Ketua DPRD TTU: Berpijak pada Regulasi Agar tidak Salah Kaprah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ketua DPRD TTU: Berpijak pada Regulasi Agar tidak Salah Kaprah


Pimpinan fraksi dan sejumlah anggota DPRD TTU melakukan penyegelan ruang kerja pimpinan DPRD TTU, Kamis (28/1). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

Ketua DPRD TTU: Berpijak pada Regulasi Agar tidak Salah Kaprah


Terkait Aksi Segel Ruang Pimpinan oleh Fraksi dan Anggota DPRD TTU

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Ketua DPRD TTU Hendrikus Frederikus Bana menyikapi sikap pimpinan fraksi-fraksi dan sejumlah anggota lembaga wakil rakyat itu yang melakukan penyegelan terhadap ruang kerja pimpinan, Kamis (28/1).

Ketika dikonfirmasi Timor Express di Kediamannya, Kamis (28/1), Hendrikus mengatakan bahwa rapat yang tidak jadi dilaksanakan hingga berujung protes para anggota dewan itu bukan dibatalkan secara sepihak oleh unsur pimpinan DPRD, namun ditunda sampai dengan 1 Februari 2021.

Hendrikus beralasan, penundaan rapat itu karena Sekretaris Dewan (Sekwan) sementara melakukan tugas kedinasan ke Kupang.

Atas alasan itu, Hendrikus mengaku telah menyampaikan perubahan jadwal tersebut melalui WhatsApp Group (WAG) DPRD TTU untuk diketahui bersama seluruh anggota DPRD, pimpinan fraksi dan pimpinan komisi di lembaga legislatif tersebut.

“Secara prosedural dalam Tata Tertib DPRD Nomor 1 tahun 2019, yang mengatur administrasi secara keseluruhan adalah sekretariat sehingga beliau (Sekwan, Red) sementara ini berada di Kupang. Kami perintahkan ke sana untuk mengantar seluruh dokumen terkait proses pelantikan Bupati periode 2021-2026,” jelas Hendrikus Bana.

BACA JUGA: Anggota DPRD TTU Segel Pintu Ruang Kerja Pimpinan, Ini Persoalannya

Hendrikus menyatakan, sikap sejumlah anggota DPRD TTU yang menilai rapat evaluasi tersebut dibatalkan merupakan pernyataan yang terlalu dini dan emosional serta tidak memiliki dasar yang jelas.

Menurutnya, substansi apa yang akan dibahas dalam rapat evaluasi tersebut sebetulnya sangat tidak elegan dan sangat tidak tepat. Dikawatirkan, jangan sampai di dalam proses evaluasi itu, ada saling menyudutkan satu sama lain.

Karena itu, lanjutnya, sebagai unsur pimpinan, pihaknya mengambil langkah taktis mengelola berbagai perbedaan itu agar menjadi potensi yang baik untuk menjaga marwah dan wibawa lembaga DPRD.

“Saya harapkan agar pemahaman terkait regulasi itu dipahami secara tuntas yang mengatur kita di lembaga DPRD sehingga dalam urusan di lembaga tersebut dalam bentuk pernyataan apapun, kita berpijak pada regulasi sehingga tidak salah kaprah,” harapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelum, pimpinan fraksi dan anggota DPRD TTU mengambil langkah tegas menyegel ruang kerja pimpinan DPRD setempat lantaran kecewa dengan sikap pimpinan yang mereka nilai inkonsisten. Rapat evaluasi yang sudah disepakati digelar hari ini (28/1), tiba-tiba dibatalkan. Hal inilah yang memicu aksi protes para legislator di Bumi Biinmafo. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top