Le Ray Dikenai Pasal Berlapis, Ini Ancaman Hukuman untuk Pelaku 2P | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Le Ray Dikenai Pasal Berlapis, Ini Ancaman Hukuman untuk Pelaku 2P


Tersangka Le Ray (tangan diborgol) dibawa penyidik ke Rujab Bupati TTU pada Selasa (19/1) lalu untuk proses rekonstruksi atas kasus dugaan penganiayaan dan pencabulan yang ia lakukan terhadap korban BWA belum lama ini. Tampak Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam (kanan). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Le Ray Dikenai Pasal Berlapis, Ini Ancaman Hukuman untuk Pelaku 2P


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim penyidik Satreskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU) terus bekerja menuntaskan proses hukum kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dan pelecehan seksual atau pencabulan (2P) yang dilakukan oleh tersangka Le Ray kepada korban BWA belum lama ini.

Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menghadirkan korban dan pelaku pun sudah dilakukan pada Selasa (19/1) lalu. Dari hasil olah TKP itu, tim penyidik menetapkan pasal berlapis terhadap tersangka Le Ray atas perbuatannya. Le Ray dijerat pasal 289 KUHP tentang perbuatan pencabulan serta pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam kepada Timor Express, di Kefamenanu, Rabu (27/01) mengatakan, penyidik telah melakukan pelimpahan berkas perkara tahap satu atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan dan pencabulan yang dilakukan tersangka Le Ray terhadap BWA kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari TTU.

Dikatakan, sesuai laporan awal, korban BWA hanya membuat laporan polisi atas kasus dugaan tindak pidana penganiayaan. Namun saat melakukan oleh TKP, penyidik menemukan adanya bukti baru yang menjerat tersangka berupa dugaan pencabulan sehingga Le Ray dikenakan pasal berlapis, yakni pasal penganiayaan dan pencabulan.

“Tanggal 26 Januari 2021, penyidik telah melaksanakan tahap satu kepada JPU. Pasal yang disangkakan itu yakni pasal 289 untuk perbuatan pencabulan dan pasal 351 untuk penganiayaan,” ungkap Sujud.

BACA JUGA: Fakta Ini Terungkap Saat Rekonstruksi Kasus Pelecehan di Rujab Bupati TTU

BACA JUGA: Bengisnya Le Ray, Tega Aniaya, Telanjangi, dan Perkosa BWA

Sujud menambahkan, berdasarkan dua pasal yang disangkakan kepada tersangka, maka Le Ray terancam hukuman pidana kurungan penjara selama 13 tahun. Rinciannya, untuk perbuatan terkait pasal 289 tentang pencabulan ancaman pidananya 9 tahun, dan pasal 351 tentang penganiayaan ancaman pidananya 4 tahun.

Sujud memastikan, jika berkas perkara yang saat ini dalam proses pemeriksaan oleh JPU dinyatakan lengkap atau P21, maka penyidik telah bersiap untuk melanjutkannya ke pelimpahan tahap dua dengan menyertakan barang bukti bersama tersangkanya.

“Jika dalam pemeriksaan dinyatakan lengkap atau P21, maka kita akan lanjut ke pelimpahan tahap dua dengan menyertakan barang bukti serta tersangka. Namun jika jaksa menyatakan kurang memenuhi syarat, maka penyidik akan melengkapinya sesuai petunjuk jaksa yang sudah diberikan dalam berkas perkara,” jelasnya.

Diberitakan sebelum, tim penyidik Satreskrim Polres TTU akhirnya menemukan adanya fakta baru dalam kasus dugaan tindak pidana penganiyaan dan pencabulan terhadap BWA yang dilakukan oleh Le Ray beberapa waktu lalu.

Fakta baru yang ditemukan penyidik, yakni tindakan pencabulan yang dilakukan tersangka kepada korban, baik saat di TKP rumah jabatan Bupati TTU, dan di kebun milik Raymundus Sau Fernandes. Padahal, tersangka dalam keterangannya kepada penyidik tidak mengakui adanya pencabulan seksual sebagaimana keterangan korban saat melapor. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top