Kuasa Hukum Margorius Bana Surati Bareskrim Polri Terkait Kasus Penganiayaan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kuasa Hukum Margorius Bana Surati Bareskrim Polri Terkait Kasus Penganiayaan


DI MABES POLRI. Kuasa Hukum Margorius Bana, Charlie Usfunan saat mendatangi Bareskrim Polri guna menyampaikan surat permohonan penuntasan kasus dugaan penganiyaan terhadap kliennya di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Kuasa Hukum Margorius Bana Surati Bareskrim Polri Terkait Kasus Penganiayaan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Charlie Usfunan, Kuasa Hukum Margorius Bana, mengambil langkah menyurati Bareskrim Polri untuk melakukan pengawasan pidana terhadap laporan tindak pidana di Polres TTU, NTT. Laporan itu terkait penanganan kasus tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada Margorius Bana belum lama ini.

Charlie mengatakan, upaya menyurati Bareskrim dilakukan untuk memastikan kasus penganiayaan yang menimpa kliennya tetap diproses hingga tuntas. “Saya hanya ingin memastikan agar proses hukum berjalan sesuai mekanismenya. Tidak ada yang kebal hukum, dan kasus ini harus dituntaskan agar jangan ada penindasan lagi terhadap mereka yang lemah,” ujar Charlie kepada Timor Express, di Kefamenanu, Jumat (29/1).

Charlie menambahkan, surat yang dilayangkan kepada Kepala Pengawas dan Penyidikan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tertanggal 22 Januari 2021 itu bernomor: 10/ S.Pmh/CYU/1/2021, perihal permohonan pengawasan pidana terhadap laporan tindak pidana di Polres TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Charlie mengaku bergerak lebih jauh dengan cara mendatangi kantor Bareskrim Polri di Jakarta agar apa yang sementara diperjuangkan bisa diselesaikan sesuai aturan perundang-undangan di negara ini.

“Saya punya keyakinan kasus ini tuntas secara hukum. Apapun kondisi di lapangan saya tetap bergerak maju. Artinya bahwa hukum dan keadilan harus tetap ditegakkan. Semoga dengan Kapolri yang baru, semua proses hukum bisa berjalan tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” pungkasnya.

BACA JUGA: Gegara Hal Ini, Kuasa Hukum Margorius Ancam Pidanakan Dokter RSUD Kefamenanu

BACA JUGA: Bupati Raymundus Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik

Diberitakan sebelumnya, Kuasa Hukum Margorius Bana, Charlie Usfunan kepada Timor Express, Jumat (8/1) mengatakan, sudah satu bulan, hasil visum et repertum dari korban penganiayaan yang dialami Margorius belum diterbitkan oleh oknum dokter di RSUD Kefamenanu, TTU.

Kendati demikian, Charlie mengingatkan, jika ada kesan oknum dokter ‘menyandera’ hasil visum tersebut, maka yang bersangkutan terancam dipidana karena menghalang-halangi penyidikan kasus tindak kriminal yang sementara ditangani polisi.

Menurut Charlie, visum et repertum merupakan laporan tertulis yang dibuat dokter dalam ilmu kedokteran forensik berdasarkan pemintaan dari penyidik yang berewenang terkait hasil pemeriksaan medik terhadap manusia dalam keadaan hidup ataupun mati dan atau pada area tubuh tertentu yang dibuat berdasarkan keilmuan dan di bawah sumpah untuk kepentingan pro yustisia.

“Setelah ada tindakan visum, tentunya klien saya perlu mengetahui hasilnya. Namun sampai dengan hari ini, pihak penyidik saja belum memperoleh hasil visum dari pihak RSUD setempat. Ada apa ini?” tanya Charlie yang tampak kesal.

Charlie menegaskan, polisilah yang harus mengejar hasil visum itu. Karena pada saat ada tindakan visum, korban diantar dan didampingi langsung oleh polisi yang membawa surat resmi permintaan visum.

“Barang siapa yang menghalang-halangi proses penyelidikan yang sementara berjalan, dikenakan tindak pidana. Dan jika hasil visum belum keluar sampai saat ini, bisa dikategorikan sebagai upaya menghambat atau menghalang-halangi proses penyelidikan,” tandasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top