Dinas PMD Ronda Tuntaskan Hitung Ulang Surat Suara Pilkades, Ini Hasilnya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dinas PMD Ronda Tuntaskan Hitung Ulang Surat Suara Pilkades, Ini Hasilnya


HITUNG ULANG. Suasana proses penghitungan ulang surat suara oleh panitia Pilkades tingkat Kabupaten terhadap sengketa Desa Daleholu, di Auditoriun Ti'i Langga, Rote Ndao, kemarin (30/1). Penghitungan ini disaksikan pihak yang bersengketa. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Dinas PMD Ronda Tuntaskan Hitung Ulang Surat Suara Pilkades, Ini Hasilnya


Terapkan Protokol Covid-19, Wabup Pantau Langsung

BA’A, TIMEXKUPANG.com-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao (Ronda), sukses menyelesaikan perhitungan suara ulang untuk empat desa terkait sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), Sabtu (30/1).

Proses penghitungan suara ulang yang dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat ini dipantau langsung Wakil Bupati (Wabup) Ronda, Stefanus M. Saek, SE, M.Si, dan dikawal ketat aparat TNI/Polri.

Sebagaimana terpantau media ini kemarin (30/1), proses penghitungan yang berlangsung di Auditorium Ti’i Langga, berlangsung aman dan lancar. Dinas PMD selaku pelaksana Pilkades tingkat kabupaten menghadirkan pihak yang bersengketa tanpa mengizinkan pengerahan massa. Tujuannya agar dapat menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Demi kelancaran proses penghitungan, Dinas PMD membagi menjadi dua sesi. Dimana, sesi pertama dilakukan untuk Desa Pilasue dan Daleholu. Kemudian dilanjutkan dengan Desa Daiama dan Oenggae.

“Hanya untuk pihak yang berkeberatan, yakni para calon kepala desa (Cakades) bersama saksi, panitia di tingkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pelaksanaanya, tidak secara serentak untuk empat desa,” kata Kepala Dinas PMD Rote Ndao, Yames M. K. Therik, SH, kepada Timor Express, di Auditoriun Ti’i Langga, kemarin (30/1).

Dari proses penghitungan itu, diperoleh hasil untuk Desa Pilasue, Cakades Polce M. Manafe meraih 152 suara, Yoliansi Dethan, SE meraih 166 suara, dan Hanoch S. Lussi meraih 52 Suara. Dengan hasil ini, Yoliansi Dethan dinyatakan sebagai Kades Pilasue terpilih.

Sementara Desa Daleholu yang diikuti lima calon, hasilnya Cakades Maksi S. Siokain, dinyatakan sebagai kades terpilih dengan raihan 213 suara, disusul Nolce Pello dengan 125 suara, Yori Fangidae (120 suara), Imel Malelak (60 suara), dan Bertolens Kos dengan 0 suara.

Selanjutnya pada penghitungan ulang surat suara sesi kedua, hasil untuk Desa Oenggae menempatkan Cakades Amirul Kasopa sebagai peraih suara terbanyak. Total suara yang diraih Amirul adalah 141 suara, sementara Silcanus Kolianan berada di urutan kedua dengan 125 suara, Marselinus Mesah (100 suara), Laode M. Saleh S.Pd (9 suara), dan Melkianus Lena (3 suara).

Hal menarik terjadi dipenghitungan sesi kedua, untuk Desa Daima. Dari lima cakades yang bertarung dalam Pilkades ini, dua calon meraih suara yang sama jumlahnya. Kedua cakades itu adalah Selfester Mesa, S.Pi dan Heber L. Ferroh. Keduanya sama-sama meperoleh 160 suara. Sementara tiga cakades lainnya, yakni Ery J. Anakay meraih 106 suara, diikuti Demitrius Forah dengan 45 suara, dan Jakob S. Leoh memperoleh 38 suara.

BACA JUGA: 66 Personil TNI-Polri Amankan Penghitungan Ulang Surat Suara Pilkades

BACA JUGA: Bupati Ronda Putuskan 28 Sengketa Pilkades, 4 Hitung Ulang, 2 Pemilihan Ulang Tahun 2022

Kesamaan raihan suara dua cakades itu ternyata tak hanya pada jumlahnya saja. Namun sama pula pada penyebaran perolehan suara di wilayah dusun. Dimana keduanya sama-sama menang di dua dari empat dusun, dengan mengantongi dua poin dalam perengkingan untuk penentuan pemenang.

Meski hasilnya imbang, Panitia Pilkades menetapkan Heber L. Ferroh sebagai Kades Daiama terpilih. Heber dinyatakan sebagai Kades terpilih dengan penentuan perolehan suara terbanyak di wilayah Dusun Naulaor, dimana Heber meraih 67 suara, sedangkan Selfester memperoleh 56 suara.

Penentuan pemenang tersebut dilakukan merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) Rote Ndao Nomor 6 tahun 2019, yang memuat teknis pelaksanaan Pilkades. Perbup ini sebagai turunan dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2019, tentang Pilkades. Dimana, penetapan Kades terpilih, jika raihan suaranya imbang (perolehan suara dan perengkingan), maka penentuan pemenang dilakukan dengan melihat jumlah perolehan suara sah terbanyak di wilayah dusun.

“Pemenangnya ditentukan dengan melihat penyebaran suara di jumlah dusun. Karena masih imbang maka dilakukan cara selanjutnya adalah dengan menghitung suara sah di wilayah dusun yang paling banyak, maka itulah pemenangnya,” jelas Yames Therik melalui Jeky Patola, salah satu anggota panitia Pilkades tingkat Kabupaten, yang mengkoordinir wilayah timur desa-desa penyelenggara Pilkades.

Sebagaimana diberitakan, salah satu opsi yang diputuskan Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE terkait 28 sengketa Pilkades di wilayah itu adalah penghitungan suara ulang di empat desa pada tiga kecamatan. Sedangkan dua desa lainnya diputuskan menggelar Pilkades ulang tahun 2022 nanti.

Hal ini sesuai Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor: 50/Kep/HK/2021 tentang penyelesaian sengketa Pilkades. Opsi tersebut digunakan untuk menyelesaikan sengketa di empat dari 28 desa yang bersengketa usai Pilkades yang digelar Desember 2020 lalu.

Empat desa yang diputuskan proses penghitungan suara ulang adalah Desa Pilasue dan Daleholu. Dua desa ini ada di wilayah Kecamatan Rote Selatan. Selanjutnya Desa Daiama di Kecamatan Landu Leko, Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru.

Sedangkan untuk desa Fatelilo dan Pengodua, ditunda hingga tahun 2022. Sehingga dari 28 sengketa yang diajujan, telah diputuskan Bupati Rote Ndao, yakni 22 sengketa dinyatakan ditolak/tidak sah karena tidak cukup bukti, 4 desa penghitungan ulang, dan 2 desa ditunda pelaksanaan Pilkades. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top