Mau Bebas Katarak? Siloam Hospitals Labuan Bajo Kini Punya Metode Phaco | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mau Bebas Katarak? Siloam Hospitals Labuan Bajo Kini Punya Metode Phaco


TINGKATKAN SARANA. Siloam Hospitals Labuan Bajo, Mabar kini punya mesin Phacoemulsification Centurion Vision System untuk perawatan mata dengan dokter spesialis mata berkompetensi international. (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

Mau Bebas Katarak? Siloam Hospitals Labuan Bajo Kini Punya Metode Phaco


Berlaku Bagi Perawatan Pasien BPJS Kesehatan

LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Siloam Hospitals Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terus melengkapi fasilitasnya untuk meningkatkan pelayanan terhadap para pasien. Terkini, salah satu rumah sakit swasta terbesar di Indonesia itu menghadirkan mesin Phacoemulsification Centurion Vision System dan dokter spesialis mata dengan kompetensi international.

Dengan fasilitas ini, para pasien mata, terutama mereka dengan keluhan mata katarak tidak harus jauh-jauh ke luar NTT guna melakukan operasi. Dengan menggunakan alat ini, operasi katarak menggunakan hanya memakan waktu 10-15 menit.

“Berangkat dari visi dan misi Siloam untuk memberi pelayanan Kesehatan kepada seluruh lapisan dan bagian masyarakat di Indonesia, kami melihat di daratan Flores ini, dokter spesialis mata belum banyak. Begitu juga fasilitas kesehatan yang dapat melayani melalui metode phaco belum ada di daratan Flores. Sementara layanan operasi phaco ini sangat berguna sekali untuk masyarakat, karena operasi ini singkat dan dengan minimal luka operasi, sehingga pasien tidak perlu lama pemulihan dan dapat langsung beraktifitas. Jadi dengan demikian kami mengadakan pelayanan untuk operasi phaco ini,” ungkap dr. Hermas Irawan, MM, Direktur Siloam Hospitals Labuan Bajo, Selasa (2/2).

Dokter Hermas Irawan menyebutkan, selain efektif dan cepat, fasilitas dan tenaga medis juga telah siap guna melakukan operasi melalui teknik phaco ini. Adapun program pelayanan operasi katarak melalui teknik phaco ini ditanggung melalui layanan BPJS Kesehatan. Sehingga seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan operasi tersebut dapat menggunakan program BPJS Kesehatan sebagai penanggungnya.

BACA JUGA: Siloam Hospitals Labuan Bajo Penuhi Layanan Destinasi Wisata Kesehatan 2021 di Tengah Pandemi Covid-19

“Dokter spesialis mata di Siloam Hospitals Labuan Bajo telah bersertifikat guna melakukan kegiatan operasi katarak melalui teknik phaco ini. Alat yang digunakan pun sangat menunjang dan masyarakat yang membutuhkan operasi dapat menggunakan BPJS Kesehatan sebagai penanggungnya,” jelas dr. Hermas.

Untuk diketahui, pasien pengguna kartu BPJS Kesehatan di Siloam Hospitals Labuan Bajo terdata sejumlah 70-80 persen. Sesuai regulasi BPJS, khusus dalam hal penganggunannya, layanan diberikan kepada pasien tanpa ada pengecualian.

Indonesia sampai saat ini masih menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara, yakni sebesar 1,5 persen per dua juta penduduk. Setiap tahun 240.000 orang terancam mengalami kebutaan karena katarak. Sementara itu di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengacu pada data Dinas Kesehatan NTT, sepanjang tahun 2018 – 2019, total telah dilakukan 236 operasi katarak secara gratis kepada para lansia.

Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyakit katarak merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati. Penyebab katarak, selain karena faktor usia, katarak disebabkan pula oleh faktor infeksi, trauma, diabetes. Termasuk faktor paparan sinar matahari yang memiliki intensitas tinggi dan periodik terkena lensa mata serta faktor kebiasaan merokok. (*/aln)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top