20 Warga Mabar Terima Vaksin Covid-19 Perdana, Kajari: Masyarakat Jangan Takut Vaksinasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

20 Warga Mabar Terima Vaksin Covid-19 Perdana, Kajari: Masyarakat Jangan Takut Vaksinasi


Kapolres Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo menerima suntikan vaksin Covid-19 oleh tim medis Puskesmas Labuan Bajo, Rabu (3/2). (FOTO: HANS BATAONA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

20 Warga Mabar Terima Vaksin Covid-19 Perdana, Kajari: Masyarakat Jangan Takut Vaksinasi


LABUAN BAJO, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 20 warga Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima vaksin Covid-19 produksi Sinovac Tiongkok, bertempat di Puskesmas Kota Labuan Bajo, Rabu (3/2).

Sebagaimana disaksikan Timor Express, kelompok pertama yang didahulukan dari total 20 orang itu adalah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yakni Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mabar, AKBP Bambang Hari Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mabar, Iqbal, Perwira Penghubung Kodim 1612/Manggarai, Mayor (Inf) S. Hadi, tokoh agama serta para tenaga medis.

Salah satu penerima vaksin dari tenaga medis Puskesmas Labuan Bajo, dr. Christmas Y. Sanipar kepada wartawan mengaku setelah mendapat suntikan vaksin, kondisi fisiknya aman-aman saja. Ia tidak merasakan adanya efek samping pasca vaksin. “Saya rasa aman dan tidak merasakan efek samping apa-apa. Jadi aman,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Kajari Mabar, Iqbal. Menurutnya, dirinya harus menunggu 30 menit setelah vaksin untuk memastikan kemungkinan adanya efek samping. Ternyata setelah 30 menit berlalu, kondisi fisiknya aman saja dan siap melakukan aktivitas seperti biasa. Igbal menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut mendapatkan vaksin karena aman bagi tubuh untuk kesehatan dan tidak terpapar Covid-19.

“Saya sudah vaksin tahap pertama dan aman. Tidak ada efek dan dampak negatif bagi tubuh. Sehingga saya imbau masyarakat untuk tidak perlu merasa takut divaksin,” imbaunya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Mabar, Yohanes Johan yang semestinya menjadi salah satu peserta penerima suntikan vaksin tahap pertama terpaksa tak bisa mengikuti program vaksinasi itu karena setelah menjalani pemeriksaan tahap awal, diketahui dirinya hipertensi. “Saya diketahui hipertensi sehingga tidak bisa vaksin. Nanti lain kesempatan,” ujarnya. (Krf5)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top