Masuk Rote Ndao Wajib Rapid Antigen, Simak Edaran Bupati Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Masuk Rote Ndao Wajib Rapid Antigen, Simak Edaran Bupati Ini


Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Masuk Rote Ndao Wajib Rapid Antigen, Simak Edaran Bupati Ini


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, kembali menetapkan sejumlah pembatasan di wilayah itu demi penanganan pencegahan penyebaran Covid-19. Setelah memberlakukan sistem kerja dari rumah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), kini Bupati Paulina mengeluarkan pembatasan untuk mengurangi aktifitas masyarakat setempat.

Pembatasan yang ditetapkan Bupati Paulina ini dituangkan dalam Surat Edaran bernomor: 180/95/HK.2.3, dan mulai berlaku sejak 1 Februari 2021. Pembatasan ini, kata Bupati Paulina, selain bertujuan menekan tingkat penyebaran Covid-19, edaran tersebut lebih menekankan pada keselamatan seluruh warga Rote Ndao akan ancaman virus mematikan itu.

Isi edaran yang diperoleh Timor Express, Selasa (2/2), menyebutkan, jenis pembatasan dalam keputusan Bupati Paulina itu mengatur arus kedatangan orang ke Bumi para To’o dan Te’o itu. Dalam aturan itu menyebutkan, setiap orang dengan status negatif dari hasil tes rapid antigen baru diizinkan masuk ke Rote.

Menindaklanjuti aturan ini, seluruh pintu masuk ke Rote melalui Udara dan Laut akan dijaga ketat oleh petugas. Sehingga setiap orang yang hendak ke Rote, wajib menunjukan hasil tes rapid antigen tersebut. Ketentuannya, paling lambat tiga hari sebelum melakukan perjalanan ke Rote.

Aktifitas perekonomian pun diatur. Yaitu, untuk pasar tradisional, diizinkan hingga pukul 10.00 wita, mini market/toko dan pusat perbelanjaan lainnya tidak lebih dari pukul 19.00 Wita.

“Dalam menjalankan semua aktifitas perekonomian tersebut, wajib menerapkan protokol kesehatan,” tegas Bupati Paulina sebagaimana tertulis dalam edarannya itu.

BACA JUGA: Covid-19 Kian Mengancam Rote Ndao, Sehari Dua Pasien Meninggal

Selanjutnya, khusus untuk aktifitas di Pasar Metina, sedikit diberi kekhususan. Sebab, selain lokasinya sangat strategis, di pusat ibu kota, pasar ini diakses hampir sebagian besar masyarakat di Pulau Rote. Sehingga jika dibatasi seperti pasar lainnya, dipastikan akan semakin menyulitkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari.

Oleh karenanya, demikian Bupati Paulina, ditetapkan/diatur aktifitas Pasar Metina untuk dibuka dua kali sehari. Dengan waktu aktifitas, pukul 05.00 – 12.00 Wita, kemudian dibuka kembali pada pukul 15.00 – 17.00 Wita.

Untuk usaha kuliner yang dijalankan oleh restoran, rumah makan/warung dan sejenisnya, tidak diperkenankan untuk melayani makan ditempat. Pelayanan yang diizinkan menggunakan jasa antar atau pesanan disiapkan dengan cara dibungkus. Selanjutnya mengenai kegiatan keagamaan, juga diatur bahwa untuk sementara dihentikan selama Februari 2021.

Khusus untuk aktifitas pemerintahan, yang gelar Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), instansi vertikal, pendidikan, profesi dan swasta, boleh dilakukan dengan jumlah peserta yang terbatas. “Yakni maksimal 10 orang, jika dilakukan di dalam ruangan dan 20 di luar ruangan/ruang terbuka. Dan harus ketat menerapkan atau mengikuti protokol kesehatan,” tandas Bupati Paulina.

Terhadap kasus yang muncul akibat layanan toko, minimarket, pusat perbelanjaan atau tempat usaha, pemilik usaha wajib menyemprotkan cairan disinfektan dan ditutup sementara waktu. Yang selanjutnya, secara keseluruhan, diwajibkan kepada manajemen untuk melakukan rapid test antigen.

Pembukaan kembali tempat usaha yang ditutup akibat timbul kasus positif, adalah melalui persetujuan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Rote Ndao. “Pelanggaran terhadap ketentuan ini dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Bupati Paulina. (mg32)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top