Pimpinan Fraksi dan Anggota Ancam Layangkan Mosi tidak Percaya, Ketua DPRD TTU: Itu Salah Alamat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pimpinan Fraksi dan Anggota Ancam Layangkan Mosi tidak Percaya, Ketua DPRD TTU: Itu Salah Alamat


SEGEL. Pimpinan fraksi dan anggota DPRD saat menyegel ruang kerja pimpinan DPRD TTU buntut kekecewaan sikap inkonsisten pimpinan DPRD menggelar rapat evaluasi lembaga itu, Kamis (28/1). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

Pimpinan Fraksi dan Anggota Ancam Layangkan Mosi tidak Percaya, Ketua DPRD TTU: Itu Salah Alamat


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Kekecewaan pimpinan fraksi dan anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) yang berujung pada penyegelan ruang kerja pimpinan lembaga wakil rakyat itu belum mereda. Fakta terkini, para wakil rakyat itu mengancam akan menyatakan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPRD TTU jika belum ada inisiatif keduanya melaksanakan rapat evaluasi kinerja lembaga itu.

“Kita tentu berharap dengan aksi penyegelan pintu pimpinan DPRD itu, pimpinan secepatnya mengambil langkah penyelesaian secara baik sehingga agenda-agenda kerja DPRD TTU tidak terhambat,” ungkap Ketua Fraksi Indonesia Sejahtera, Arif Talan kepada Timor Express, di Kefamenanu, Jumat (29/1).

Menurutnya, aksi protes pimpinan fraksi dan anggota DPRD TTU yang berujung penyegelan ruang pimpinan semata-mata karena kecewa atas sikap pimpinan yang inkonsisten dengan agenda rapat evaluasi kinerja DPRD yang batal dilaksanakan pada Kamis (28/1).

Karena itu, kata Arif, aksi protes ini akan terus berlanjut hingga pimpinan DPRD menginisiasi adanya rapat evaluasi kinerja. Namun, apabila pimpinan DPRD tidak merespon sikap dari pimpinan fraksi dan anggota DPRD TTU, tentu akan ada opsi lain yang akan ditempuh.

Arif menilai, selama ini terdapat banyak kepincangan yang dilakukan oleh pimpinan DPRD dalam menakhodai lembaga politik di TTU. Banyak persoalan yang diadukan oleh masyarakat pun tidak ditindaklanjuti secara kelembagaan.

“Kami masih menunggu respon pimpinan DPRD terkait aksi penyegelan terhadap ruang kerja pimpinan untuk segera melakukan rapat evaluasi. Agenda rapat evaluasi tersebut menjadi salah satu agenda penting untuk membenahi kinerja lembaga DPRD di tahun ini. Terutama dalam merespon setiap persoalan yang diadukan masyarakat kepada DPRD,” terangnya.

Arif menjelaskan, sesuai jadwal, pelaksanaan rapat evaluasi itu harusnya dilakukan Kamis (28/1), namun ditunda ke Senin (1/2). Jika jadwal yang telah ditentukan itu diingkari lagi, maka pimpinan fraksi dan anggota DPRD TTU akan menyatakan mosi tidak percaya terhadap pimpinan.

BACA JUGA: Anggota DPRD TTU Segel Pintu Ruang Kerja Pimpinan, Ini Persoalannya

“Kita sudah menyampaikan tiga opsi. Pertama itu terkait penyegelan ruang kerja pimpinan DPRD, kedua itu akan dilakukan mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPRD, dan ketiga itu sikap mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPRD akan ditindaklanjuti dengan melakukan pengaduan terhadap Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk selanjutnya mengambil sikap terkait hal ini,” tegasnya.

Menyikapi opsi mosi tidak percaya ini, Ketua DPRD TTU, Hendrikus Frederikus Bana ketika dikonfirmasi Timor Express, kemarin (29/1) mengatakan, jika yang melakukan protes itu memberikan surat mosi tidak percaya terhadap pimpinan, maka itu salah alamat. Pasalnya, kata Hendrikus, hal tersebut bukan kewenangan fraksi, tetapi ada pada partai politik.

“Karena kami sebagai unsur pimpinan diberikan tugas tambahan sebagai ketua dan wakil ketua DPRD oleh partai politik sehingga yang berhak mengevaluasi kami itu partai politik,” ungkap Hendrikus.

Menurut Hendrikus, para pimpinan fraksi dan anggota DPRD TTU yang melakukan penyegelan ruangan Ketua dan Wakil Ketua DPRD itu hanya untuk menggiring opini publik semata. Pasalnya, urusan lembaga DPRD selama ini berjalan normal.

Selain itu, kata Hendrikus, langkah penyegelan ruangan pimpinan DPRD bukan keputusan yang tepat. Karena itu, Hendrikus meminta para pimpinan fraksi dan anggota DPRD untuk menunjukan salah satu bentuk upaya pimpinan DPRD menghambat mereka.

Dijelaskan, jadwal yang telah ditetapkan tidak dibatalkan secara sepihak oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD. Pihaknya telah menyampaikan pembatalan rapat evaluasi tersebut, melalui aplikasi WhatsApp Grup (WAG) DPRD TTU bahwa evaluasi ditunda ke hari Senin (1/2).

“Kita sudah tunda ke hari Senin (1/2), dan itu resmi dalam WA grup DPRD Timor Tengah Utara,” jelasnya. (mg26)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top