Mendagri Warning Pelanggar SKB tentang Penggunaan Seragam dan Atribut Sekolah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mendagri Warning Pelanggar SKB tentang Penggunaan Seragam dan Atribut Sekolah


Mendagri, Tito Karnavian. (FOTO: Ricardo/JPNN.com)

NASIONAL

Mendagri Warning Pelanggar SKB tentang Penggunaan Seragam dan Atribut Sekolah


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Menteri Agama (Menag), telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut di sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah (Pemda) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Dengan diterbitkannya keputusan bersama ini, Pemda diharapkan mengambil langkah-langkah penyesuaian. “Bagi yang tidak sesuai, mohon untuk segera menyesuaikan karena ada sanksi bagi yang tidak sesuai,” warning Mendagri Tito Karnavian saat peluncuran SKB tiga menteri secara daring, Rabu (3/2).

Dalam paparannya, Menteri Tito Karnavian mengatakan, dunia pendidikan harus menjadi lingkungan yang menyenangkan. Kunci keberhasilan suatu bangsa terletak pada kualitas SDM yang bersifat komprehensif. Tidak hanya terletak pada penguasaan hal teknis tetapi juga moralitas dan integritas. Salah satunya adalah toleransi dalam keberagaman.

“Sekolah sejatinya juga mempunyai potensi dalam membangun sikap dan karakter peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk menyemai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” kata Tito.

“Toleransi dan menjunjung tinggi serta sikap menghormati perbedaan latar belakang agama dan budaya suatu keniscayaan dan realitas bagi bangsa kita,” sambung Tito.

Kemendagri, lanjut Tito, memberi perhatian penuh terhadap kualitas pendidikan yang berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Ini agar tercipta karakter peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan yang menjunjung tinggi toleransi.

“Juga sikap saling hormat-menghormati di tengah berbagai perbedaan latar belakang dan budaya,” pungkas mantan Kapolri ini. (esy/jpnn)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top