Pemkab Matim Siapkan Rp 810 Juta, Gelar 27 Pilkades Tahun Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Matim Siapkan Rp 810 Juta, Gelar 27 Pilkades Tahun Ini


Kadis PMD Matim, Yosep Durahi. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Pemkab Matim Siapkan Rp 810 Juta, Gelar 27 Pilkades Tahun Ini


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 27 desa tahun ini. Demi menyukseskan Pilkades itu, Pemkab Matim mengalokasikan anggaran senilai Rp 810 juta.

Dalam pelaksanaan Pilkades nanti, karena digelar di masa pandemi Covid-19, maka penerapan protokol kesehatan akan menjadi perhatian utama. Ini agar tidak terjadi klaster baru penularan Covid-19 di Matim. Penerapanya dengan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Tahun ini, Pilkades gelombang tiga ada 27 desa yang melaksanakan. Anggaranya sudah kita siapkan dan besarnya Rp 30 juta per desa,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Matim, Yosep Durahi, kepada TIMEXKUPANG.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/2).

Yosep Durahi menyebutkan, anggaran pelaksanaan Pilkades itu merupakan hibah Pemkab Matim melalui APBD tahun anggaran 2021. Mekanisme penggunaannya tidak berbeda dengan pelaksanaan Pilkades gelombang kedua tahun 2019 lalu, dimana panitia pelaksana Pilkades mengajukan permohonan kepada Bupati Matim melalui Dinas PMD.

“Bedanya, cuma besar alokasi anggaran per desa. Kalau Pilkades tahun 2019 lalu, besarnya Rp 20 juta per desa, dan masuk di DPA Badan Keuangan. Tapi sekarang, dana hibah ini sudah masuk di DPA Dinas PMD. Proses untuk bisa cair dana hibah ini, panitia buat usulan,” jelasnya.

Yosep merincikan, 27 desa yang melaksanakan Pilkades tahun ini tersebar di 6 kecamatan. Sesuai data lama sebelum adanya pemekaran sejumlah kecamatan, yakni Desa Satar Punda di Kecamatan Lamba Leda. Kecamatan Sambi Rampas ada 4 desa, yakni Nanga Mbaling, Satar Nawang, Lada Mese, dan Desa Compang Cingkar.

Selanjutnya Kecamatan Elar (2 desa), yakni Desa Legur Lai dan Rana Gapang. Kecamatan Kota Komba (4 desa), yakni Desa Rana Kolong, Golo Nderu, Bamo, dan Desa Rana Mbeling. Kecamatan Poco Ranaka (9 desa), yakni Desa Pocong, Leong, Bea Waek, Bangka Kuleng, Bangka Pau, Golo Nderu, Gurung Turi, Compang Laho, dan desa Golo Ndari.

Berikutnya di Kecamatan Poco Ranaka Timur ada 7 desa, yakni Desa Watu Arus, Golo Lero, Rengkam, Compang Wunis, Benteng Rampas, Wangkar Weli, dan Desa Tango Molas. Sementara tiga kecamatan lainnya, yakni Borong, Rana Mese, dan Elar Selatan, tidak ada desa yang melaksanakan Pilkades serentak tahun ini.

“Untuk Pilkades serentak gelombang tiga ini, juga ikut satu desa yang bermasalah pada Pilkades 2019 lalu, yakni Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba,” beber Yosep.

Selain menyiapkan anggaran, sambung Yosep, Dinas PMD Matim juga sudah siapkan regulasi. “Ada sedikit perbedaan terkait syarat bagi calon kepala desa, seperti umur maksimal 55 tahun dalam nol bulan, nol minggu, dan nol hari. Kalau sebelumnya, pegawai THL itu harus ada izin dari pimpinan instansi. Tapi aturan sekarang, harus mengundurkan diri. Standar pendidikan, tetap SMP sederajat,” jelas Yosep Durahi.

Yosep melanjutkan, untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap diperbolehkan oleh aturan untuk menjadi calon kades. Hanya ASN itu harus mendapat izin dari Bupati Matim.

Terkait waktu pelaksanaan Pilkades, Yosep menuturkan, targetnya pada 31 Juli 2021. Sehingga jika tidak ada halangan, maka 7 Agustus 2021 sudah dilaksanakan pelantikan bagi kepala desa terpilih.

Dinas PMD Matim, demikian Yosep, telah menyurati Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di 27 desa yang melaksanakan Pilakdes, agar segera memberitahu kades masing-masing untuk segera menyiapkan LKPj. Selain itu, BPD juga segera membentuk panitia Pilkades. Sehingga panitia yang telah dibentuk itu segera bekerja untuk memproses tahapan Pilkades.

“Kalau panitia sudah dibentuk, tentu mereka bisa mulai lakukan pendataan untuk data pemilih, rancang anggaran, dan kegiatan tahapan lainnya,” ujar Yosep.

Yosep menambahkan, saat ini di Matim ada empat desa yang jabatan kadesnya lowong, yakni Desa Compang Kantar di Kecamatan Rana Mese, Desa Compang Nengker di Kecamatan Poco Ranaka, dan Desa Persiapan Wae Munde di kecamatan Kota Komba. “Jabatan itu lowong karena kepala desanya meninggal dunia,” pungkas Yosep. (Krf3)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top