak bermoral...

  • OPINI

    Gereja: Merasakan dan Menyembuhkan

    Penulis : Oleh: Gabriel A. I. Benu *) - Editor

    🔊 dibacakan Selayang Pandang Setiap tanggal 11 Februari, Gereja Katolik secara khusus memperingati Hari Orang Sakit...

  • OPINI

    Nakes dan Cerita di Balik Ruang Isolasi

    Penulis : Oleh: dr. Merty Taolin *) - Editor

    🔊 dibacakan Hari demi hari terus berjalan. Tidak berasa hampir setahun kami para tenaga kesehatan (Nakes)...

  • OPINI

    Meredam Pandemi, Melawan Covid-19

    Penulis : Oleh: dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati WP, MARS *) - Editor

    🔊 dibacakan Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 semakin mengganas. Kasus baru terus bermunculan dan belum bisa...

Populer

To Top