Covid-19 Kian Mengancam Rote Ndao, Sehari Dua Pasien Meninggal | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Covid-19 Kian Mengancam Rote Ndao, Sehari Dua Pasien Meninggal


PEMAKAMAN. Petugas Satgas Covid-19 Rote Ndao saat hendak memakamkan jasad warga yang diduga meninggal akibat terpapar virus korona belum lama ini. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Covid-19 Kian Mengancam Rote Ndao, Sehari Dua Pasien Meninggal


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kasus Covid-19 di Kabupaten Rote Ndao, semakin mengkhawatirkan. Tercatat, hingga saat ini, jumlahnya mencapai 111 kasus, dimana tercatat dua kasus kematian dalam sehari, pada Minggu (31/1).

Jumlah ini, yang oleh Satgas Covid-19, Rote Ndao, merinci dalam bentuk penyebaran dalam beberapa profesi. Dari total kasus per Selasa (5/1) hingga Senin (1/2), didata Satgas, 85 warga dinyatakan sedang menjalani perawatan, 3 meninggal dunia, dan 23 pasien dinyatakan sembuh.

“Kami berharap, masyarakat taat dan patuh untuk menjalakan protokol kesehatan. Karena jumlah kasus terus bertambah dan sangat mengkhawatirkan,” kata Ketua Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Kabupaten Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly, MM saat dikonfirmasi Timor Express, Selasa (2/2).

Jonas menyatakan, rincian kasus paling banyak berasal dari profesi lainnya, yakni 28 kasus. Lima kasus diantaranya sembuh, dan 1 meninggal dunia.

Urutan selanjutnya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Jumlahnya sebanyak 23 kasus. Terdiri dari ASN lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao (Ronda) sebanyak 20 kasus, dan ASN pusat sebanyak 3 kasus.

Dari jumlah ini, untuk ASN Ronda, 7 pasien sembuh setelah menjalani perawatan, dan 1 meninggal dunia. Sehingga, masih terdapat 12 ASN Ronda yang menjalani perawatan bersama 3 ASN pusat.

Disebutkan, urutan selanjutnya dialami tenaga kesehatan (Nakes). Petugas di barisan paling depan dalam penanganan virus ini sampai terpapar sebanyak 11 orang. Bersyukur, 7 pasien diantaranya telah sembuh.

Untuk profesi pelajar dan pegawai swasta, sama-sama berjumlah 6 kasus, sehingga ditotal menjadi 12 kasus. Satu pelajar sudah sembuh, sementara 5 pelajar lainnya masih dalam perawatan.

Selain nakes, dua profesi di garda terdepan penanganan Covid-19 yang ikut terpapar, yakni aparat TNI dan Polri. Jumlahnya sebanyak 5 kasus, dengan rincian, 1 kasus dialami aparat TNI, dan 4 aparat Polri. “Hingga kini, semuanya sedang menjalani perawatan,” kata Jonas.

Selanjutnya, kata Jonas, untuk profesi pengusaha, terkonfirmasi positif 3 kasus. Satu dinyatakan sembuh bersama dua karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sementara dua pengusaha lainnya masih dirawat bersama seorang mahasiswa dan anak dengan usia di bawah lima tahun (Balita).

“Masing-masing satu kasus untuk profesi TNI, pensiunan ASN, mahasiswa dan juga balita,” beber Jonas.

Di penghujung Januari 2021, lanjut Jonas, tepatnya Minggu (31/1), dua kasus kematian terjadi dalam sehari. Kematian ini merupakan pasien yang sebelumnya dirawat di RSUD Ba’a.

Masing-masing, pasien berinisial YL, salah satu ASN aktif di Inspektorat Kabupaten Rote Ndao. YL, mulai dirawat di RSUD Ba’a, sejak Selasa (26/1).

Sedangkan pasien lainnya, adalah KDN, yang merupakan pensiunan ASN dari Kantor Camat Pantai Baru. KDN, berdomisili di Pantai Baru, juga sebagai mantan Lurah Olafuliha’a.

Setelah YL meninggal, kata Jonas, jasadnya langsung dimakamkan sesuai protokol pemakaman jenazah Covid-19 oleh petugas Satgas Covid-19 ber-APD lengkap. Pasien meninggal itu telah dimakamkan di TPU khusus jenazah Covid-19, di Desa Ba’adale, Kecamatan Lobalain.

Tak lama berselang, setelah jenasah YL, dimakamkan, satu lagi pasien yang sementara dirawat, meninggal dunia. Diketahui, warga yang berdomisili di kelurahan Olafuliha’a ini, meninggal, sekira pukul 19.00 wita.

Jenazahnya pun langsung dimakamkan, sesuai protokol Covid-19. Sehingga sehari itu, Minggu (31/1) dua jenazah dimakamkan, hanya selisih beberapa jam. “Iya, KDN, mantan Lurah, dan juga pensiunan ASN dari kantor Camat Pantai Baru,” terang Jonas. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top