Lagi, Pasien Probable Meninggal di TTU, Ini Permintaan DPRD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Lagi, Pasien Probable Meninggal di TTU, Ini Permintaan DPRD


PEMAKAMAN. Tim Satgas Covid-19 TTU saat memakamkan jasad pasien reaktif Covid-19 di TPU Bijaesunan, Kabupaten TTU, Rabu (27/1). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Lagi, Pasien Probable Meninggal di TTU, Ini Permintaan DPRD


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Seorang pasien dengan status probable Covid-19 yang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Kefamenanu meninggal dunia, Rabu (27/1).

Pasien yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUD Kefamenanu kemudian dipindahkan ke ruang isolasi karena hasil rapid antigen dinyatakan positif. Saat dalam perawatan di ruang isolasi, nyawa pasien dengan sejumlah penyakit komplikasi ini tak tertolong.

Sesuai informasi yang dihimpun Timor Express, pasien yang diketahui bernama I. C. Sunartawan, 58, warga Km 1 jurusan Kupang, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu tersebut mulai menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Kefamenanu sejak Jumat (22/1). Lima hari menjalani perawatan, nyawa Sunartawan tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (27/1) pagi.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 TTU, Kristoforus Ukat kepada Timor Express, Rabu (27/1) membenarkan kabar duka tersebut. “Pasien probable Covid-19 yang meninggal tersebut merupakan warga Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu,” jelas Kristoforus.

Kristoforus menambahkan, pasien tersebut langsung dimakamkan dengan menerapkan protokol pemakaman pasien korona oleh Tim Satgas Covid-19 Kabupaten TTU di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bijaesunan.

Kristoforus berharap, rumah sakit yang merawat pasien reaktif maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus benar-benar menggunakan ruang khusus atau ruang isolasi guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

BACA JUGA: Pasien Reaktif Antigen Asal Lurasik Meninggal di RSUD Kefamenanu

Pasalnya, saat ini jumlah pasien reaktif maupun probable yang meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Kefamenanu berjumlah dua orang.

“Sudah dua pasien yang meninggal di ruang isolasi RSUD Kefamenanu sehingga kita berharap jangan ada klaster tim medis. Rumah sakit maupun tim medis yang merawat pasien reaktif maupun pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus benar-benar memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD TTU, Hilarius Ato ketika dikonfirmasi Timor Express, Rabu (27/1) mengapresiasi kerja keras dan pelayanan kesehatan oleh RSUD Kefamenanu kepada seluruh masyarakat, terutama dalam melakukan penanganan terhadap pasien reaktif maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

Meski demikian, kata Hilarius, pihaknya menyoroti pola pelayanan pihak RSUD Kefamenanu kepada pasien reaktif maupun terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD itu.

Pasalnya, sudah dua pasien reaktif Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan. Seharusnya, kata Hilarius, kondisi dari pasien yang dirawat itu harusnya berangsur pulih dan membaik.

“RSUD itu seharusnya membuat pasien merasa nyaman saat menjalani perawatan bukan menjadi momok yang menakutkan. Apalagi merawat pasien Covid-19 harus terus memberikan dukungan moril sehingga tetap kuat dan imun tubuh tetap terjaga sehingga sedapat mungkin mampu melawan Covid-19,” katanya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top